Loading...

Pemupukan Kentang

Pemupukan Kentang
Setelah benih kentan ditanam, supaya dapat diperoleh hasil yang optimal harus dipelihara sampai tanaman usia panen. Salah satu pemeliharaan yang ahrus dilakukan adalah pemupukan, karena tanah tempat penanaman kentang cepat atau lambat kekurangan unsur hara. Dengan dilakukan pemupukan yang tepat, maka tanaman selalu memperoleh unsur hara yang cukup untuk pertumbuhannya. Tujuan dari pemupukan adalah untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh secara optimal yang pada akhirnya bisa diperoleh umbi yang optimal pula. Pemupukan pada kentang ada dua maacam, yaitu pemupukan dasar dan pemupukan susulan. 1. Pemupukan Dasar Adalah memberikan hara dasar di dalam tanah pada garitan yang telah disiapkan. Tujuannya supaya tanah selalu tersedia unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman secara optimal oleh benih kentang yang baru ditanam. Pada pemupukan dasar, pemupukannya harus mengacu pada 4 tepat, yaitu tepat dosis, tepat cara, tepat waktu dan tepat jenis. Sebagai pupuk dasar menggunakan pupuk organik yagn sudah matang dan terdekomposisi (terurai) dengan baik. Pupuk Selain itu diberikan pula pupuk anorganik, tetapi dalam pemberiannya tidak boleh bersinggungan dengan benih yang ditanam karena dapat menyebabkan pembusukan benih yang ditanam tersebut. Pupuk organik yang dibunakan berupa pupuk kandang yang matang sebanyak 7 - 10 ton/ha (bokhasi), 15 - 20 ton/ha (kotoran ayam) dan 20 - 30 ton/ ha (kotoran sapi). Sedang pupuk anorganik, takarannya untuk N (100 - 150 kg/ha) setara dengan 476 -714 kg ZA/ha atau dengan Urea 217 -326 kg Urea/ha, P2O5 150 - 200 kg setara dengan 416 - 555 kg SP 36/ha dan K2O sebanyak 100 -150 kg/ha setara dengan 166 - 250 kg KCl/ha. Cara pemberiannya, pupuk organik ditempatkan di antara benih yang telah diletakkan di dalam garitan, sedang pupuk anorganik (buatan) diletakkan di atas pupuk organik. Benih dan pupuk ditimbun dengan tanah sehingga membentuk guludan dengan tinggi ± 10 cm dari permukaan tanah. 2. Pemupukan Susulan Adalah memberikan pupuk sebagai nutrisi tambahan sesuai kondisi pertumbuhan tanaman di lokasi pertanaman kentang. Tujuannya adalah untuk menambah kebutuhan hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga umbi kentang dapat tumbuh normal. Sebagaimana pemupukan dasar, pada pemupukan susulan juga harus mengacu pada 4 tepat, yaitu tepat dosis, tepat cara, tepat waktu dan tepat jenis yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Jumlah pupuk yang diberikan sekitar 5 - 10 gr mupuk majemuk NPK per tanaman. Pupuk ditaburkan di sekitar tanaman setelah tanaman berukur 25 - 30 hari setelah tanam. Pemupukan ini dilakukan setelah penyiangan yang dilanjutkan dengan pembumbunan I. Jumlah pupuk organik untuk tanaman kentang antara daerah yang satu dengan daerah lain bisa tidak sama karena antara lain tergantung dari kesuburan tanah. Petani kentang di daerah Dieng (jawa Tengah) misalnya, jumlah pupuk yagn diberikan, Urea 500 kg, TSP 300 kg dan KCl 1.200 kg untuk setiap hektarnya. Sedang di daerah Karangreja, Purbalingga (Jawa Tengah), menggunakan Urea 100 - 150 kg, TSP 100 - 150 kg dan KCL 100 - 150 kg. Sementara itu petani kentang di daerah Pangalengan (Jawa Barat), menggunakan Urea 400 - 600 kg, TSP 300 - 400 kg dan KCL 100 kg. Takaran jumlah pupuk yang diberikan itu berbeda antara lain karena perbedaan kesuburan tanah, PH tanah dan struktur tanahnya. Pemberian pupuk tersebut seperti NPK, Urea, ZA, TSP, KCl dan pupuk organik dilakukan 20 hari sekali dengan pertimbangan : a. Setelah tanaman berumur 20 - 30 hari sejak benih ditanam, mulai ada pertumbuhan umbi dan pada umur ini, tanaman diberi pupuk NPK dengan perbandingan yang sama. b. Menginjak umur 40 - 50 hari mulai terjadi pembesaran umbi. Pada umur ini, tanaman diberi pupuk yang kandungan NP-nya tinggi. c. Umur 60 hari tanaman mengalami pembesaran optimal sampai 90 hari. Pada umur ini, tanaman diberi pupuk yang kandungan PK-nya tinggi. d. Umur 90 - 110 hari (tergantung dari varietas kentang yang ditanam) terjadi proses penuaan umbi dan umbi siap dipanen (setelah daunnya mengering semua). Karena itu, menginjak umuir 80 - 90 hari, tanaman diberi pupuk yang kandungan NP-nya tinggi.       umbi kentang tersebut ditaburi dengan serbuk Baculovirus (BV) maupun menggunakan agen Penulis : Ir.Muchdat Widodo,MM Penyuluh Madya, Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembang- an SDM pertanian Sumber : 1. Dr.Ir.Muchjidin Rachmat,MS. Standar Operasional Prosedur Budidaya Kentang Varietas Granola (Solanum tuberosum) Kab. Bandung Prov.Jawa Barat. Direntorat Budidaya Tanaman Sayuran dxan Biofarmaka, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, 2010. 2. Setiadi dan Surya Fitri N. Kentang, Varietas dan Pembudidayaan. Penerbit PT.Penebar Swadaya, Jakarta 10610, 1994.