Perlakuan khusus terhadap biji sebelum ditanam tidak muflak diperlukan. Para petani biasanya menjemur biji semangka sesaat atau merendamnya selama 10-12 jam sebelum biji itu ditanam. Perendaman biji sebelum ditanam ini memang ada baiknya bila ikiim dan tanah cukup kering dan panas pada saat itu. Dengan demikian biji akan terlindung dari kekeringan dan dapat lebih cepat tumbuh, Di luar negeri, perlakuan terhadap biji perlu dilakukan, terutama untuk mencegah serangan penyakit layu. Usaha pencegahan penyakit virus di beberapa tempat di Jepang, tidak hanya dengan perlakuan terhadap biji saja, tetapi juga dilakukan sterilisasi lahan dan peralatan yang digunakan dalam budi dayanya. Apabila pembudidayaan semangka dilakukan dengan benih (biji), maka pada setiap lubang tanamnya dimasukkan 3-4 butir benih sedalam 3-5 cm. Pada lahan yang gembur, benih ditanam lebih dalam. Sedangkan pada lahan yang agak padat, benih ditanam lebih dangkal. Lain lagi bila pembudidayaannya dengan bibit vegetatif, maka penanaman bibit dilakukan setelah tingginya mencapai 15-20 cm. Pemeliharaan Pada awal pertumbuhan, selama 10-15 hari, tanaman perlu disiram atau diairi, Apabila pengairan dilakukan melalui saluran-saluran antara bedengan, maka air harus dijaga supaya tidak meluap menggenangi bedengan. Pembumbunan dan penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati karena akar semangka cukup dangkal. Jika tanaman telah tumbuh rapat, namun ada rumput yang meninggi, maka sebaiknya rumput dibersihkan dengan cara mencabutiriya. Penyiangan perlu dilakukan 3-4 kali selama masa tanam. Sumber : Mochd Baga Kalie, Bertanam Semangka, 1993, Depok