PENDAHULUAN Pupuk adalah bahan yang mengandung dan dapat terurai menjadi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman bila diberikan baik secara langsung kedalam tanah atau melalui daun. Misalnya pupuk Urea yang mengandung unsur N atau pupuk SP36/TSP yang mengandung unsur P. Unsur hara dalam tanah sebenarnya ada namun ketersediaannya untuk memenuhi kebutuhan tanaman masih kurang yang disebabkan karena beberapa hal antara lain semakin tuanya umur tanah yang mempengaruhi kesuburan dan berkurangnya kesuburan akibat penanaman secara intensif tanpa diimbangi dengan penambahan pupuk. Selain itu, pemupukan dibutuhkan karena adanya keinginan untuk memperoleh hasil tanaman yang lebih tinggi. PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK Berdasarkan bahan baku penyusunnya, terdapat 2 (dua) jenis pupuk yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, hewan, dan manusia. Sedangkan pupuk anorganik tersusun dari bahan kimia yang diproduksi di pabrik. Pupuk anorganik dibagi menjadi 2 (dua) jenis berdasarkan kandungan unsurharanya yaitu pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pupuk tunggal mengandung 1 (satu) unsur hara seperti Urea (N), TSP/SP36 (P), KCl (K) dll. Sedangkan pupuk majemuk mengandung lebih dari 1 (satu) unsur hara seperti pupuk “Phonska” atau “Mutiara” yang mengandung 3 (tiga) unsur hara utama (N, P, dan K). Keunggulan pupuk anorganik adalah kandungan unsurharanya yang lebih tinggi daripadi pupuk organik serta reaksinya terhadap tanaman lebih cepat sehingga pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman lebih cepat terlihat. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung dll), limbah ternak, limbah industri pertanian, dan limbah kota (sampah). Pupuk organik memiliki keunggulan dalam mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan mencegah degradasi lahan. Pupuk organik juga berperan dalam memperbaiki sifat fisika, kimia biologi tanah serta lingkungan. Selain menyediakan hara makro (nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur), keunggulan lain dari pupuk organik adalah mampu menyediakan unsurhara mikro seperti zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan besi. FAKTOR YANG DIPERHATIKAN DALAM PEMUPUKAN Tidak semua tanaman dipupuk dengan jenis dan dosis yang sama. Jenis dan dosis pemupukan tergantung pada: Jenis Tanah. Tingkat kesuburan dan kandungan unsurhara pada setiap jenis tanah tidaklah sama. Sebagai contoh pada tanah kering masam, pupuk P harus lebih banyak diberikan karena unsurhara P dalam tanah terjerap oleh Al atau Fe. Lebih lanjut, sebelum dilakukan pemupukan, pada jenis tanah ini, perlu dilakukan pemberian bahan organik atau kapur. Iklim. Pupuk yang telah diberikan dapat hilang melalui erosi dan pencucian, sehingga dosis pupuk yang diberikan pada musim hujan lebih tinggi mengingat kemungkinan banyak pupuk yang hilang. Jenis Tanaman. Setiap jenis tanaman memerlukan unsurhara yang berbeda banyaknya. Misalnya, tanaman umbi-umbian membutuhkan lebih banyak K untuk pembentukan umbi, tanaman kacang-kacangan memerlukan lebih sedikit N tetapi lebih banyak SO4 agar hasilnya lebih baik. FUNGSI UNSURHARA MAKRO Terdapat 3 (tiga) jenis unsurhara makro yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman. Ketiga unsurhara tersebut mempunyai fungsi sebagai berikut: Nitrogen (N): Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan Berfungsi untuk sintesis asam amino dan protein dalam tanaman Merangsang pertumbuhan vegetatif (warna hijau daun, panjang daun, lebar daun) dan pertumbuhan vegetatif batang (tinggi dan ukuran batang). Kekurangan N menyebabkan: pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati. Kelebihan N menyebabkan: kerentanan terhadap hama penyakit. Phospor (P). Pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman Merangsang pembungaan dan pembuahan Merangsang pertumbuhan akar Merangsang pembentukan biji Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel Kekurangan P menyebabkan: pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan Kalium (K). Berfungsi dalam proses fotosintesis, pengangkutan hasil asimilasi, enzim, dan mineral termasuk air. Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit Tanaman yang kekurangan unsur kalium gejalanya: batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun. EFISIENSI PEMUPUKAN Tidak semua pupuk yang diberikan, terutama melalui tanah, dapat diserap oleh tanaman. Sebagian hilang karena penguapan, erosi, pencucian, terbawa air irigasi atau terikat oleh tanah. Jumlah pupuk yang mampu diserap oleh tanaman dari jumlah pupuk yang diberikan disebut efisiensi pemupukan. Umumnya pupuk N diserap sekitar 20-30%, pupuk P sekitar 15-20% dan pupuk K sekitar 25-30%. efisiensi pemupukan dapat ditingkatkan melalui beberapa cara, yaitu: Pemberian pembenah tanah, misalnya pemberian kapur yang dapat meningkatkan jumlah unsurhara yang tersedia. Pemberian pupuk organik yang dapat memperbaiki sifat fisik tanah sehingga meningkatkan jumlah unsurhara yang tersedia Pemupukan yang tepat cara, waktu dan dosis. Pemberian pupuk nitrogen sebaiknya dilakukan dengan cara dibenamkan untuk memperkecil kehilangan melalui penguapan, dan pemberiannya tidak sekaligus tetapi disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Memberikan pupuk berbentuk tablet yang “slow release Penyusun: Fauziah Yulia Adriyani Sumber bacaan: Pedoman Umum Pengelolaan Tanah dan Hara untuk Pertanian (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementan).