Loading...

Pemupukkan Berimbang

Pemupukkan Berimbang

A. Tanaman harus menerima nutrisi yang tepat, tidak berlebih, dan juga tidak kurang. Pemupukkan  harus sesuai dengan prinsip 6T.

1.     Tepat Jenis: setiap tanaman dan setiap fase pertumbuhan membutuhkan unsur hara yang berbeda. Jika jenisnya salah, tanaman tidak merespon dengan optimal meski pupuknya banyak. N (Nitrogen) untuk daun dan batang, cocok untuk fase vegetatif; P (Fosfor) membantu pembentukan akar dan meningkatkan pembungaan; K (Kalium) memperkuat tanaman, meningkatkan kualitas buah, dan hasil; Unsur Mikro meskipun sedikit, sangat penting untuk metabolisme makanan.

2.     Tepat Dosis: Pupuk adalah nutrisi sehingga pupuk terlalu sedikit maka tanaman tidak akan tumbuh maksimal, terlalu banyak akar akan terbakar, tanah menjadi asin, bahkan tanaman mati. Dosis ideal ditentukan dari umur tanaman, luas lahan, dan kesuburan tanah. Peringatan: overdosis pupuk jauh lebih berbahaya daripada kekurangan pupuk.

3.     Tepat Waktu: Fase awal tanam membutuhkan P untuk membutuhkan akar, Fase Vegetatif membutuhkan N untuk membentuk batang dan daun, Fase berbunga dan berbuah membutuhkan K untuk kualitas hasil.

4.     Tepat Cara: Ditabur (Pupuk Granul/padat), Dibenamkan (Pupuk urea untuk mencegah volatilitas), Dikocor (agar pupuk cair mudah meresap), dan disemprot (untuk kebutuhan hara mikro yang butuh respon cepat).

5.     Tepat Tempat: Pemupukan tidak boleh dilakukan asal-asalan. Prinsip pemupukan yaitu pemupukan jangan terlalu dekat dengan batang karena bisa merusak jaringan tanaman, tebarkan pupuk di zona akar aktif/area di bawah tajuk tanaman, dan untuk pupuk daun, semprot pada permukaan bawah daun karena stomata lebih banyak di sana.

6.     Tepat Kualitas: Kualitas pupuk menentukan kualitas hasil. Pupuk yang diguanaka tidak menggumpal atau basah, tidak kadaluarsa, harus mengandung unsur hara sesuai dengan label, dan juga harus menyertakan izin resmi (bukan pupuk palsu).

B.    Pupuk berdasarkan bahannya: Pupuk Organik berasal dari bahan alami seperti kompos, pupuk kandang, dan limbah hayati. Pupuk ini memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroba. Pupuk Anorganik dibuat melalui proses industri . umumnya mengandung unsur hara spesifik yang cepat tersedia bagi tanaman.

C.    Pupuk berdasarkan bentuk fisik: Padat (bentuk granul, serbuk, atau tablet. Cocok untuk pemupukan dasar dan jangka panjang). Cair (mudah diserap tanaman, ideal untuk pemupukan daun dan kondisi yang membutuhkan respon cepat).

D.    Pupuk berdasarkan jenis unsur hara: Hara Makro dibutuhkan dalam jumlah besar (N, P, K, Ca, Mg, S). Berperan dalam pertumbuhan vegetatif, akar, bunga, dan fotosintesis. Hara Mikro dibutuhkan sedikit tapi sangat penting (Fe, Zn, Mn, B, Cu, Mo). Kekurangan Mikro bisa menghambat metabolisme tanaman.

E.    Pupuk berdasarkan kelengkapan unsur: Pupuk Tunggal (hanya mengandung satu unsur utama, misalnya Urea (N), SP-36 (P), KCL (K). cocon untuk tanah yang kekurangan unsur tertentu). Pupuk Majemuk (mengandung dua atau lebih unsur seperti NPK , praktis untuk memenuhi kebutuhan hara seimbang).

F.     Pupuk berdasarkan cara aplikasi: Pupuk akar (diberikan langsung ke tanah melalui penaburan, ditugal, atau dibenamkan. Menyediakan hara secara bertahap), Pupuk daun (diberikan dengan cara penyemprotan ke daun dan diserap melalui stomata. Cepat bereaksi untuk mengatasi gejala kekurangan hara).

G.    Pupuk berdasarkan kecepatan pelepasan hara: Fast-Release (Unsur haranya langsung tersedia dan diserap cepat. Cocok untuk kondisi darurat seperti defisiensi N), Slow-Release (melepaskan hara secara perlahan. Lebih hemat karena tidak mudah tercuci air hujan dan menopang pertumbuhan jangka panjang).

H.    Pupuk berdasarkan reaksi kimia di tanah: Pupuk Asam (menurunkan pH tanah yaitu ZA dan Superfosfat bagus untuk tanah basa), Pupuk Netral (tidak memengaruhi pH yaitu pupuk organik tertentu), dan pupuk Basa (menaikkan pH yaitu kaptan/dolomit).

Alat Uji Kebutuhan Unsur Hara

1.    Perangkat Uji Tanah Sawah (PuTS) terdiri dari satu set alat dan bahan kimia untuk analisi kadar hara tanah sawah, yang dapat digunakan di lapangan dengan relative mudah, cepat, dan akurat PUTS dirancang untuk mengukur kadar N, P, K, dan pH tanah.

2.    Bagan Warna Daun (BWD) adalah alat sederhana dan mudah digunakan untuk menentukan waktu pemupukkan N pada padi sawah dan juga untuk menentukan kebutuhan pupuk N.