Padi gogo, atau padi lahan kering, merupakan salah satu varietas padi yang tumbuh tanpa memerlukan pengairan intensif. Sistem tumpang sisip atau tumpang sari antara padi gogo dan tanaman perkebunan seperti karet, kelapa sawit, kopi, kakao, dan pisang, menjadi strategi yang efektif untuk memanfaatkan lahan secara optimal. Namun, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada manajemen nutrisi yang tepat, terutama kebutuhan pupuk. Artikel ini akan membahas kebutuhan pupuk padi gogo dalam sistem tumpang sisip dengan tanaman perkebunan, serta menyertakan tinjauan pustaka terkait. Kebutuhan Pupuk Padi Gogo pada Tumpang Sisip dengan Tanaman Perkebunan Pupuk Nitrogen (N) Nitrogen adalah elemen esensial yang dibutuhkan tanaman padi untuk pertumbuhan vegetatif, termasuk pembentukan daun dan batang. Padi gogo membutuhkan sekitar 60-90 kg N per hektar tergantung pada kondisi lahan dan intensitas tanaman perkebunan. Pada tumpang sisip dengan kelapa sawit atau karet, aplikasi pupuk nitrogen harus memperhatikan kebutuhan nitrogen tanaman perkebunan untuk menghindari persaingan dan defisiensi. Pupuk Fosfor (P) Fosfor penting untuk perkembangan akar, pembungaan, dan pengisian bulir padi. Padi gogo biasanya memerlukan sekitar 30-50 kg P2O5 per hektar. Dalam sistem tumpang sisip dengan kakao atau kopi, pemupukan fosfor harus dilakukan secara efisien untuk mendukung perkembangan akar kedua tanaman tanpa terjadi defisiensi. Pupuk Kalium (K) Kalium berperan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan dan penyakit, serta memperbaiki kualitas bulir padi. Padi gogo membutuhkan sekitar 40-70 kg K2O per hektar. Tumpang sisip dengan tanaman seperti pisang yang juga memerlukan kalium tinggi, memerlukan manajemen pemupukan yang baik untuk mencegah persaingan. Pupuk Organik Pupuk organik membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas retensi air, dan menyediakan nutrisi mikro yang penting bagi tanaman. Padi gogo dalam sistem tumpang sisip memerlukan sekitar 2-3 ton pupuk organik per hektar, tergantung pada kondisi tanah. Penggunaan pupuk organik sangat dianjurkan untuk meningkatkan kesuburan tanah secara keseluruhan, yang bermanfaat bagi kedua jenis tanaman. Pupuk Mikro (Zn, Fe, Mn) Nutrisi mikro seperti seng (Zn), besi (Fe), dan mangan (Mn) penting untuk mendukung berbagai fungsi biokimia dan fisiologis tanaman. Aplikasi pupuk mikro seringkali berkisar antara 5-10 kg per hektar, tergantung pada kebutuhan spesifik tanah dan tanaman. Tumpang sisip dengan tanaman perkebunan dapat menyebabkan kompetisi untuk mikronutrien tertentu, sehingga diperlukan monitoring dan aplikasi yang tepat. Pemenuhan kebutuhan pupuk pada padi gogo dalam sistem tumpang sisip dengan tanaman perkebunan merupakan faktor kunci untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan lahan. Nitrogen, fosfor, kalium, pupuk organik, dan mikronutrien lainnya harus dikelola dengan baik agar kedua jenis tanaman dapat tumbuh optimal tanpa saling berkompetisi. Dengan manajemen pupuk yang tepat, sistem tumpang sisip dapat memberikan manfaat ekonomi dan ekologis yang signifikan bagi petani. Demikian pemupukan padi gogo yang disarankan dalam budidaya padi gogo. Daftar Pustaka Dari berbagai sumber