Tanaman Bunga mawar dapat memberikan hasil yang cukup tinggi apabila diikuti dengan penerapan teknologi yang memadahi. Teknologi yang memadahi yaitu teknologi yang diterapkan sesuai dengan sifat komoditas itu sendiri maupun kondisi agroekosistem dimana komoditas tersebut ditanam. Dalam pemahaman agroekosistem untuk memacu kebehasilan peningkatan hasil dapat berpacu pada karakteristik biofisik daerah antara lain mengenal lokasi tanam, paham iklim tanam, paham kesediaan air dalam penggunaannya, topografi dan karakteristik tanah yang tepat untuk budidaya, potenis lahan pertanian 5 - 10 tahun terakhir dierah masing -masing dan paham terhadap infrastruktur daerahnya. Pemupukan tanaman bunga mawar dimulai dari pengolahan tanah ke dua, menam bunga mawar, pemeliharaan hingga pemupukan setelah panen bunga. Pemupukan menggunakan pupuk organik diberikan satu tahun sekali yang terdiri dari ; pupuk kandang berupa kotoran ayam, kuda, domba atau kompos yang telah matang (siap pakai). Dosis yang ditaburkan sebanyak 20 sampai 30 ton/ha. Cara menggunakan Pupuk organik/kandang antara lain dengan cara; menaburkan pupuk organik secara merata dilahan yang sudah didiamkan sekitar 2 minggu, setelah ditabur hingga rata lalu dibajak/dicangkul hingga tercampur dengan baik dan kemudian dibuat bedengan sesuai dengan ukuran yang direkomendasikan. Setelah tebentuk bedengan lalu ditutup menggunakan Mulsa Hitam Perak dan setelah rapi kemudian didiamkan kurang lebih satu minggu baru lahan siap untuk ditanami . Jenis dan dosis pupuk pada tanaman bunga mawar baik itu anorganik maupun organik yang dapat memacu dan memaksimalkan pertumbuhan bunga adalah sebagai berikut: Pupuk anorganik dapat diberikan sebagai pupuk tunggal atau majemuk, pemberian pupuk anorganik pada tanaman sebaiknya tanah dalam kondisi lembab. Cara yang baik adalah dengan mengairi lahan tanaman sehari sebelum dilakukan pemupukan. Pemerian Pupuk NPK sebaiknya diberikan 1 s/d 2 minggu setelah tanam atau diperkirakan akar pada tanaman telah tumbuh dan berkembang dengan baik, sehingga pupuk yang diberikan dapat diserap langsung oleh tanaman. Dosis pupuk NPK sebayak 5 g/tanaman. Cara memupuknya adalah dengan melubangi disisi-sisi tanaman menggunakan tugal dari batang kayu yang diruncingkan di bagian bawah lalu ditaburkan pupuk NPK sesuai anjuran selanjutnya ditutup lagi menggunakan tanah tipis tipis. Pemupukan NPK dapat diulang pemupukkannya setiap 3 bulan sekali. Pemupukan susulan dilakukan dua kali setahun yaitu setelah tanam berumur 6 bulan atau lebih juga berdasarkan pengamatan mingguan bila kondisi tanaman sudah mulai ada tanda-tanda pertumbuhan lambat segera lakukan pempukan. Adapun dosis setiap hektar lahan membutuhkan 100 kg urea, 200 kg zk, dan TSP 200 kg. cara melakukan pemupukan semua pupuk kita campur kemudian ditaburka pada lubang-lubang pupuk sesuai dengan dosis kurang lebih 15 g/tanaman atau menggunakan pupuk anorganik lainnya seperti pupuk dengan dosis 300 kg N, 200 kg P2O5 dan 150 kg K2O setiap kali memupuk/hektar lahan Adapun selama massa produktif, yang bertujuan untuk mempertahankan produktivitasnya, maka perlu melakukan pengaturan pemupukan antara lain pemberian pupuk N diberikan sebulan sekali dengan takaran ± 100 kg urea/ha, pupuk P dan K diberikan 3 bulan sekali sebayak 100 kg/ha. Pupuk daun diberikan 2 minggu sekali dengan cara disemprotkan kebagian bawah daun pada waktu pagi hari sekitar jam 7 - 9, pupuk tersebut akan masuk kedalam jaringan tanaman melalui stomata lalu diproses dan disuplay ke seluruh jaringan tanaman. Pemupukan daun ini bertujuan untuk mempercepat penyediaan unsur hara pada daun sehingga pertumbhan daun akan lebih besar, berwarna hijau tua, bunga lebih banyak dan percabangannya lebih kuat. Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti, rawabelong.com ; komunitas bunga, tanaman hias dan ikan hias rawabelong, http://rawabelong.com Powered by: Joomla! Generated