Loading...

PENANGANAN KEMBUNG PADA TERNAK SAPI SECARA TRADISIONAL

PENANGANAN KEMBUNG PADA TERNAK SAPI SECARA TRADISIONAL
Sapi normal memiliki populasi aktif berbagai macam mikroorganisme seperti bakteri, fungi dan protozoa di dalam rumennya. Tanpa mikroorganisme tersebut, sapi tidak akan bisa mencerna pakan berserat seperti rumput maupun leguminosa. Selama proses mencerna makanan inilah gas terbentuk di dalam rumen. Sejumlah gas tersebut dapat dikeluarkan dengan sendirinya oleh sapi dalam proses yang disebut eruktasi atau sendawa. Volume gas yang terbentuk selama proses fermentasi rumen ini meningkat setelah makan dan mencapai puncaknya dalam waktu 2 – 4 jam. Untuk inilah eruktasi muncul lebih sering hingga dapat mencapai 3 – 4 kali/menit. Secara normal proses ini sangat efisien untuk mengeluarkan gas dalam rumen. Bila proses eruktasi tidak terjadi, gas dalam rumen akan meningkat jumlahnya dan dapat menyebabkan terjadinya bloat atau kembung. Gejala klinis kembung yakni : Membesarnya perut bagian kiri dan bila dipegang cukup keras, bila ditepuk akan terasa udara dan berbunyi seperti tong kosong Ternak sulit bernafas atau bernafas menggunakan mulut Hidung kering Nafsu makan menurun atau tidak makan sama sekali Ternak merasa tidak nyaman, menghentakkan kaki atau berusaha mengais-ais perutnya Sering mengejan dan kencing Tidak dapat berdiri dan bisa mengakibatkan kematian Cara mencegah kembung yakni : Tidak memberikan pakan hijauan segar apalagi yang berusia muda di pagi hari. Pemberian pakan ini sebaiknya telah dilayukan terlebih dahulu selama kurang lebih 3 jam untuk menurunkan kandungan airnya. Saat musim hujan sebaiknya dipastikan memberikan rumput kering atau layu terlebih dahulu sebelum mengumbar Memberikan hijauan dalam bentuk yang tidak terlalu halus untuk memperlambat kerja mikroorganisme rumen. Obat tradisional untuk mengobati : Selain dengan cara oral, mengatasi kembung pada sapi juga bisa dilakukan dengan topikal atau pengobatan luar seperti salah satunya memakai minyak kayu putih. Minyak kayu putih hanya perlu diaplikasikan pada perut sapi atau jenis ternak lain berukuran besar seperti kerbau atau kuda. Sedangkan untuk cempek atau anak domba dan anak kambing lebih disarankan untuk memakai minyak telon dibandingkan minyak kayu putih agar tidak terlalu panas. Getah pepaya sebanyak 2 sendok makan, dicampurkan dengan 1 sendok garam dapur secara merata kemudian dimasukkan dalam botol berisi air dan diminumkan ke sapi. Untuk mengatasi perut kembung pada sapi, domba, kambing atau kerbau juga bisa memakai minyak goreng. Pemberian minyak goreng dilakukan dengan takaran 100 hingga 200 ml yang diminumkan langsung ke mulut sapi. Sedangkan pilihan minyak goreng yang bisa diberikan diantaranya adalah minyak kedelai, minyak kelapa atau minyak sawit. Sedangkan jika ingin memakai virgin coconut oil atau VCO, maka takarannya bisa dikurangi dari takaran minyak goreng. Untuk sapi atau domba bisa diberikan sebanyak 60 ml, sedangkan untuk sapi bisa diberikan sebanyak 250 ml. Kombinasi ramuan alami yang terbuat dari asam jawa, gula merah dan juga kunyit bisa dipakai untuk mengatasi kembung pada sapi dengan biaya lebih murah sekaligus lebih alami sehingga aman untuk digunakan. Semua bahan dicampur bersama air hangat yang sudah dicampur dengan asam jawa kemudian disaring dan berikan langsung pada mulut sapi. Sedangkan untuk domba atau kambing hanya cukup diberikan air hangat yang dicampur dengan gula merah. Oleh : AGUSMANTO, SST ( PPL Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas Propinsi Kalimantan Barat )