CYBEX KAPUAS HULU “ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat berupaya menggenjot produksi beras lokal. Wilayah yang luas, didukung dengan sumberdaya alam yang melimpah merupakan modal yang sangat berharga untuk mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir SH disela-sela kesibukannya menghadiri acara peresmian Lumbung Pangan Jaya Murni di Desa Lubuk, Antuk, Kecamatan Hulu Gurung, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Kamis, 5 April 2012. Ditegaskan oleh Bupati, saat ini Kapuas Hulu masih menyimpan banyak potensi yang masih belum tergali secara optimal. Sehingga diperlukan berbagai upaya untuk merealisasikan keinginan pemerintah yang tidak lain bertujuan untuk mensejahteraan masyarakat Kapuas Hulu secara keseluruhan. Selama ini petani umumnya masih menanam padi untuk konsumsi sendiri. Kedepan, bagaimana caranya agar masyarakat bukan hanya bisa memakan beras dari padi yang telah ditanamnya. Melainkan juga dapat membeli lauk pauk dan kebutuhan rumah tangga dari beras yang diproduksinya, papar Nasir dihadapan puluhan petani, Muspida serta Muspika yang hadir dalam acara tersebut. Paparan mantan Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu tersebut merujuk kepada keinginan untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki jiwa agribisnis dan mandiri. Meski mengakui bahwa hal tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, namun pria yang akrab disapa Lay ini optimis. Menurutnya, dibutuhkan peran serta dari berbagai pihak, seperti PPL, petani, pengusaha serta intansi-instansi pemerintahan terkait yang saling mendukung dan bersinergi. Selain itu, dibutuhkan pula kebijakan-kebijakan daerah yang pro petani, sehingga harapan pemerintah tidak akan bertepuk sebelah tangan. Pemikiran Bupati yang masa kecilnya akrab dengan dunia pertanian ini tidak menguap begitu saja. Secara gamblang ditegaskannya bahwa pada saat ini, Pemkab Kapuas Hulu telah meminta kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kapuas Hulu untuk menampung beras-beras produksi lokal. Kedepan Bupati berharap, tidak ada lagi petani yang takut beras produksinya tidak laku di pasaran sehingga produksi beras lokal akan terus meningkat dari tahun ketahun. Targetnya tidak perlu besar dulu. Kalau belum bisa menjual keluar, setidaknya bisa mencukupi kebutuhan daerah masing-masing dululah, harapnya. Meski begitu, selain meningkatkan kuantitas, Nasir juga tetap menekankan adanya perbaikan kualitas hasil produksi sehingga kelak beras lokal dapat bersaing dengan beras-beras produksi daerah lain. Bahkan menurutnya, suatu saat beras-beras lokal yang ada di Kapuas Hulu perlu disertifikasi dan memperoleh izin dari BB POM. Akan kita lakukan secara bertahap. Tentunya hal-hal semacam itu sudah kita pikirkan sebelumnya, sambut Nusantara Gawat, S.Sos MM, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kapuas Hulu, yang mendampingi Bupati dalam acara tersebut. Kebijakan ini tentu saja disambut baik oleh para petani. Contohnya saja Sukirman (42). Petani yang pernah meraih predikat petani berprestasi Kabupaten Kapuas Hulu ini mengaku termotivasi dengan apa yang telah dipaparkan oleh Bupati. Menurutnya, selama ini pemasaran merupakan salah satu faktor keengganan para petani untuk meningkatkan hasil produksinya. Biaya yang dikeluarkan besar, dan kadang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikannya. Kalau dulu biasanya kami menjual beras dengan sistem estafet kepada kenalan kami saja, baik yang ada di kecamatan maupun di Putussibau (ibukota Kabupaten Kapuas Hulu). Tapi sekarang, kami tinggal menanam, memperbaiki kualitas produksi beras kami dan menjualnya ke BUMD, tukas pria yang pernah belasan tahun menjadi TKI di Malaysia ini. Sukirman termasuk salah satu petani yang produktif di daerahnya. Ia menanam padi tiga kali setahun, di luar kebiasaan masyarakat Kapuas Hulu yang umumnya menanam maksimal 2 kali setahun (Gadu dan rendengan). Berkat ketekunan dan ketelatenannya, tidak jarang ayah dua orang anak ini berangkat mewakili petani Kabupaten Kapuas Hulu dalam berbagai kegiatan dan ajang bertemunya petani-petani tingkat nasional.(at)