Untuk pemilihan benih jagung berkualitas, pilih varietas unggul yang cocok dengan kondisi lahan dan iklim, pastikan benih bersertifikat dan berasal dari sumber terpercaya, periksa kondisi fisik benih (tidak rusak, ukuran seragam, padat, tidak licin), serta perhatikan informasi pada kemasan seperti tanggal kadaluarsa dan daya tumbuh.
1. Pilih Varietas Unggul
· Kesesuaian Lahan dan Iklim: Pilih varietas jagung yang memiliki daya adaptasi baik terhadap kondisi tanah, iklim, dan lingkungan di daerah Anda.
· Hama dan Penyakit: Pertimbangkan varietas yang tahan terhadap hama, penyakit, dan cekaman lainnya seperti kekeringan, untuk mengurangi kerugian panen.
· Potensi Produktivitas: Pilih varietas unggul yang memiliki potensi hasil tinggi dan keseragaman pertumbuhan, sesuai dengan kebutuhan pasar.
2. Pastikan Benih Bersertifikat dan Terpercaya
· Benih Bersertifikat: Pastikan benih yang Anda beli sudah bersertifikat, karena ini menjamin kualitas, bebas penyakit, dan memiliki daya tumbuh yang tinggi.
· Sumber Terpercaya: Dapatkan benih dari sumber yang terpercaya, seperti toko pertanian resmi atau perusahaan benih yang memiliki reputasi baik.
3. Perhatikan Kondisi Fisik Benih
· Ukuran Seragam: Pilih benih dengan ukuran yang seragam, tidak ada yang terlalu besar atau terlalu kecil.
· Padat dan Kencang: Benih yang baik terasa padat dan kencang, sedangkan benih yang terasa licin bisa jadi sudah mengering.
· Bebas Kerusakan: Periksa kondisi benih, pastikan tidak ada yang rusak, retak, atau terkena hama.
4. Cek Informasi di Kemasan
· Tanggal Kadaluarsa: Pastikan benih belum melewati tanggal kadaluarsa dan masih dalam periode kecambah yang baik, karena benih kadaluarsa pertumbuhannya tidak akan maksimal.
· Informasi Varietas: Baca dan pahami deskripsi varietas, termasuk potensi produktivitas dan ketahanannya terhadap serangan hama penyakit.
5. Lakukan Uji Daya Kecambah (jika perlu). Uji Kecambah: Jika memungkinkan, lakukan uji daya kecambah untuk memastikan persentase tumbuh benih tidak rendah, agar tidak terjadi penyulaman atau kerugian hasil. (Dedi Kurniawan_Penyuluh Pertanian Ahli Pertama_BPP Kotabumi)