Loading...

Pemupukan Kapas

Pemupukan Kapas
Tanaman kapas merupakan tanaman penghasil serat yang merupakan bahan baku industri tekstil. Sampai saat ini peranannya masih lebih besar di banding serat sintensis, terutama di Negara yang beriklim tropis. Pengembangan tanaman kapas belum memadai kerena rendahnya produktivitas yang di capai, sehingga sulit bersaing dengan komoditas lain. Rendahnya produktivitas ini terutama di sebabkan karena berbagai kendala baik masalah teknis maupun non teknis yang belum dapat di atasi. Masalah teknis terutama karena belum di terapkannya paket teknologi sesuai anjuran. Untuk melakukan penanaman kapas yang baik maka perlu dilakukan pemupukan dengan baik. Jenis Pupuk Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen (Urea dan ZA),Phospor (TSP) dan Kalium (KCI). Khusus untuk tanah yang kurang mengandung kapur perlu perlakuan pengapuran, tanpa menggunakan pupuk ZA. Penggunaan pupuk TSP dapat digantikan dengan pupuk SP-36. Dosis Pupuk Dosis pupuk untuk masing-masing daerah penanaman berbeda. Apabila menggunakan SP-36, maka dosis pemupukan pertama adalah 83,5 kg dan pemupukan kedua 83,5 kg. Apabila curah hujan terbatas maka pemupukan ke 3 dan ke 4 di lakukan sekaligus. Dapat pula di tambah pemupukan melalui udara/daun dengan cara menyemprotkan sebanyak 2 % dosis urea Khusus Kapas Hibrida, jika menggunakan pupuk tunggal, maka jenis dan dosis yang di gunakan untuk setiap hektarnya adalah: 100 kg N2 atau setara dengan 218 kg Urea, 60 kg P2O5 atau setara dengan 130 kg TSP atau setara dengan 167 kg SP-36, 60 kg K2O atau setara dengan 100 kg KCI Jika mengunakan pupuk majemuk, maka dapat menggunakan pupuk NPK dengan perbandingan 15:15:15, dengan dosis 200 kg/ha ditambah 100 kg Urea. Waktu pemupukan Pemupukan di laksanakan 2 kali yaitu : Pemupukan pertama dilaksanakan sehari sebelum tanam atau pada saat tanam dengan menggunakan N (Urea) 1/3 dosis, N (ZA) 1 dosis, TSP 1 dosis dan KCI 1 dosis. Pemupukan ke II di laksanakan setelah tanaman berumur 30-60 Hari dengan menggunakan N (Urea) 2/3 dosis(sisa Urea pada pemupukan I). Untuk kapas Hibrida, pemupukan pertama dilakukan pada saat tanam atau 7 hari setelah tanam, pemupukan kedua 21 hari setelah tanam, ketiga 45 hari setelah tanam dan pemupukan keempat 70-80 hari setelah tanam. apabila menggunakan SP-36, maka pemupukan pertama adalah 83,5 kg dan pemupukan kedua 83,5 kg. Apabila curah hujan terbatas maka pemupukan ke-4 di lakukan sekaligus pada pemupukan ke-3 Di tambah pemupukan melalui udara/daun dengan cara menyemprotkan sebanyak 2 % dosis urea Apabila menggunakan pupuk majemuk maka dosis pada pemupukan pertama dan pemupukan kedua masing-masing 200 kg dan pemupukanketiga dan keempat masing-masing 50 kg. Cara pemupukan Sebelum pemupukan harus di lakukan penyiangan terlebih dahulu. Pupuk di benamkan secara melingkar pada tanaman dengan cara ditugal sedalam 5 cm pada radius 15 cm dari batang tanaman, dibenamkan, ditutup dengan tanah dan diairi Sebelum pelaksanaan pemupukan, perlu di lakukan pengetesan terhadap tanah supaya dapat menggunakan dosis pupuk secara lebih tepat,sehingga lebih efisien. Pemupukan melalui daun pada umur kapas sekitar 80-70 hari di lakukan dengan cara menyemprotkan sebanyak 2 % dosis urea yang dicairkan dalam 100 liter air,atau menggunakan pupuk daun yang tersedia di pasaran. Menyemprotkan hormone atau tonic (micronutrient) dapat dilakukan 3 kali setelah tanaman berumur 30 hari dengan selang waktu 15 hari sekali. Cara penempatan pupuk dapat pula di lakukan dengan cara di sebar secara merata sehari sebelum tanam atau pada saat tanam, atau di taburkan bersama-sama dalam satu alur menurut baris tanaman yang di buat terlebih dahulu dengan kedalaman 7-10 cm(sedikit lebih dalam dari tempat biji yang akan di tanam). Alur ini kemudian di tutup dengan tanah. Alur dapat di buat sejajar dekat baris tanaman kapas dengan jarak 10-15 cm. Penempatan pupuk terutama pada pemupukan kedua dilakukan hati-hati agar tidak mengenai akar-akar tanaman. (Shalimar Andaya Nia) Sumber: Departemen Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, Petunjuk Teknis Budidaya Kapas, Jakarta, 1996.