Siapa yang tak kenal buah anggur. Boleh dikata semua orang mengenalnya, bahkan sudah pernah menikmatinya. Buah anggur sangat digemari oleh semua lapisan masyarakat, baik dari kalangan anak-anak, dewasa maupun orang tua. Soalnya, buah yang sudah masak jika dimakan rasanya khas, segar, lezat, beraroma menawan dan rasanya ada yang manis, setengah manis atau setengah asam, tergantung dari jenis anggurnya.. Permintaan masyarakat akan buah anggur, khususnya buah segar cukup tinggi sebagai akibat bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi. Untuk memenuhi kebutuhan buah anggur bagi masyarakati belum mencukupi antara lain karena rendahnya produksi dan mutu anggur di dalam negeri. Hal ini karena belum banyaknya usahatani anggur di tanah air dan penerapan teknologi budidaya anggur di sentra-sentra produksi anggur belum sepenuhnya dilakukan oleh petani secara baik dan benar. Akibatnya, banyak anggur produk impor membanjiri pasar dalam negeri dan terlihat sangat dominan. Lihat saja buah anggur yang ada di pasaran, apalagi yang dijajakan di pasar swalayan, umumnya merupakan produk impor. Harganya pun relatif mahal sehingga yang membeli umumnya orang-orang yang berkantong tebal atau orang yang benar-benar ingin membelinya. Salah satu penyebab rendahnya produksi mutu anggur di dalam negeri antara lain karena pemupukannya belum dilakukan secara baik dan benar. Sebab, cepat atau lambat, unsur hara/nutrisi yang ada dalam media tanam akan berkurang sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya tanaman. Oleh karena itu supaya pertumbuhan tanaman subur dengan hasil buah yang bergelayutan, maka tanaman harus dipupuk. Untuk melakukan pemupukan, salah satunya kita perlu memperhatikan dimana tanaman anggur itu ditanam. Soalnya, untuk memupuk anggur yang ditanam dalam pot dan yang ditanam di pekarangan akan berbeda. Jenis pupuk Jenis pupuk yang digunakan, baik yang diberikan pada tanaman yang ditaruh dalam pot, atau di pekarangan berupa pupuk yang mengandung unsur makro dan mikro. Unsur hara makro yaitu unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah banyak seperti unsur hara N, P dan K. Sedang unsur hara mikro yaitu unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit misalnya unsur hara B, Fe,Zn, Ca, Co, Cu, Mn, Mo dan S. Untuk memilih jenis pupuk yang mengandung unsur makro dan mikro sebenarnya cukup mudah. Lihat saja pada kemasan pupuk tersebut. Sebab, pupuk yang dibuat oleh pabrik biasanya sudah mengkombinasikan pupuk makro dan mikro. Contohnya, pupuk daun Gandasil D dan Bayfolan. Dalam pupuk Gandasil D mengandung unsur makro (N,P dan K dengan perbanding 14 :12 :14) sekaligus unsur mikro (Mg, Mn, B, Cu, Co dan Zn). Sedang pupuk Bayfolan mengandung N, P dan K dengan perbandingan 11: 8 : 6 dengan tambahan unsur mikro Mg, Fe, B, Cu, Zn dan Co. Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak sepurna, misalnya gagalnya pembungaan dan pembuahan, buah terasa asam dan tanaman mudah terserang penyakit, tergantung dari fungsi unsur hara itu bagi tanaman. Oleh karena itu tanaman perlu dipupuk secara tepat dan berimbang, baik yang melalui akar maupun lewat daun. Pupuk yang diberikan melalui akar berupa pupuk organik, misalnya kotoran ayam, kambing, domba atau kotoran sapi dan pupuk anorganik, bisa berupa pupuk tunggal (Urea, ZA, SP 36 , TSP atau KCl) atau pupuk majemuk seperti pupuk NPK. Sedang pupuk daun diberikan untuk melengkapi unsur hara yang dibutuhkan tanaman yang tidak bisa diperoleh melalui akar. Memupuk Tanaman Dalam Pot Meski media dalam pot itu