Jagung merupakan komoditas tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Jagung merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang sudah banyak dibudidayakan oleh para petani. Komoditas jagung semakin banyak dibudidayakan secara komersial, hal ini terbukti dengan adanya daerah-daerah sentra penanaman jagung. Semakin meningkatnya kebutuhan jagung, performa budidaya jagung patut juga diperhatikan.Pemilihan benih merupakan keputusan penting yang perlu dilakukan dalam mengusahakan jagung karena di pasaran banyak beredar benih dan petani sendiri sering memproduksi benih. Benih jagung merupakan biji tanaman jagung yang tumbuh menjadi tanaman muda. Benih jagung dapat dikatakan pula sebagai ovul (biji) masak yang terdiri dari embrio tanaman, jaringan cadangan makanan, dan selubung penutup yang berbentuk vegetatif. Untuk menghasilkan tanaman dewasa dengan produksi maksimal, salah satunya melalui penggunaan benih bermutu. Penggunaan mutu benih berkualitas menjadi faktor penting dalam menghasilkan produktivitas tinggi. Pemilihan benih yang baik erat kaitannya dengan varietas tanaman jagung yang akan ditanam, hingga wajar bila pemilihan benih tanaman jagung yang baik akan menunjang keberhasilan panen jagung di masa mendatang. Benih bermutu tinggi yang berasal dari varielas unggul merupakan salah satu faktor penentu untuk memperoleh kepastian hasil usaha tani jagung. Penggunaan varietas unggul memiliki peran dalam peningkatan produktivitas yaitu produksi persatuan luas dan ketahanannya terhadap hama dan penyakit. Pemilihan benih jagung yang salah mengakibatkan penurunan hasil panen. Pemilihan benih jagung ini diharapkan agar benih dapat tumbuh dengan baik dan tahan terhadap serangan OPT. OPT dapat menyerang mulai dari proses awal penanaman sampai proses pemanenan. Keuntungan penggunaan benih bermutu, antara lain : a) menghemat penggunaan benih persatuan luas; b) respon terhadap pemupukan dan pengaruh perlakuan agronomis lainnya; c) produktivitas tinggi karena potensi hasil yang tinggi; d) mutu hasil akan terjamin baik melalui pasca panen yang baik; e) memiliki daya tahan terhadap hama dan penyakit, umur dan sifat-sifat lainnya jelas; dan f) waktu panennya lebih mudah ditentukan karena masaknya serentak. Beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dalam memilih varietas, antara lain: kesesuaian tanah dan iklim; daya toleransi terhadap hama, penyakit, cekaman kekeringan, kemasaman tanah; pola tanam dan tujuan penanaman; kesukaan (preferensi) petani terhadap karakter jagung seperti umur tanaman, warna biji dan lain sebagainya. Pemilihan jagung harus dilakukan secara bijak dan tepat agar produksi jagung yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan. Pemilihan benih merupakan langkah awal sebelum penanaman. Berbagai benih varietas unggul jagung dapat dengan mudah diperoleh (dibeli) di toko-toko sarana produksi pertanian. Benih jagung tersebut sudah dikemas dalam kantong plastik dan berlabel sertifikat sehingga petani tinggal menggunakannya. Berikut beberapa keragaman varietas jagung diantaranya (1) Jagung komposit lamuru. Adalah varietas jagung yang toleran pada lahan yang kering. Banyak dibudidayakan di Gorontalo dan NTB; (2). Jagung sukmaraga. Adalah varietas jagung yang toleransi terhadap keasaman tanah. Banyak dikembangkan di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi yang banyak daerah rawanya; (3) Jagung hibrida. Varietas jagung ini adalah hasil perkawinan silang, antara lain semar-10 dan bima-1 yang diproduksi oleh swasta nasional di Blitar Jawa Timur. Jagung hibrida juga memiliki beberapa varietas lainnya yang banyak beredar dipasaran diantaranya Hibrida Pioneer 1, Hibrida C1, Hibrida C2, Hibrida Semar 1 dan lain-lain; (4). Jagung bisi. Jagung bisi adalah salah satu varietas jagung yang diproduksi oleh perusahaan multinasional yang memiliki kelebihan dalam hal produksinya; (5) Jagung pioneer. Varietas jagung ini banyak dibudidayakan karena punya kelebihan dalam hasil produksi; (6) Jagung srikandi putih. Jenis jagung yang sudah disyahkan badan Litbang Pertanian, karena sudah mengalami penambahan asam amino sehingga lebih lengkap, yaitu asam amino lisin dan triptofan; (7) Jagung manis. Jenis jagung ini rasanya manis, namun cepat mengalami perubahan kualitas tertama pada masa pasca panen. Terdapat juga jenis jagung lainnya hasil pembastaran/ perkawinan silang. Benih jagung varielas bersari bebas kadang-kadang diproduksi sendiri oleh petani. Hal yang penting diperhatikan dalam menyiapkan benih jagung hasil membenihkan sendiri. antara lain, adalah pemilihan tongkol dan biji yang dijadikan benih. Tongkol jagung yang baik untuk dipilih sebagai benih adalah tongkol berumur tua. ukurannya besar, dan kelobotnya menutup rapat; Bentuk tongkol bulat panjang (silindris), barisan biji pada tongkol lurus, dan warna biji seragam.Biji jagung yang akan dijadikan benih diproses melalui tahap-tahap pengeringan. Pemipilan, pengeringan ulang, dan pengemasan sesuai dengan kaidah lata laksana pembenihan. Syarat benih jagung yang baik adalah sebagai berikut: daya tumbuh minimum 80%; tidak keropos dan berlubang; bebas dari hama ataupun penyakit; murni atau bebas dari campuran varietas lain atau kotoran lainnya;berwarna seragam sesuai dengan warna asli suatu varietas; ukuran biji seragam dan identitas varietasnya diketahui (jelas).Benih hibrida dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu: hibrida silang tunggal dan hibrida 3 jalur. Hibrida silang tunggal adalah benih hibrida yang dihasilkan dari 2 varietas, sedangkan hibrida 3 jalur dihasilkan dari hasil persilangan 2 varietas dengan varietas lain yang memiliki sifat unggul yang tidak dimiliki oleh hasil persilangan pertama. Keunggjulan tanaman jagung yang berasal dari benih hibrida antara lain tahan serangan hama dan penyakit, lebih cepat panen; produks tinggi, serta sangat toleran dengan berbagai jenis dan ketinggian lahan. Sementara itu, kelemahannya adalah biji buahnya tidak bisa dijadikan benih lagi karena sifat unggul induknya sudah menghilang. Selain itu, lahan tanam jagung hibrida harus dipisahkan, minimal sejauh 200 meter dari lahan tanam jagung varietas lain agar tidak terjadi perkawinan alang. Apabila perkawinan ini terjadi, buah yang muncul akan mengalami kelainan genetik, sehingga sifat-sifat unggul dari induknya juga menghilang. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM) Sumber : 1. Kementerian Pertanian. Benih Tanaman Jagung (www.pertanian.go.id, diakses 12 Mei 2016)2. Rochani, Siti. Bercocok Tanam Jagung. Jakarta : Azka Press (https://books.google.co.id, diakses 12 Mei 2016)3. Rukmana, Rahmat. 1997. Usaha Tani Jagung. Yogyakarta : Kanisius (https://books.google.co.id, diakses 12 Mei 2016)