Loading...

Penanaman Jagung Serentak Bersama Bupati Lampung Utara , POLRES dan Santri Pondok Pesantren Desa Baru Raharja

Penanaman Jagung Serentak Bersama Bupati Lampung Utara , POLRES dan Santri Pondok Pesantren Desa Baru Raharja

Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional dan optimalisasi lahan produktif berbasis masyarakat, dilaksanakan kegiatan tanam jagung serentak yang melibatkan unsur POLRES, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, serta para santri Pondok Pesantren Desa Baru Raharja. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan lembaga keagamaan dalam upaya mendorong kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.

Kegiatan tanam jagung ini dilaksanakan di lahan milik dan dikelola oleh Pondok Pesantren Desa Baru Raharja, yang selama ini telah aktif dalam kegiatan pertanian dan pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren. Lahan tersebut memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian produktif, dan dijadikan sebagai percontohan pertanian terpadu berbasis pesantren. Kegiatan tanam jagung serentak ini juga menjadi momentum penting dalam menghidupkan semangat gotong royong serta kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Acara diawali dengan sambutan dari Bupati Lampung Utara, yang menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tanam jagung serentak ini. Beliau menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus didorong melalui berbagai inovasi dan kolaborasi. Bupati juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, Kapolres Lampung Utara menyampaikan bahwa keterlibatan aparat keamanan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari program Polri Peduli Ketahanan Pangan, yang bertujuan membantu masyarakat meningkatkan produksi pangan dan memperkuat rasa kebersamaan antara aparat dan warga. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi generasi muda, khususnya para santri, agar lebih mencintai dunia pertanian dan memahami pentingnya kemandirian pangan bagi bangsa.

Kegiatan tanam jagung ini dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan anggota Polri, ASN dari Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, penyuluh pertanian, serta para santri. Sebelum penanaman dimulai, penyuluh pertanian memberikan arahan teknis mengenai cara penanaman yang baik, pemilihan varietas jagung unggul, serta pengelolaan tanah dan pupuk agar hasil panen maksimal. Jenis jagung yang digunakan adalah varietas hibrida unggul yang memiliki daya tumbuh tinggi, tahan terhadap penyakit, dan sesuai dengan kondisi agroklimat setempat.

Proses tanam dilakukan serentak di seluruh petak lahan yang telah disiapkan. Para peserta bekerja bahu membahu menanam benih jagung dengan pola barisan dan jarak tanam 75 x 25 cm, menggunakan alat sederhana namun efektif. Para santri terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, karena bagi mereka, kegiatan tanam jagung bukan hanya aktivitas pertanian semata, tetapi juga bagian dari pembelajaran karakter dan kemandirian yang sejalan dengan nilai-nilai pesantren.

Kegiatan ini mendapat dukungan positif dari masyarakat sekitar, karena dinilai mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Dengan memanfaatkan lahan milik pesantren, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat peran pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Ke depan, diharapkan kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin dan dikembangkan ke komoditas lain seperti kedelai, sayuran, atau tanaman hortikultura yang memiliki nilai jual tinggi.

Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tanam jagung serentak ini menunjukkan bahwa pembangunan pertanian memerlukan kerja sama lintas sektor. Pemerintah daerah berperan dalam fasilitasi dan dukungan kebijakan, POLRI turut menjaga stabilitas dan memberikan motivasi, sementara pondok pesantren dan santri menjadi pelaku langsung yang mengimplementasikan kegiatan di lapangan. Sinergi ini menjadi contoh nyata bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen bangsa.

Dengan terlaksananya kegiatan tanam jagung serentak di Pondok Pesantren Desa Baru Raharja, diharapkan akan terwujud peningkatan produksi pangan daerah, peningkatan pendapatan masyarakat, dan tumbuhnya semangat kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren. Program ini sekaligus menjadi inspirasi bagi pondok pesantren lain untuk ikut berperan aktif dalam pengembangan sektor pertanian, sehingga pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi sentra ekonomi dan ketahanan pangan berbasis umat.

Kegiatan ini menegaskan bahwa kerja sama antara POLRI, Pemerintah Daerah, dan lembaga keagamaan merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap ketahanan pangan, Lampung Utara menjadi salah satu contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan nilai-nilai sosial, religius, dan produktivitas ekonomi melalui kegiatan pertanian bersama.