awalnya berasal dari media yng subur, tetapi ruang untuk mengambil unsur hara dalam pot sangat terbatas. Selain itu lama kelamaan unsur hara yang ada dalam pot itu akan berkurang sehingga tidak mencukupi bagi pertumbuhan tanaman.Oleh karena itu, untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang subur dengan buah yang optimal, suplai unsur hara harus diberikan secara rutin. Pemberian pupuknya bisa melalui akar ataupun lewat daunnya. Pupuk diberikan sejak benih ditanam dalam pot berumur 10 hari dengan Urea sebanyak 10 g atau 1 sendok makan/pot.. Cara pemberiannya, pupuk ditaburkan pada lubang yang mengelilingi tanaman sedalam 5 cm, kemudian ditutup tanah dan disiram. Cara ini dilakukan setiap 10 hari sekali. Pada awal, sejak tanaman dipindahkan ke dalam pot disemprot dengan pupuk daun yang mengandung unnsur hara N tinggi. Pemupukan ini dilakukan sampai tanaman ber umur 6 bulan. Setelah itu, gunakan pupuk daun dengan komposisi N, P dan K yang seimbang sampai tanaman menjelang berbuah. Saat tanaman berumur 3 bulan diberi Urea sebanyak 15 g yang diberikan 15 hari sekali dengan cara yang sama sampai tanaman berumur 6 bulan. Pada ssat tanaman berumur 6 bulan, pupuk yang diberikan berupa pupuk NPK 15: 15: 15 sebanyak 1 sendok makan setiap 1 bulan sekali dengan cara yang sama. Selain itu diberi pupuk daun untuk melengkapi unsur hara yang tidak dapat diperoleh melalui akarnya, misalnya pupuk Gandasil, Bayfolan, Growmore atau Gandapan yang pemberiannya sesuai aturan yang tertera apda label kemasan pupuk daun tersebut. Memupuk Tanaman di Pekarangan Setelah 10 hari benih ditanam, diberi pupuk Urea sebanyak 10 gram atau NPK yang mengandung kadar N tinggi sejumlah 15 gram per tanaman yang diberikan 10 hari sekali sampai tanaman berumur 6 bulan. Setelah berumur 6 bulan diberi pupuk campuran Urea/ZA, SP-36/TSP dan KCl dengan perbandingan 2:1:1, yaitu 50 gr Urea/ZA, 25 grSP 36/TSP dan 25 gr KCl. Bisa juga dengan pupuk NPK 15: 15 :15 sebanyak 100 gr per tanaman. Pemberiannya diberikan setiap 1 bulan sekali. Sesudah tanaman berbuah, selain diberi pupuk seperti di atas, diberi pupuk kandang yang matang 1 tahun sekali setelah panen, tepatnya 1-2 minggu sebelum tanaman dipangkas. Pada tahun pertama, diberi pupuk kandang sebanyak 5 liter, tahun kedua 10 liter dan tahun ketiga 15 liter. Pada tahun-tahun berikutnya diberi 15 liter, tergantung dari kondisi tanaman. Setiap kali dipanen atau sebelum dilakukan pemangkasan berat diberi pupuk NPK 15:1 5:15 yang ditambah unsur hara mikro (pupuk daun). Tahun pertama sejak tanaman berbuah, diberi pupuk NPK sebanyak 300 gr, tahun kedua 500 gr, tahun ketiga 750 gr dan tahun keempat 1.000 gr per tanaman. Pada tahun-tahun berikutnya dosis pupuk NPK yang diberikan tetap 1.000 gr/tanaman. Pupuk daun diberikan 2 minggu sekali sesuai aturan yang tertera pada label kemasannya. Cara pemberian pupuk oranik maupun anorganik tersebut, dibuat parit dengan jarak 25-30 cm mengelilingi tanaman sedalam 5-6 cm. Setelah itu, pupuk ditaburkan ke dalam parit secara merata lalu ditutup kembali dengan tanah dan disiram supaya pupuk cepat terserap akar tanaman (Muchdat Widodo)) ========================================================================== Penulis : Ir.Muchdat Widodo,MM Penyuluh Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembang- an SDM pertanian Sumber : 1. Bernard T.Wahyu Wiryanta. Membuahkan Anggur di Dalam Pot dan Pekarangan.PT.AgroMedia Pustaka, Jakarta Selatan, 2004 2. Eko M.Nurcahyo. Anggur Dalam Pot. Penebar Swadaya, Depok-Jawa Barat, 2010.