Pemilihan Bibit. Dalam hal pemilihan bibit, petani harus hati-hati. Beberapa petunjuk yang dapat digunakan adalah sebagai berikut: a. Bibit ayam buras yang dipelihara bebas dari penyakit unggas seperti Avian Inflluenza, Newcastle Disease (ND), Fowl Kolera, Fowl Pox, Infectious Bursal Disease, Salmonellosis (S. Pullorum ; S. Enteritidis, Infectious coryza). b. Bibit ayam buras yang dipelihara diutamakan bibit ayam buras yang asli yang berasal dari daerah lokasi usaha setempat. c. Penyediaan dan pengembangan bibit ayam buras hasil persilangan antara ayam buras asli setempat dengan ayam buras yang berasal dari daerah lain atau yang disilangkan dengan ayam ras dapat dilakukan dibawah bimbingan Dinas Peternakan setempat atau lembaga/Instansi teknis yang berwenang. Secara fisik ciri-ciri bibit yang baik adalah sebagai berikut : Untuk bibit induk memiliki ciri-ciri : Harus sehat dan tidak cacat ; Kepala relatif lebih kecil ; Jengger merah dan halus ; Mata relatif lebih kecil bulat dan bersinar ; Jarak antara tulang dada dan tulang belakang ± 4 jari ; Jarak antara tulang pubis ± 2 jari. Sedangkan untuk bibit pejantan yang baik dicirikan sebagai berikut : Sehat dan kuat ; Badan langsing dan agak panjang ; Kepala relatif besar, paruh pendek dan kuat ; Berdiri tegap dan gagah ; Bulu mengkilap dan bulu ekor tersusun rapi ; Terdapat taji pada kaki. Pemberian pakan. Pakan yang diberikan harus sesuai jumlah dan mutunya dengan umur dan periode pertumbuhan ayam. Kandungan gizi pakan terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, mineral dan air. Kebutuhan pakan menurut umur ayam adalah sebagai berikut. a. Umur 1 - 4 minggu : 10 - 20 gram per hari b. Umur 1 - 2 bulan : 20 - 30 gram per hari c. Umur 2 - 4 bulan : 30 - 40 gram per hari d. Umur 4 - 5 bulan : 40 - 60 gram per hari e. Umur 5 - 6 bulan : 60 - 70 gram per hari f. Umur 6 lebih : 80 - 90 gram per hari Untuk meningkatkan mutu ayam buras harus dilakukan seleksi yang meliputi langkah -langkah sebagai berikut : a. Induk yang akan diambil telurnya untuk bibit, sebaiknya minimal berumur 8 bulan / sudah bertelur selama dua bulan. b. Untuk menjamin fertilitas yang tinggi, perbandingan jantan dan betina sebaiknya 1 : (8 - 10). c. Telur yang akan ditetaskan hendaknya diperoleh dari induk dengan mutu produksi yang baik d. Syarat-syarat telur tetas yang baik : telur harus bersih, bentuk telur oval/tidak terlalu runcing, umur telur yang paling baik adalah 1 - 5 hari, lebih dari 5 hari daya tetas menurun, kulit telur rata tidak kasar dan tidak retak, berat telur antara 45 - 55 gram. e. Untuk penetasan dapat dengan induk ayam itu sendiri (seekor induk dapat mengerami 8 - 12 butir telur). Penetasan dapat juga dilakukan dengan mesin tetas. Penanganan Telur. Telur yang diambil dari kandang sebaiknya disimpan ditempat yang sejuk dan disusun secara baik di atas tray (rak) telur, dengan bagian bawah yang tumpul ke atas dan bagian yang runcng ke bawah.Telur konsumsi sebaiknya berasal dari ayam induk yang tidak dicampur dengan pejantan, agar telur dapat bertahan lama. Penanganan telur tetas. Telur tetas berasal dari ayam induk yang dicampur dengan pejantan. Untuk mendapatkan fasilitas tinggi, 5 ekor induk dicampur dengan 1 ekor pejantan.Telur tetas harus besih dari kotoran disimpan dalam tempat telur dengan posisi, bagian yang tumpul menghadap ke atas dan bagian yang runcing menghadap ke bawah, dan disimpan dalam tempat yang sejuk. Telur ayam buras banyak digunakan untuk membuat kue, campuran jamu, dan untuk telur pindang. Hasil beternak ayam buras adalah : a. Pertama yang dihasilkan dari suatu peternakan ayam buras adalah ayam buras itu sendiri atau daging ayam. Ini merukapan prosuk utama yang merupakan sumber penghasilan peternakan. Bila keadaan normal, artinya usaha peternakan anda normal dan situasi pasaran normal maka dari daging ayam atau dari hasil menjual ayam ini dapat memberikan penghasilan minimal 70% dari total penghasilan peternakan anda. b. Hasil utama kedua dari peternakan ayam buras adalah telurnya. Walaupun tidak seberapa banyak (karena produksinya secara genetis memang rendah), tetapi harganya relatif lebih baik. Dalam keadaan normal, telur ini dapat menyumbang minimal sekitar 10 - 15 % dari total penghasilan peternakan ayam buras. c. Peternakan ayam buras juga juga dapat menghasilkan produk samping. Limbahnya (kotoran ayam) dapat diolah menjadi pupuk organik. Sumbangan limbah ini terhadap penghasilan peternakan sekitar 5%, tentu dalam keadaan normal. Kelebihan dari hasil beternak ayam buras adalah : Telur ayam buras : banyak disukai konsumen, harga lebih mahal dari telur ayam ras. Daging ayam buras : lebih disukai dari pada daging ayam ras, permintaan daging cukup tinggi, harga jual lebih tinggi dan peluang pasar masih terbuka luas. (Ir. Amirudin Aidin Beng, MM. Penyuluh Pertanian Madya. Sumber : Buidaya Ayam Buras, Ditjen Peternakan 2001)