Loading...

PENANGANAN PANEN DAN PASCA PANEN BUAH SRIKAYA

PENANGANAN PANEN DAN PASCA PANEN BUAH SRIKAYA
Penanganan panen dan pasca panen hasil buah-buahan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas buah srikaya. Hak ini karena kualitas buah setelah panen tidak dapat ditingkatkan tetapi hanya akan dipertahankan sampai batas tertentu. Kualitas buah yang baikhanya akan diperoleh bila pemanenan dilakukan pada tingkat kematangan yang cukup. Sedangkan penanganan pasca panen buah srikaya yang tidak baik akan menurunkan kualitas buah sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, penanganan pasca panen ini menjadi sangat penting sehingga buah srikaya akan tetap segar diterima pembeli akhir. I. PANEN Buah srikaya dapat dipanen setelah berumur 40 hari sejak keluarnya bunga. Jika berdasarkan penampilan fisiknya buah dapat dipanen setelah menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut: (a).jarak antarsisik buah telah merenggang, (b).warna kulit buah berubah dari hijau menjadi hijau kekuningan, (c). apabila ditekan dengan jari terasa agak lembek dan tangkai mudah lepas dan (d ).aromanya khas buah srikaya. Buah yang dipanen diusahakan tidak sampai matang di pohon, apalagi sampai pecah merekah, sebab buah akan rusak karena terlepas dan jatuh dari tangkai buahnya sehingga kualitasnya menurun. Buah dipetik dengan memotong tangkai buah menggunakan pisau atau gunting untuk menghindari kerusakan pada buah. Waktu panen diusahakan sore hari agar buah tidak cepat layu. Panen buah srikaya tidak dilakukan secara sekaligus, tetapi pemetikan hanya dilakukan pada buah yang terpilih dan memenuhi kriteria untuk di panen. Jika sudah saatnya panen,buah srikaya tidak dapat dilakukan penundaan waktu panen. Sebelum akan memanen buahnya,petani harus mempertimbangkan pemasarannya. Jika pemasaran hanya untuk di tingkat lokal/pasar tradisional, maka pemanenan srikaya masak pohon. Buah srikaya masak pohon akan sangat menyenangkan dibandingkan dengan buah masak dengan diperam. Jika buah srikaya akan dipasarkan ke tempat yang jauh/diekspor dan agar buah tahan lama, maka pemanenan dilakukan sebelum buah benar-benar matang tetapi sudah tua. Pada saat memetik buah srikaya dari pohon harus secara hati-hati, dikumpulkan dalam keranjang dan menyimpannya di tempat yang tidak terkena sinar mata hari secara langsung supaya tidak layu. Bagi petani yang memproduksi srikaya secara besar-besaran dapat memanen sekaligus pada waktu buah hampir masak atau masih belum matang. Hal ini akan memberikan keuntungan yaitu buah mentah akan tahan lama disimpan dibanding dengan buah matang pohon. II. PASCA PANEN Penanganan hasil panen buah srikaya dilakukan untuk mempertahankan kualitas buah agar memiliki nilai jual yang tinggi. Jika buah srikaya tidak ditangani dengan baik, terutama pada hasil panen raya, akan banyak menimbulkan kerusakan buah sehingga kualitas dan harganya rendah. Kegiatan penanganan pasca panen buah srikaya meliputi: 1. Pengumpulan Hasil.Hasil panen di kebun dikumpulkan pada tempat yang bersih dan tidak terkena sinar matahari langsung. Hal ini bertujuan menghindarkan kelayuan pada buah akibat laju respirasi yang tinggi dan memudahkan penanganan selanjutnya. 2. Pembersihan Buah.Tahap selanjutnya adalah membersihkan buah srikaya dari segala kotoran yang menempel pada buah misalnya hama kutu putih yang menempel diantara sisik buah. Pembersihan dilakukan menggunakan kuas kering dan bersih, serta diusahakan tidak terkena air yang dapat mengakibatkan busuknya buah. 3. Sortasi. Bertujuan untuk memisahkan buah srikaya yang baik dan yang jelek.Buah yang baik berarti tidak banyak mengalami kerusakan fisik sedangkan jelek berarti banyak mengandung hama dan penyakit atau busuk atau bentuk buahnya tidak normal. Buah srikaya yang sudah matang dipisahkan dari buah yang masih keras, agar kematangan buah dapat bersamaan. Sortasi di tingkat petani dan pedagang tidak sama. Di tingkat petani, sortasi dilakukan sekadarnya asal buah yang terkumpul bisa terjual. Adapun di tingkat pedagang prlu sortasi dengan baik untuk menyortir kualitas buah yang baik. 4. Grading. Grading perlu dilakukan agar mutu produk dapat memberikan harga sesuai dengan kualitasnya. Di tingkat petani, umumnya jarang dilakukan grading, karena mereka sering menjual secara tebasan. Namun di tingkat pedagang, grading dilakukan berdasarkan grade yaitu: grade A, buah ukuran besar,bersih,tua dan agak keras, grade B, buah ukuran sedang sampai kecil,bersih,tua dan agak keras, grade C, semua ukuran,telah merekah dan agak lembek dan grade D,semua ukuran, telah merekah, lembek, dan jika diangkat perlu menggunakan kedua tangan. 5. Pengemasan.Pengemasan umumnya dilakukan di tingkat pedagang dengan alat pengemas berupa keranjang bambu yang dibuat renggang untuk memudahkan sirkulasi udara. Volume setiap keranjang sekitar 50 kg. Sebelum buah dimasukkan, di dalam keranjang diberi lapisan daun pisang atau daun waru. Adapun pengemasan untuk pembeli menggunakan keranjang yang terbuat dari anyaman bambu (brongsong) yang diberi lapisan daun. Setiap brongsong berisi sekitar 2 - 5 kg buah. 6. Pengangkutan.Pengangkutan buah srikaya harus dilakukan secara hati-hati terutama dari kebun ke tempat pengumpulan. Dalam pengangkutan, pengepakan keranjangnya jangan ditumpuk terlalu padat, buah akan tertekan dan matang akibat meningkatnya temperatur, terutama pada bagian tengah. 7. Pengolahan.Buah srikaya saat ini masih banyak dimanfaatkan sebagai bauh segar. Adapun pengolahan buah lebih lanjut, yang dapat meningkatkan nilai jual masih terbatas. Misalnya sebagai bahan sirup, minuman dalam kotak, manisan, permen, dsbnya. Hal ini disebabkan daya ketersediaan buah srikaya masih terbatas. Disarikan oleh : Lasarus, Pusluhtan Sumber : 1. Ir. Juhari, Radi - 1997. Budidaya Srikaya Penerbit Kanisius, Yogyakarta 2. Sumarno Dwi S, Isto Suwarno, 2011. Srikaya Jumbo Potensi Unggul Si Buah Super. Penerbit Lily Publisher, Yogyakarta.