Pemupukan yang tepat merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi. Di Indonesia, sebagai negara agraris dengan kebutuhan pangan yang tinggi, efisiensi dalam penggunaan pupuk menjadi hal yang sangat penting. Sayangnya, banyak petani yang masih melakukan pemupukan tanpa memperhatikan dosis, waktu, dan jenis pupuk yang sesuai, sehingga berdampak pada rendahnya hasil panen dan kerusakan lahan pertanian. Kecerdasan dalam memberikan pupuk padi berarti menerapkan prinsip pemupukan berimbang, yaitu memberikan unsur hara sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Penggunaan pupuk yang berlebihan atau kurang tepat tidak hanya mengurangi produktivitas tanaman, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berbasis data seperti uji tanah, analisis kebutuhan tanaman, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung keputusan pemupukan. Selain itu, penguatan peran penyuluh pertanian dalam memberikan edukasi kepada petani mengenai teknik pemupukan yang cerdas menjadi sangat penting. Penyuluhan yang efektif dapat membantu petani memahami pentingnya dosis, waktu aplikasi, dan jenis pupuk yang sesuai dengan varietas padi dan kondisi lahan. Dengan pemupukan yang cerdas, diharapkan produktivitas padi dapat meningkat secara signifikan, ketahanan pangan terjaga, dan keberlanjutan sistem pertanian dapat terwujud. Jenis Pupuk, Komposisi Pupuk, dan Waktu Pemupukan Padi di Lahan Kering Jenis Pupuk Untuk lahan kering, diperlukan kombinasi pupuk organik dan anorganik agar keseimbangan unsur hara tetap terjaga. Beberapa jenis pupuk yang umum digunakan antara lain: Pupuk Organik: Kompos, pupuk kandang, dan pupuk hijau yang berfungsi memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kapasitas tanah dalam menyimpan air. Pupuk Anorganik: Urea (N): Meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. SP-36 (P): Mendukung perkembangan akar dan pembentukan bunga. KCl (K): Memperkuat ketahanan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit. Komposisi Pupuk Komposisi pemupukan di lahan kering perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah. Rekomendasi umum komposisi pupuk untuk padi lahan kering adalah: Urea: 150 kg/ha SP-36: 100 kg/ha KCl: 75 kg/ha Pupuk Organik: 2-3 ton/ha Waktu Pemupukan Waktu pemupukan sangat berpengaruh terhadap penyerapan nutrisi oleh tanaman. Untuk padi di lahan kering, pemupukan dilakukan dalam tiga tahap: Pemupukan Dasar: Sebelum tanam, dengan memberikan pupuk organik dan SP-36 untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pemupukan Tahap I: 2 minggu setelah tanam, dengan aplikasi 50% Urea dan 50% KCl. Pemupukan Tahap II: 6 minggu setelah tanam, dengan aplikasi sisa Urea dan KCl. Cara Mengaplikasikan Pupuk Secara Cerdas di Lahan Padi Kering Pendahuluan Lahan padi kering merupakan salah satu alternatif pengembangan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam budidaya padi di lahan kering, penerapan pemupukan yang cerdas menjadi kunci utama dalam meningkatkan produktivitas dan menjaga kesuburan tanah. Pemupukan yang cerdas tidak hanya memperhatikan dosis dan jenis pupuk, tetapi juga metode dan waktu aplikasi yang tepat. Prinsip Pemupukan Cerdas Memilih jenis pupuk sesuai kebutuhan tanah dan tanaman. Pada lahan padi kering, pupuk organik seperti kompos dan pupuk hijau sangat dianjurkan, disertai pupuk anorganik seperti Urea, SP-36, dan KCl sesuai analisis tanah. Memberikan pupuk dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, mengacu pada hasil uji tanah dan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi. Mengaplikasikan pupuk pada fase pertumbuhan tanaman yang membutuhkan nutrisi tinggi, seperti saat fase vegetatif dan generatif. Menggunakan metode aplikasi yang efisien, seperti penempatan pupuk dekat perakaran atau melalui penyemprotan daun untuk pupuk cair. Metode Aplikasi Pupuk di Lahan Padi Kering Pupuk Dasar diberikan saat pengolahan tanah, biasanya menggunakan pupuk organik dan fosfat untuk meningkatkan kesuburan tanah jangka panjang. Pupuk Susulan diberikan saat tanaman mulai tumbuh, seperti pemberian Urea pada fase vegetatif untuk mendukung pertumbuhan daun. Pupuk cair yang disemprotkan langsung pada daun untuk mempercepat penyerapan nutrisi mikro. Kesimpulan Pemupukan yang cerdas di lahan padi kering memerlukan penerapan prinsip 4T (Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, dan Tepat Cara) untuk mencapai hasil optimal. Dengan pendekatan ini, produktivitas padi dapat meningkat tanpa mengurangi kesuburan tanah. Dari berbagai sumber