Sebelum tanam, lahan yang telah dipersiapkan berupa garitan-garitan atau lubang-lubang tanaman diberi pupuk kandang atau kompos dengan dosis sesuai dengan anjuran. Dalam pemberian pupuk kandang atau kompos ini terdapat dua cara yang dapat dilakukan, yaitu diberikan secara dihamparkan dalam garitan- garitan atau diberikan secara setempat pada lubang-lubang tanaman. Perbedaan kedua cara pemberian pupuk tersebut pada dasarnya ditujukan untuk menghindari kekhawatiran timbulnya pengaruh sampingan yang kurang baik akibat penggunaan pupuk organik dengan tingkat kematangan yang berbeda-beda. Pupuk buatan diberikan sebagian dari dosis yang dianjurkan, ditempatkan di atas pupuk kandang atau kompos, lalu ditutup dengan selapis tipis tanah. Setelah itu bedengan disiram dengan air sampai keadaan kapasitas lapang, kemudian mulsa plastik hitam perak dipasang. Bibit cabai merah yang sehat dan telah berumur 3-4 minggu dalam bumbungan, diangkut ke lapangan. Selanjutnya bumbungan daun pisang dibuka lalu bibit ditanam pada lubang yang telah disiapkan, satu bibit per lubang tanaman. Jarak tanam cabai merah yang optimum berkisarantara (50-60 cm) x (40-50 cm). Kerapatan tanaman atau jarak tanam yang digunakan akan mempengaruhi populasi tanaman dan efisiensi penggunaan cahaya matahari, serta persaingan antar tanaman dalam menggunakan air, unsur hara dan ruang. Dengan jarak tanam yang lebih rapat, cahaya matahari yang diterima oleh tanaman lebih sedikit, sehingga tanaman tumbuh lebih tinggi, jumlah cabang lebih sedikit, serta terjadi persaingan yang lebih ketat di antara tanaman dalam penyerapan air, sinar matahari dan unsur hara. Akibatnya hasil buah akan lebih rendah dibandingkan dengan hasil buah pada jarak tanam yang lebih Jarang. Hasil penelitian menunjukkan penanaman dengan jarak tanam yang lebih rapat dari 50cm x 50 cm menyebabkan penurunan hasil cabai per tanaman secara nyata. Hasil per hektar akan berkurang secara nyata pada jarak tanam lebih dari 65 cm x 65 cm (Tabel5). Sumber : Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Budidaya Tanaman Cabai Merah, 2005