Pupuk tanaman jeruk diutamakan unsur N, P, K dan pupuk organik. Semakin bertambah umur tanaman jeruk keprok semakin tinggi produksi buah dan jumlah pupuk yang harus diberikan semakin banyak. Jeruk keprok (citrus nobilis) dibudidayakan untuk diambil hasilnya berupa buah yang pada umumnya dikonsumsi langsung tanpa dimasak. Oleh karena itu, tanaman jeruk keprok harus tumbuh normal dan sehat, agar menghasilkan buah yang bergizi tinggi dan sehat. Tanaman yang tumbuhnya tidak normal dapat disebabkan karena kekurangan satu atau beberapa jenis zat makanan/unsur hara. Tanaman buah-buahan setiap kali buahnya dipanen berarti mengangkut sebagian unsur hara dari dalam tanah. Apabila panen dilakukan terus-menerus dan tidak dipupuk, maka persediaan unsur hara dalam tanah semakin lama semakin berkurang atau habis dan akhirnya produksi buah semakin berkurang baik jumlah maupun kualitasnya. Agar tanaman jeruk keprok dapat tumbuh subur dan produksinya tinggi serta berkualitas baik, maka perlu dipupuk untuk menambah kekurangan unsur hara dalam tanah dan mengganti unsur hara yang hilang karena dipanen. Tanaman yang kekurangan unsur hara dapat diatasi dengan diberi pupuk buatan dan pupuk alam. Pupuk buatan biasanya tidak mengandung bahan organik sehingga disebut pupuk anorganik/kimia. Sedangkan pupuk alam biasanya mengandung banyak bahan organik sehingga disebut pupuk organik. Pemberian pupuk pada tanaman buah-buahan diutamakan penambahan unsur N, P, K dan pupuk organik. Sedangkan unsur-unsur lainnya akan ditambahkan apabila tanaman sudah menunjukkan gejala/tanda-tanda kekurangan salah satu atau lebih unsur hara. Tanaman yang kekurangan unsur hara N, P dan K akan menunjukkan gejala pertumbuhan tidak normal. Gejala tanaman kekurangan unsur hara N adalah bentuk daun tidak normal, warna menguning dimulai dari tulang daun dan akhirnya menjalar ke seluruh daun. Gejala mula-mula tampak pada daun yang sudah tua kemudian dengan cepat menjalar ke daun yang lebih muda. Adapun gejala tanaman kekurangan unsur hara P adalah tanaman kerdil, daun berwarna hijau tua, berukuran kecil dan berdiri tegak. Bila berlanjut, daun akan berwarna perunggu dan ranting-ranting mati. Buahnya sedikit, berukuran kecil, berkulit tebal, berwarna tua, rasanya sangat masam. Sedangkan gejala tanaman kekurangan unsur hara K adalah daun menguning dimulai dari tepi-tepinya dan menjalar ke arah tulang daun, bagian yang menguning kemudian mengering dan berubah warna menjadi kecoklatan, dan tulang daun tetap hijau. Pertumbuhan tanaman terhambat, tanaman kerdil dan tangkai daun terkulai. Buah kerdil, rasa masam, dan cepat gugur. Unsur Nitrogen (N) diperlukan tanaman jeruk untuk merangsang pertumbuhan dan membentuk klorofil dan akan menaikan produksi buah. Unsur Fosfor (P) berfungsi menambah kadar vitamin C dan mineral pada buah serta ukuran buah akan menjadi besar. Sebaliknya kekurangan unsur P menyebabkan rasa buah menjadi masam. Unsur Kalium (K) penting dalam pembentukan asam sitrat dan vitamin C dalam buah jeruk. Jumlah pupuk yang diberikan pada tanaman jeruk tergantung umur tanaman dan kandungan hara yang tersedia di dalam tanah. Semakin bertambah umur tanaman dan semakin tinggi produksi buah, jumlah pupuk yang harus diberikan semakin banyak. Kemudian pada tanah yang gembur atau subur, jumlah pupuk yang harus diberikan semakin berkurang dibanding dengan tanah cadas atau keras. Pemberian pupuk pada tanaman jeruk keprok dilakukan sekali sebelum tanam dan beberapa kali setelah tanam. Pemberian pupuk sebelum tanam Setiap lubang tanam yang sudah siap ditanami, diberi pupuk dasar berupa pupuk kandang sebanyak 10 - 20 kg dan 250 gram NPK atau campuran Urea, TSP dan KCL dengan perbandingan 2 : 2 : 1. Pupuk kandang dapat berupa kotoran kambing, kotoran sapi, atau kotoran ayam. Pemberian pupuk setelah tanam Jika belum ada anjuran pemupukan dari dinas terkait, pemberian pupuk pada tanaman jeruk keprok setelah tanam dapat dilakukan sebagai berikut: Pada umur 0 - 1 tahun per pohon per tahun dipupuk dengan 7 gram NPK (15:5:20), 200 gram dolomit, dan 10 gram pupuk kandang. Pada umur 2 tahun per pohon per tahun dipupuk dengan 134 gram NPK (15:5:20), 400 gram dolomit, dan 20 gram pupuk kandang. Pada umur 3 tahun per pohon per tahun dipupuk dengan 134 gram NPK (15:5:20), 600 gram dolomit, dan 30 gram pupuk kandang. Pada umur 4 tahun per pohon per tahun dipupuk dengan 1.200 gram NPK (15:5:20), 2800 gram dolomit, dan 40 gram pupuk kandang. Cara dan Waktu Pemupukan Pupuk diberikan pada tanaman jeruk dengan dibenamkan dalam tanah di bawah tajuk daun terluar sehingga dapat diserap oleh tanaman melalui akar. Cara memupuknya, tanah di bawah tajuk daun terluar melingkar dibuat parit kecil sedalam 20 - 30 cm, lalu pupuk ditaburkan dalam parit sekeliling di bawah tajuk daun terluar dan ditutup kembali dengan tanah, kemudian disiram dengan air secukupnya. Waktu pemupukan sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan. Semoga tulisan ini dapat membantu penyuluh pertanian untuk menyiapkan bahan penyuluhan untuk meningkatkan produksi jeruk keprok yang bermutu dan sehat. Penulis : SUSILO ASTUTI H. (Penyuluh Pertanian Pusluhtan) Sumber informasi: 1. Budidaya Jeruk (Citrus sp.). Direktorat Budidaya dan Pasca Panen Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian. 2011. 2. Redaksi Agro Media. Buku Pintar Budi Daya Tanaman Buah Unggul Indonesia. Jakarta: PT Agromedia Pustaka. 2009. 3. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jeruk. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. 2005.