Untuk keberhasilan usahatani padi di lahan pasang surut berikut ini dianjurkan varietas-varietas yang ditanam menurut berbagai tipe lahan dan musim. Di lahan pasang surut yang bertipe luapan A dan B, padi sawah dapat diusahakan dua kali setahun yaitu : Musim tanam pertama, penanaman dilakukan pertengahan Oktober sampai awal November dan Musim tanam kedua, penanaman dilakukan pertengahan Maret sampai awal April. Penaman dapat dilakuakan dengan Cara penanaman Tandur Jajar karena memiliki beberapa keuntungan : Mudah melakukan penyiangan; Mudah melakukan penyemprotan; Mudah melakukan panen. Adapun yang perlu diperhatikan dalam melasakan tanam padi ialah jarak tanam, untuk jenis lahan dapat duiprhatikan jarak tanam seperti : Lahan potensial 25 cm x 25 cm; Lahan sulfat masam 20 cm x 20 cm; Lahan bergambut 20 cm x 20 cm dan jumlah bibit: 3 - 4 batang setiap rumpun.Penyiangan sangatlah perlu guna pertumbuhan tanaman padi dapat tumbuh secara normal, hal ini dapat dilakukan 2 (dua) kali yaitu: Penyiangan pertama umur 3 minggu setelah tanam dan Penyiangan kedua umur 6 minggu setelah tanam. Dalam melakukan penyiangan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: Dicabut dengan tangan, kemudian dipendan dalam tanah; Menggunakan alat siang (gasrok); Menggunakan herbisida antara lain DMA-6, Gramoxone, dengan takaran 3 - 4 liter per hektar dengan volume semprot 400-500 liter per hektar. Apabila ada tanaman yang mati, diadakan penyulaman (umur 1-2 minggu) dengan cara: Menggunakan bibit yang masih tersedia dan Menyapih tanaman yang sudah tumbuh. Tanaman padi agar dapat tumbuh dengan baik mesti dilakukan pemupukan yang teratur dan sesuai dengan anjuran (dosis) yang diperlukan setiap lahan dan tanaman tersebut. Takaran pupuk untuk setiap lokasi berbeda, tergantung pada tipologi lahannya. Cara pemberian pupuk ialah: Disebar rata di permukaan lahan; Keadaan air sawah pada saat memupuk harus macak-macak; Pengapuran penting artinya untuk menurunkan kemasaman tanah, terutama pada lahan sulfat masam; Takaran kapur: 1 ton per hektar; Waktu pengapuran: 2 minggu sebelum tanam; Keadaan air tanah pada saat pengapuran harus macak-macak. Hama yang banyak menyerang pertanaman padi di lahan pasang surut adalah: tikus, Orong-orong, Kepinding tanah (lembing batu), Walang sangit, Wereng coklat. Sedangkah penyakit utama di lahan pasang surut adalah bias, Pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan: Memelihara kebersihan lingkungan; Penanaman serempak (satu hamparan sekunder); Pemasangan umpan beracun, dengan racun Klerat RMB sebanyak 2 kg per hektar, dan diletakkan di beberapa tempat; Melaksanakan gropyokan atau pengemposan menggunakan belerang. Hama orong-orong dapat dikendalikan dengan cara : Menggenangi lahan; Merendam bibit sebelum tanam dalam larutan pestisida karbofuran (Curater 3G, Dharmafur, atau Furadan 3G). Kepinding tanah dikendalikan dengan menyemprotkan pestisida sebanyak 1 - 2 liter/ha. Penyakit bias dikendalikan dengan : Menyemprotkan fungisida Beam atau Fujiwan se-banyak 1 - 2 kg per hektar; Menanam varietas yang tahan bias; Tidak menggunakan pupuk N secara berlebihan/melebihi takaran. (Lily Rokhmadiani, S.TP/Darmawansyah Siata ... admin_jambi/DTPHP Prov. Jambi)Penulis: Ichsan,S.Pt (BPP Nipah Panjang)