PENDAHULUAN Latar Belakang Peningkatan jumlah penduduk berakibat terhadap peningkatan jumlah kebutuhan akan pangan, karena harus disertai dengan peningkatan produksi, Indonesia pada tahun 2009 sudah swasenbada jagung dan diharapkan kedepan akan menjadi salah satu pengekspor utama jagung dunia. Upaya untuk memacu produksi dilakukan melalui perluasan areal tanam maupun penigkatan produktivitas. Dalam peningkatan produktivitas, inovasi tekhnologi sudah banyak dilakukan antara lain penanaman sistem legowo 2-1 untuk tanam jagung dengan jarak 80 x 20 x 20 cm dengan jumlah benih satu biji perlubang tanam, dengan potensi hasil 10 s/d 12 ton /ha. Dan juga tidak lepas dari sistem budidaya sesuai yang di anjurkan antara lain : Pengolahan Tanah Pengolahan tanah sebaiknya dilaksanakan tiga kali dalam satu musim tanam kemudian dilanjutkan dengan membuat garis tanam dari pada tanaman jagung, pengolahan tanah yang baik dapat berpengaruh pada perakaran dari pada tanaman jagung akan sempurna, juga dapat menekan gulma atau rumput yang mengakibatkan persaingan dalam pengambilan unsure hara antara tanaman pokok dengan gulma itu sendiri. Penanaman Untuk penanaman jumlah benih yang dibutuhkan dalam luasan 1 ha dengan sistem tanam legowo 2-1 80x20x20 cm yaitu 32 kg dengan jumlah populasi 128.000 tanaman. Cara penanaman baris yang pertama dengan baris yang kedua 20 cm, dan kemudian diberi jarak untuk legowo 80 cm, diusahakan kedalam tugal 5 cm dengan jumlah benih perlubang hanya satu biji benih. Kemudian lubang tanam di tutup dengan tanah yang halus agar benih tadi tidak terganggu pada saat tumbuh. Pemupukan Pemupukan dilakukan 3x dalam satu musim tanam yaitu pupuk dasar susulan satu dan susulan dua. Untuk pupuk dasar diberikan pada saat tanam apabila tenaga kerja banyak, dan apabila tenaga kerja kurang pupuk dasar bias diberikan pada saat lima hari setelah tanam dengan cara ditugal dengan jarak lubang pupuk dengan tanaman jagung 5 cm. Dosis pupuk NPK, 350 kg/ha pemberian hanya satu kali pada saat tanam atau lima hari setelah tanam. Dan untuk pupuk N/Urea 300 kg dengan dua kali pemberian yaitu susulan satu dan susulan dua. Susulan satu diberikan pada umur tanam 15 s/d 20 hari setelah tanam atau bersamaan pada saat penyiangan dengan dosis 200 kg/ha, dan untuk susulan dua diberikan pada umur tanaman 45 hari setalah tanam dengan dosis 100 kg/ha. Penyiangan Untuk tanaman jagung tetap dilaksanakan penyiangan dengan cara membumbun dengan tinggi bumbunan 12 cm disekitar pangkal batang tanaman jagung akar jagung bisa berdiri tegak dan tidak mudah roboh, penyiangan juga berfungsi untuk menekan pertumbuhan gulma atau rumput yang dapat mengganggu tanaman jagung didalam mengambil unsure hara dalam tanah serta dapat mempertahankan kelembaban tanah pada saat musim kemarau atau musim hujan. Untuk penyiangan diharapkan kepada petani selaku pelaku utama tidak menggunakan herbisida, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman jagung. Alangkah baiknya disiangi dengan cara membumbun dengan menggunakan cangkul atau bajak sapi yang selama ini sudah dibuat oleh bapak-bapak petani pada waktu bertani dimasa lalu. Pengairan Untuk pengairan dilakukan apabila dismusim kemarau dengan waktu 15 hari sekali apabila lahan persawahan, dan yang diusahakan petani hanya lahan yang kering atau kebun, pengairanya bisa dengan menggunakan alkon, dengan waktu pengairan 10 hari sekali agar tanaman jagung yang diusahakan oleh petani dapat berhasil. Panen dan Pasca Panen Untuk pelaksanaan panen pada tanaman jagung ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu : umur tanaman dan keadaan dari pada tanaman jagung. Untuk jagung hibrida rata-rata umur tanaman 110 hari s/d 120 setelah tanam. Ada juga yang dipanen ketika daun dan kelopaknya sudah kekar baru diadakan pelaksanaan panen. Cara panen yaitu dengan cara mengupas tongkol jagung diwaktu pohon masih berdiri, setelah dikupas dijemur tiga sampai empat hari sampai keadaan kandungan kadar air mencapai 20 %. Baru dilanjutkan dengan perontokan, Kemudian dijemur sekali lagi sampai kadar air mencapai 16 %. Lalu dikemas didalam karung 50 kg / karung. Setelah itu jagung siap untuk dijual. Potensi hasil untuk tanaman jagung sistem legowo 2-1 80 x 20 x 20 cm yaitu 10 s/d 12 ton/ha. Untuk itu mari sama-sama kita mencoba sistem tanam legowo ini.