Istilah jajar legowo diambil dari bahasa jawa yang secara harfiah tersusun dari kata “lego (lega)” dan “dowo (panjang)” yang secara kebetulan sama dengan nama pejabat yang memperkenalkan cara tanam ini. Sistem tanam jajar legowo diperkenalkan pertama kali oleh seorang pejabat Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Negara Provinsi Jawa Tengah yang bernama Bapak Legowo yang kemudian ditindak lanjuti oleh Departemen Pertanian melalui pengkajian dan penelitian sehingga menjadi suatu rekomendasi atau anjuran untuk diterapkan oleh petani dalam rangka meningkatkan produktivitas tanaman padi. Prinsip dari sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan. Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu rekomendasi yang terdapat dalam paket anjuran Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Seperti diketahui bahwa tanaman padi yang berada dipinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding tanaman padi yang berada di barisan tengah sehingga memberikan hasil produksi dan kualitas gabah yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tanaman yang berada dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak (efek tanaman pinggir).Adapun manfaat sistem tanam jajar legowo adalah:1. Menambah jumlah tanaman padi s2. Otomatis juga akan meningkatkan produksi tanaman padi3. Memperbaiki kualitas gabah dengan semakin banyaknya tanaman pinggir4. Mengurangi serangan penyakit5. Mengurangi tingkat serangan hama6. Mempermudah dalam perawatan baik itu pemupukan maupun penyemprotan pestisida7. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian dalam baris tanaman Kelebihan sistem jajar legowo dua Satu antara lain:1. Semua barisan rumpun tanaman berada pada bagian pinggir yang biasanya memberi hasil lebih tinggi (efek tanaman pinggir),2. Pengendalian hama, penyakit, dan gulma lebih mudah,3. Penyediaan ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpul keong mas atau untuk mina padi, dan4. Penggunaan pupuk lebih berdaya guna (suhendrata et al, 2004: badan litbang pertanian, 2007)’Tahapan-tahapan Penanaman Padi Sawah Persiapan Benih Benih berasal dari tanaman yang sehat,mempunyai kemurnian 90%, mempunyai daya tumbuh 85%, Bebas dari HPT.Persiapan lahan persemaian, Benih di rendam selama 24 jam, dan di lakukan pemeraman selama 48 jam, kebutuhan benih 20 kg/ha.Persiapan lahan persemaian, Pengolahan lahan persemaian, Luas lahan persemaian 3-5% dari luas lahan yang akan ditanam, Tanah diolah sampai berbentuk struktur lumpur, Pemupukan dasar NPK 10g/m2, Pupuk 2 hari di berikan sebelum persemaian, Setelah 10 hari di berikan pupuk susulan, Di pupuk Urea 10g/m2 ( pupuk di larut kan dalam 10 liter air ).PenanamanJajar legowo (2 : 1) adalah cara tanam padi dimana setiap dua baris tanaman diselingi oleh satu barisan kosong yang memiliki jarak dua kali dari jarak tanaman antar baris sedangkan jarak tanaman dalam barisan adalah setengah kali jarak tanam antar barisan. Dengan demikian jarak tanam pada sistem jajar legowo (2 : 1) adalah 20 cm (antar barisan) X 10 cm (barisan pinggir) X 40 cm (barisan kosong). Ditulis Oleh : Haris,SP ( Penyuluh UPTB BPP Simpang Kanan Aceh Singkil)Sumber: 1. https://litbang pertanian.go.id/..../1107-sistim-tanam-jajar-legowo-2-1Tanggal Artikel : 01-12-2018