PENANGANAN PANEN PADA TANAMAN CABAI Panen merupakan kegiatan akhir dari proses produksi dilapangan dan faktor penentu proses selanjutnya. Pemanenan dan penanganan panen buah cabai perlu diperhatikan agar dapat mempertahankan mutu sehingga dapat memenuhi spesifikasi yang diminta konsumen. Penanganan yang kurang hati-hati akan berpengaruh terhadap mutu dan penampilan produk yang berdampak kepada pemasaran. Di dataran rendah, tanaman cabai dapat dipanen pertama kali pada umur 70 – 75 hari setelah tanam, sedangkan waktu panen pertama didataran tinggi biasanya lebih lambat yaitu mulai umur 4 – 5 bulan setelah tanam. Pemanenan dilakukan 3 – 4 hari sekali atau paling lama 1 minggu, dipanen setelah buahnya sebagian berwarna merah. Panen dilakukan terus menerus sampai tanaman berumur 6 – 7 bulan (lebih kurang 20 kali panen), tergantung pada keadaan pertanamannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemanenan cabai adalah : Tingkat kematangan cabai, sesuai dengan tujuan penggunaan; Jumlah buah per pohon dan jumlah pohon tanaman dalam areal pertanaman yang siap untuk dipanen; Hindari terjadinya lika dan patahnya cabang dan ranting; Pisahkan segera buah yang busuk untuk menghindari penularan mikroba ke buah yang sehat; Hindari penutupan karung plastik; Hasil panen segera dibawa ke tempat yang teduh. Pemanenan buah cabe di Indonesia umumnya dilakukan dengan tangan. Panen awal dan lamanya waktu panen tanaman cabe tergantung kepada jenis dan varietasnya, varietas berumur genjah, sedang atau dalam. Umumnya, varietas yang sama yang ditanam di dataran rendah dan dataran tinggi menunjukkan panen awal yang berbeda. Tanaman cabe yang ditanam di dataran rendah lebih cepat dipanen dibandingkan dengan tanaman cabe yang ditanam di dataran tinggi. Frekuensi panen sangat tergantung kepada situasi lapangan. Namun secara umum pemanenan dilakukan 3 – 4 hari sekiali atau paling lambat seminggu sekali. Masa panen tergantung pada varietas cabe yang ditanam. Secara normal, frekuensi panen dapat dilakukan 12 – 20 kali sampai tanaman berumur 6 - 7 bulan. Selain varietas, masa panen cabe juga sangat tergantung kepada keadaan pertanaman dan perlakuan yang diberikan terhadap tanaman. Masa panen cabe rawit lebih lama dibandingkan dengan varietas cabe lainnya, tetapi tidak lebih dari 7 bulan. Dalam praktek keseharian, para petani cabe tidak pernah melakukan penanganan pasca panen yang benar seperti sortasi dan grading. Kegiatan ini biasanya lebih banyak dilakukan oleh para pedagang di tingkat pengumpul. Dalam pelaksanaan panen cabe hibrida, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut : 1.Panen dilakukan pagi hari setelah ada sinar matahari. 2.Cara pemanenan buah cabe dilakukan dengan mengikutsertakan batang buahnya dan dijaga supaya tidak merusak ranting dan percabangan tanaman cabe. 3.Buah yang dipanen adalah yang benar-benar tua, tandanya buah berwarna merah, hijau kemerahan atau hitam kemerahan. 4.Saat panen langsung dilakukan sortasi, buah yang rusak atau kena hama langsung dipisahkan. 5.Kematangan cabe disesuaikan dengan permintaan, lama penyimpanan dan lamanya transportasi ke pasar. 6.Setelah dipanen, lakukan sortir awal. Buah cabe yang terkena penyakit, terutama cendawan dikubur dalam lubang atau dibakar supaya tidak menular ke buah dan tanaman lainnya. Penulis : Muhammad Yandi BPP Sandaran, Kutim-Kaltim