Loading...

PEMUPUKAN BERIMBANG PADI SAWAH MELALUI UJI TANAH di KELOMPOK TANI MEKAR SARI PEKON AMBARAWA TIMUR

PEMUPUKAN BERIMBANG PADI SAWAH MELALUI UJI TANAH di KELOMPOK TANI MEKAR SARI PEKON AMBARAWA TIMUR
Salah satu tujuan berusaha tani padi sawah adalah meningkatkan produksi dan pendapatan atau keuntungan yang tinggi. Program SLPPT Rendeng Tahun 2012/2013 yang di laksanakan di kelompok Tani Mekar Sari Ambarawa Timur mendapat respon yang cukup baik dari anggota kelompok dari banyaknya anggota yang hadir dan antusiasme penyerapan teknologi yang di sampaikan penyuluh . Rencana pertemuan 10 kali (dari pengolahan lahan sampai panen) dengan metode pembelajaran pendidikan orang dewasa. Melalui pertemuan di dalam ruangan dan pengamatan di Lahan Sawah. melalui lahan percontohan (laboraturium lapang/LL seluas 1 ha) lahan sawah pak Tupar salah satu anggota dari kelompok sebagai tempat untuk pengamatan. Dengan Perlakuan dengan system tanam jejer legowo 2:1 , 4:1, dan tegel sebagai perbandingan sehingga saat panen bisa dilihat mana yang menguntungan atau tidak. Soalnya dari beberapa penelitian bahwa jejer legowo 2:1 yang lebih menguntungan (karena prinsip legowo memanipulasi seolah tanaman menjadi tanaman pinggir / taping dan juga memperbanyak ppulasi tanaman), tetapi petani tidak semudah itu mengubahnya pingin adanya pembuktian. Selain itu antusiasme petani bahwa sebenarnya lahan sawah yang mereka Tanami sebenarnya status yang tersedia di lahannya sawahnya berapa Tinggal menambahinya. Selain itu dalam pemupukan selama ini, mereka tidak tau cara menghitung kebutuhan pupuk apalagi mengkonversi pupuk tunggal ke pupuk majemuk dan pentingnya pemberian pupuk organik. Saya selaku PPL Ambawa mencoba menerapkan teknologi bersama dengan kelompok Mekar Sari:Labratorium Lapang (LL)Kelompok Tani : Mekar SariPekon : Ambarawa TimurKetua : SujokoVarietas: Padi CiherangLahan Sawah milik anggota kelompok (Bapak Tupar) 1 HaMelalui Perlakuan :1. Penamaman bibit muda (<21 hari)2. Tanam bibit 1-3 batangper rumpun3. Pengaturan Populasi TanamanUji pengaturan populasi tanaman melalui jejer legowo 2:1 (25x12,5x50cm), 4:1 (25x12,5x50cm), Sistem tegel (25x25cm) 4. Pemupukan Berdasarkan Kebutuhan Status Hara Tanah melalui Perangkat Uji Tanah Sawah (Paddy Soil Test Kit)a. Alat yang digunakan : cangkul, ember plastic untuk mengaduk kumpulan contoh tanahb. Cara pengambilan contoh tanah: Cara diagonal ambil 7 titik, cangkul sedalam cangkulan ambil tanahnya masukkan kedalam ember kemudian keringkan terus aduk dan siap diambil untuk diuji hanya 1/2 sendok spatula untuk pengujian masing-masing status Hara Tanah N, P, K, dan Ph. Dari hasil pengujian sampel tanah yang dicampur dengan pereaksi yang dimasukkan dalam tabung reaksi kemudian di cocokkan dengan indicator bagan warna uji tanahDi dapatkan dari hasil uji tanah :Kadar N tinggi, P tinggi, K rendah dan Ph agak masam (5-6) Dari hasil uji tersebut Rekomendasi pemupukan dalam 1 Ha :Untuk Pupuk tunggal Urea 200kg, SP-36 50 kg, KCl 100 kg atau kalo di konversi ke pupuk majemuk dan tunggal rekomendasinya Pupuk Urea 200kg, PONSKA 150 Kg, KCl 60 kg Cara dan waktu pemupukan pupuk tunggal dan majemuk Untuk Urea, SP-36, dan KCl1-2 minggu setelah tanam (MST): Urea 16,5 kg; SP-36 12,5 Kg; KCl 12,5 kg3-5 MST : Urea 16,5 kg ;Kcl 12,5 kg;6-7 MSTDan untuk 6-7 MST: cukup urea 17 kg Kalo mau di pupuk majemuk (Laboratrium lapang di Kelmpk Mekar Sari pake yang ini)1-2 mst : PONSKA 37,5 Kg (Baru kmarin di pupuk di LL)3-5 mst: Urea 25 kg; KCl 15 kg6-7 mst: 25 kgKarna di kios sulit di cari KCl dan pengganti pupuk Tunggal yang isi nya sama dengan KCL maka di gantikan dengan pupuk KCl buatan bisa dengan Jerami yang diolah menjadi pupuk atau sabut kelapa yang di rendam selama seminggu sebagai pengganti KCl.Maka di sarankan petani untuk tidak membakar jerami setelah panen atau bisa memanfaatan limbah pertanian atau sebagai alternative pemupukan.Cara pemberian pupuk untuk legowo 2:1 dan 4:1 di berikan hanya di baris tanaman padi sehingga menghemat pupuk Di harapkan dengan penerapan tehnologi tersebut petani bisa mencobanya di lahan sawahnya masing-masing nantinya. Selain menekan kebutuhan pupuk juga meningkatkan pendapatan petani. Karna selama ini penggunaan pupuk sangat beragam bahkan sampai berlebih yang berakibat fatal terserangnya hama dan penyakit karna pupuk tidak berimbang. Oleh: Ambar Widiatmoko, A.Md