Loading...

PEMUPUKAN PADI SAWAH

PEMUPUKAN PADI SAWAH
Pemupukan padi sawah berdasarkan target hasil panen yang diinginkan melalui pendekatan tehnologi pemupukan dapat dilaksanakan dengan asumsi faktor lain seperti kesediaan air, benih, gangguan hama dan penayakit tidak berpengaruh. Pada dasarnya pemupukan padi sawah mengenal bebrapa istilah seperti pemupukan berimbang, pemupukan spesifik lokasi yang pada dasarnya identik satu sama lain. Akan tetapi pemupukan berimbang sering disalah artikan sebagai pemupukan lengkap (N,P, K, S, Mg, ¦dst) yang diidentikkan dengan pupuk majemuk. Secara sederana dapat dikatakan bahwa pemupukan berimbang mengacu pada keseimbangan antara unsur hara yang dibutuhkan tanaman padi berdasarkan sasaran tingkat hasil yang ingin dicapai dengan ketersediaan hara yang ada dalam tanah. Mengingat beragamnya kondisi kesuburan tanah anatara lokasi satu dengan lokasi lainnya, maka takaran dan jenis pupuk yang pupuk untuk lokasi tersebut tentunya akan berbeda pula. Itu sebabnya pemupukan berimbang sering disebut pemupukan atau pengelolaan hara spesifik lokasi. Pemupukan berimbang juga menawarkan optimasi penggunaan hara dari sumber alami seperti jerami, pupuk kandang, dan air irigasi itu sendiri.Tahapan Pemupukan Berimbang; mencakup tiga langkah yaitu a) .Langkah I Tetapkan Target hasil yang realistis yang ingin dicapai; (1) Tentukan target hasil berdasarkan hasil panen tertinggi yang pernah dicapai dengan pengelolaan tanaman yang biasa dilakukan petani. Dalam hal ini tidak ada kendala dalam penyediaan hara NPK untuk tanaman padi pada saat iklim baik. Ambil angka rerata dari hasil panen 5 petani contoh yang mewakili satu hamparan sekitar 100 Ha. (2). Target hasil tersebut mencerminkan jumlah total hara yang harus tersedia dalam tanah dan yang diserap oleh tanaman. (3). Tingkat hasil tergantung pada iklim, varitas yang digunakan, dan pengelolaan sumberdaya dan tanaman lainnya. b). Langkah II Gunakan hara yang sudah tersedia secara efektif;(1) Buat 5 peta komisi atau omission plot dari satu hamparan seluas 100 ha, (2). Ukur hasil panen peta komisi yakni hasil panen tanpa diberi pupuk N, Tanpa pupuk P, tanpa pupuk K atau kombinasi seperti Hasil Panen tanpa pupuk N, hanya dipupuk PK, Hasil Panen tanpa pupuk P, hanya dipupuk NK, Hasil Panen tanpa pupuk K, hanya dipupuk PN. (3) Kaliberasi antara hasil ujit anah dengan hasil panen peta komisi untuk hara P dan K guna mencegah kelebihan atau kekurangan Pupuk, sehingga kesuburan tanah tetap dipertahankan. c). Langkah ke III Tambahkan pupuk Kimia untuk mengisi kekurangan antara kebutuhan tanaman dan suplai hara alami;(1). Selain pupuk kandang dan air irigasi, suplai hara alami dapat bersal dari pembenaman sisa tanaman padi atau tanaman lain yang ditanam bergiliran dengan padi. (2). Tambahkan pupuk N untuk memenuhi kebutuhan tanaman secara tepat, sesuai dengan petunjuk. (3). Tambahkan pupuk P dan K untuk mengatasi kekurangan dan mempertahankan kesuburan tanah sesuai dengan petunjuk.Pemakaian pupuk N,P,dan K pada Stadia Pertumbuahan terdiridari a). Pertumbuhan awal ( 0-14 HST); Pupuk N takaran sedang 50 “ 100 kg urea / ha, Phospor (P2 O5) dan Sulpur (S) 100 %, sementara Kalium (K2O) 50 “ 100 %; b). Anakan Aktif ( 21 “ 28 HST); Pupuk N berdasarkan bagan warna daun, Phospor (P2 O5) dan Sulpur (S) 0%, sementara Kalium (K2O) 0% c). Primordia ( 35 -50 HST) ; Pupuk N berdasarkan bagan warnadaun, sementaraKalium (K2O) bilaperlu 50 %; dan pada saat matang tidak ada pemupukan lagi. Berikut disampaikan langkah langkah pemupukan berdasarkan stadia pertumbuhantanamansbb a).Pemupukanpada stadia awal pertumbuhan ( 0-14 HST) dengan urutan (1). Tetapkan hasil yang ingin dicapai berdasarkan pengalaman setempat sebelumnya (5-8 Ton / ha GKG), (2). Pilih takaran pupuk yang sesuaidengan target hasil( adatabeltertentu). (3). Sesuaikan pemakaian pupuk P,K, dan S berdasarkan pengalaman setempat sebelumnya, dan cermati apakah jerami dikembalikan kesawah atau tidak. b). Pemupukan N susulan, terdapat dua pilihan untuk pemupukan N susulan yakni (1). Berdasarkan stadia pertumbuhan, Bandingkan warna daun padi dengan skala bagan warna daun pada saat anakan aktif sekitar 20 HST danfase primordial sekitar 35 HST, beri pupuk urea berdasarkan target produksi yang ingindi capai.(2). Berdasarkan kebutuhan rill tanaman, bandingkan warna daun dengan skala Bagan Warna Daun selang 7-10 hari mulai 21-28 HST sampai 50 HST.Berikan pupuk N apa bila warna daun dibawah nilai kritis seperti yang tersedia dalam table bagan .c). Pemupukan K susulan; Dilokasi yang kebutuhan hara K tergolong tinggi, pemupukan K susulan biasanya diperlukan. Untuk itu petani perlu didorong untuk menguji sendiri kebutuhan hara K tanaman dalam petak kecil di sawahnya dan membandingkan hasilnya dengan dengan petakan sekitar yang tidak diberi pupuk K. Beberapa factor seperti pengembalian jerami dan kapasitas suplay hara K mejadi bahan pertimbangan takaran pupuk K susulan yang perlu diberikan sesuai target hasil yang diinginkan. Secara umum pada dosis pupuk berbanding lurus dengan peningkatan hasil, artinya makin tinggi hasil yang kita inginkan makin tinggi dosis kebutuhan pupuk, dengan faktor yang dapat dipertimbangkan antara lain sejarah pemupukan diliokasi tersebut hubungannya dengan kandungan P dan pemberian bahanorganik, termasukrespondayaseraptanamanpaditersebut.Penyunting : Ir. Ali BosarHarahap. MMEmail : ali_bosarharahap@yahoo.co.id Sumber : PusatPenelitiandanPengembanganTanamanPanganBalaiBesarPenelitiandanPengembanganSumberdayaLahan.BalaiBesarPenelitiandanPengembanganTehnologiPertanianBalaiBesarPenelitianTanamanPadi