Penanaman Bibit Tanaman Cabai di Lubang Tanam Mulsa
Penanaman bibit sebaiknya tidak dilakukan pada siang hari karena dapat menyebabkan bibit menjadi layu. Agar tidak terserang hama penyakit, bibit direndam terlebih dahulu pada larutan fungisida dan bakterisida dengan konsentrasi larutan 0,2 %. Penanaman bibit cabai diusahakan hanya sebatas leher akar tanaman sehingga tidak menyebabkan kebusukan. Sebelum dan sesudah penanaman, untuk mencegah tanaman cabai kekeringan dan untuk menjaga kelembaban media, sebaiknya bedengan disiram atau direndam sampai batas ujung mulsa plastik. Setelah penanaman, lubang di mulsa kita timbun juga dengan tanah sisa penanaman untuk mengurangi penguapan. Penanaman cabai lahan miring atau lahan yang bebentuk terasering harus dimulai dari lahan bagian bawah untuk mencegah penularan serangan hama dan penyakit dari tanaman cabai yang ditanam lebih dulu ke tanaman yang ditanam belakangan. Terlebih lagi saat hujan, air hujan yang mengalir dari atas berpotensi membawa penyakit lewat air. Hal yang perlu diperhatikan dalam penanaman cabai dengan sistem mulsa plastik adalah daun tanaman cabai harus diusahakan tidak menyentuh plastik mulsa supaya tidak terbakar karena panas lalu membusuk. Selain itu, tanah di lubang tanam harus dihindarkan dari kemungkinan munculnya rongga yang dapat menyebabkan tanaman mati karena akarnya terkena panas. Sumber : Wiryanta, 2002.