Loading...

Penanaman Jeruk Besar

Penanaman Jeruk Besar
Jeruk besar (C.maxima L.) tumbuh subur dan berproduksi baik di dataran rendah. Tanaman ini membutuhkan tempat yang cukup terbuka atau langsung mendapat sinar matahari. Jeruk besar mengandung vitamin C cukup tinggi. Dalam 100 gram bagian jeruk besar yang dimakan terkandung vitamin C sebanyak 43 mg dan vitamin A sebanyak 20 Sl. Karena memiliki kandungan vitamin A dan C cukup tinggi, maka jeruk besar mampu mencegah penyakit rabun senja dan sariawan. Peluang pengembangan jeruk besar cukup baik, karena jeruk besar sudah mulai banyak diminati oleh konsumen dalam dan luar negeri dalam bentuk segar maupun olahan. Meskipun potensi jeruk besar cukup baik, tetapi masih belum didukung oleh peningkatan produksi dan mutu, sehingga sangat diperlukan adanya bimbingan penerapan teknologi budidaya yang baik dan benar. Salah satu penerapan teknologi budidaya tanaman jeruk yang perlu mendapat perhatian adalah penanaman jeruk besar. Penanaman Jeruk Besar a. Lubang Tanam Lubang tanam digali dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 60 cm. Cara menggali tanah bagian atas (30 cm dari permukaan) diletakan sebelah kiri lubang tanam. Tanah bagian bawah (lebih dari 30 cm) ditempatkan kesebelah kanan lubang tanam. Tanah galian dan lubang dibiarkan selama satu bulan. Setelah itu tanah lapisan bawah dicampur dengan satu bagian pupuk kandang atau kompos untuk setiap satu bagian tanah bawah. Keduanya ini dicampur secara merata setelah itu baru ditimbun kedalam lubang tanam. b. Teknik Penanaman Dalam penanaman bibit jeruk besar sebaiknya perlu diperhatikan waktu yang tepat untuk menghindari kematian. Penanaman yang terbaik yaitu saat musim hujan, agar pada awal pertumbuhan benih mendapat pengairan yang cukup. Teknik penanaman jeruk besar dilapangan sebagai berikut: - Polibag disobek dengan pisau tajam agar benih mudah diangkat. Keluarkan benih tersebut secara hati-hati dan usahakan akar tanaman tidak putus. - Buat lubang tanam sebesar polibag benih, agar benih mudah dimasukkan. - Masukkan benih ke lubang tanam. Kemudian ditimbun kembali dengan tanah galiannya sambil ditekan-tekan dengan tangan, agar tanahnya menjadi padat. - Kemudian tancapkan satu atau dua ajir sebagai penopang disisi batang tanpa merusak perakaran. - Setelah selesai penanaman benih lalu disiram secukupnya. Penyiraman selanjutnya dilakukan dua kali sehari pagi dan sore hari. - Buat parit kecil melingkar dibawah tajur terluar, kemudian pupuk kandang ditebarkan secara merata di dalam parit tersebut kemudian disusul oleh pupuk buatan, parit ditutup kembali. Untuk menghindari pengerasan tanah disekitar tanaman dapat diberi pelapis tanah dengan jerami kering, diberikan pada musim kemarau untuk mencegah pengerasan tanah dan untuk menjaga kelembaban tanah. Penulis : Sundari Daftar Pustaka: 2003. Budidaya jeruk besar (Citrus Maxima L). Direktorat Tanaman Buah Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. Jakarta.