Pemipilan Jagung
Jagung (Zea mays L.), merupakan tanaman pangan selain beras yang memiliki peran penting di dunia sebagai penghasil karbohidrat. Jagung di masa kini banyak dikonsumsi oleh masyarakat baik secara langsung maupun olahan. Selain itu, jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Kebutuhan jagung sebagai bahan pangan dan pakan terus mengalami peningkatan, namun ketersediaannya sering kali terbatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan produksi baik melalui perluasan lahan (ektensifikasi), maupun peningkatan produktivitas (intensifikasi).
Proses pemipilan jagung adalah pemisahan biji jagung dari bonggolnya, yang bisa dilakukan secara manual atau mekanis menggunakan alat pemipil jagung. Pemipilan jagung merupakan cara penanganan pascapanen yang membutuhkan perhatian. Kadar air jagung sekitar 18-20% dapat menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pemipilan jagung. Dalam proses pasca panen jagung, proses pemipilan memiliki tingkat kehilangan hasil jagung hingga mencapai 4% sedangkan kehilangan hasil jagung pada keseluruhan proses sebesar 5,2% (Sudjudi, 2004). Mesin pemipil jagung (corn sheller) merupakan salah satu teknologi pemipilan jagung yang sangat berperan penting dalam proses penanganan pascapanen jagung. Jagung akan lebih mudah dipipil dan kualitas pipilan lebih tinggi jika kadar air biji pada saat panen rendah (kurang dari 18%).
Metode Pemipilan Jagung
Manfaat Utama Pemipilan Jagung:
Alat pemipil jagung memungkinkan proses perontokan biji dari tongkol menjadi lebih cepat, dalam jumlah besar, dan dengan hasil yang lebih bersih, sehingga meningkatkan produktivitas petani dan pelaku usaha.
Dibandingkan metode manual, pemipilan dengan mesin secara signifikan menghemat waktu dan tenaga kerja yang sebelumnya dibutuhkan untuk memipil jagung satu per satu.
Proses pemipilan yang tepat dapat menekan tingkat kerusakan pada biji jagung, sehingga kualitas biji tetap terjaga dan mengurangi kehilangan hasil.
Jagung dalam bentuk pipil lebih mudah ditangani, diangkut, dan dijual kepada pasar atau pedagang besar yang membutuhkan pasokan jagung dalam bentuk pipilan.
Dengan hasil panen yang lebih bersih dan proses yang efisien, harga jual jagung pipil dapat meningkat, yang berdampak positif pada perekonomian petani.
Proses pemipilan yang efisien mempercepat kegiatan pasca panen, memungkinkan jagung untuk segera diolah lebih lanjut atau didistribusikan.
Hasil dari pemipilan adalah biji jagung pipil, sementara tongkol jagung dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, seperti media tumbuh jamur, sehingga mengurangi limbah.
Daftar Pustaka
Sudjudi. 2004. Alat pemipil jagung mudah dan murah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Nusa Tenggara Barat.
2 September 2025,
Penulis:
Tim BPP Abung Timur, Kab. Lampung Utara