Pemupukan pada tanaman, terutama pada tanaman cabai, bertujuan untuk menambah unsure hara yang dibutuhkan tanaman, selain unsure hara yang diambil tanaman dari tanah. Unsur hara yang terdapat di dalam tanah tidak bisa diandalkan untuk pertumbuhan tanaman cabai secara maksimal, terutama untuk penanaman dengan sistem intensif. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman meliputi unsur hara makro, seperti nitrogen (N), phosphor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), sulfur (S), dan Magnesium (Mg), serta unsur hara mikro, seperti besi (Fe), boron (B), mangan (Mn), tembaga (Cu), Seng (Zn), klorida (Cl), dan molybdenum (Mo). Unsur nitrogen berperan dalam menyusun zat hijau daun tanaman, protein, dan lemak. Juga membantu pertumbuhan vegetative. Unsur nitrogen ini disuplai oleh pupuk kandang, urea (CO(NH2)2), Za (( NH4 )2SO4 ), dan berbagai jenis pupuk daun. Phospor berperan sebagai penyusun protein dan karbohidrat. Unsur ini, selain diperoleh dari pupuk kandang, disuplai oleh pupuk KCL, kalium sulfat atau ZK (K2SO4), KNO3 (potassium kalium nitrat), dan pupuk daun. Peran kalium dalam pertumbuhan tanaman adalah untuk memperkuat bagian kayu tanaman, meningkatkan kualitas buah, dan menambah ketahanan terhadap hama dan penyakit serta kekeringan. Kalsium berperan sebagai pembentuk dinding sel tanaman. Unsur hara ini, selain diperoleh dari pupuk kandang, didapat dari penambahan kapur, baik berupa dolomite (CaCO3MgCO3), maupun kalsium klorida (CaCl2). Fungsi kalsium adalah untuk mengeraskan bagian kayu tanaman, merangsang pembentukkan akar halus, mempertebal dinding sel buah, dan merangsang pertumbuhan biji. Kekurangan unsure kalsium pada tanaman sejak masih muda sampai dewasa. Penyakit ini tampak dari daun tanaman sampai buahnya. Sulfur berfungsi sebagai penyusun protein vitamin. Unsur ini juga membantu pembentukan zat hijau daun. Selain dari pupuk kandang, sulfur bisa didapat dari penambahan pupuk buatan ZA, pupuk daun, dan pupuk Multimicro yang mengandung 5,3 % S. Tanaman yang kekurangan unsur ini akan mengalami klorosis (pemucatan) pada daun-daunnya. Magnesium (Mg) sangat penting untuk penyusunan klorofil dan pengaktifan enzim yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat dan penambahan kadar minyak. Magnesium dapat diperoleh dari pupuk kandang, dolomite, kieserite, (MgSO4H2O), serta pupuk daun yang mengandung Mg. Besi berperan dalam pembentukan klorofil daun serta penyusunan protein dan enzim. Unsure besi dapat diperoleh dari pupuk kandang dan pupuk kimia. Boron berperan dalam pembentukan protein, pembentukan buah, dan perkembangan akar. Unsure boron dapat diperoleh dari pupuk kandang, Borax atau Borate, asam borate (H3BO3) dan pupuk mikro. Pada umumnya, kebutuhnya pupuk dan tanaman cabai yang kita tanam dengan sistem mulsa plastic sudah tercukupi dengan pupuk dasar yang kita berikan sewaktu pemupukan awal. Sumber : Bernadinus T. Wahyu Wiryanta, Bertanam Cabai Pada Masa Hujan, Jakarta, 2002