PENANGANAN PANEN PASCA PANEN KACANG TANAH Pemanenan 100 hari stl tanam (tergantung varietas & tempat tumbuh). Ciri umum kacang tanah siap dipanen adalah: (1) Kebanyakan daun bercak-bercak coklat tua & banyak yang rontok, (2) batang agak hijau, (3) kulit buah sudah mengeras & warna bagian dalamnya ke-abuabuan, (4) apabila biji digigit terasa agak keras namun masih banyak mengandung air. Cara panen dengan mencabut tanaman, kadang tanah perlu digemburkan dulu. PENANGANANAN PASCA PANEN Perontokan/perompesan buah kacang dari batangnya Sortasi buah tua (berisi penuh) vs buah muda (kurang berisi) dan pembersihan kotoran/tanah Pengeringan. Saat panen kadar air 20%. Polong dijemur, tebal hamparan 3 – 5 cm, dibolak-balik. Ciri buah telah kering, bila dikocok-kocok telah terasa biji-bijinya terlepas dari kulitnya. Dalam waktu 7 – 10 hari cerah, kadar air bisa menurun menjadi 10%. Kemudian dikelompokkan menjadi mutu I, II, atau III. Jika menggunakan “batch dryer” suhu diatur 35 – 45oC, RH 55% agar buah tidak rusak pada waktu pembijian. Pembijian Dilakukan bila kadar air polong 9%. Secara manual dengan tangan lebih baik meski lama, bisa juga dengan “thresher” secara mekanis. Pembijian dilakukan dengan cara memukul-mukul polong di lantai è sering menyebabkan tingginya biji yang cacat/rusak Pengepakan & penyimpanan. Hasil biji kering berkadar air 5 – 7% (mutu I, II, atau III). Bila lama disimpan maka perlu diperiksa secara periodik apakah telah terjadi kemunduran mutu. Kadar air biji Kadar kotoran, biji rusak, keriput, pecah-pecah dengan mengambil sampel 500 g dan memisah-misahkannya serta menghitung persentasenya. Diameter biji, timbang 500 g sampel lalu diayak di atas penyaring berdiameter 6 mm, 7 mm, dan 8 mm Membuang adanya hama/patogen Mengetes kandungan aflatoksin Fitroh Nurcahyo Penyuluh BPP Kelumbayan