Loading...

PENANGANAN PASCA PANEN KACANG KEDELAI

PENANGANAN PASCA PANEN KACANG KEDELAI
Untuk mendapatkan biji kedelai yang baik dan bermutu maka harus dilakukan penanganan paca panen kacang kedelai yang baik sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang telah berlaku umum. Dengan pasca panen kacang kedelai yang baik maka akan diperoleh kadar air yang pas, warna kacang kedelai yang baik/bersih dan bentuk biji yang padat. Adapun langkah-langkah pasca panen kacang kedelai meliputi ; 1) Pengeringan brangkas, 2) Pembijian, 3) Penyortiran, 4) Pengemasan, 5) Penyimpanan. Secara rinci akan diuraikan di bawah ini; 1. Setelah dilakukan pemanenan kacang kedelai yang biasanya dilakukan dengan menyabit batang kacang kedelai maka selanjutnya dilakukan pengeringan brangkasan. Adapun pengeringan brangkasan dapat dilakukan dengan 2 cara : secara alami atau menggunakan para-para. a. Pengeringan Secara Alami Brangkasan kedele dijemur langsung di bawah sinar matahari. Dapat dilakukan di atas lantai jemur atau menggunakan alas plastik, jika menggunakan plastik sebaiknya dipilih yang berwarna hitam/gelap untuk mempercepat pengeringan. Brangkasan kedele yang baru dipanen tidak boleh ditumpuk dalam timbunan besar sebaiknya tumpukan diusahakan setipis mungkin supaya proses pengeringan cepat terjadi, terutama pada musim hujan untuk mencegah kerusakan biji karena kelembapan yang tinggi. Jangan menjemur brangkasan kacang kedelai langsung di atas tanah, karena proses pengeringan akan lambat selain itu dapat menurunkan kualitas kacang kedelai tersebut. b. Pengeringan brangkasan dengan menggunakan para-para buatan cara ini dilakukan terutama bila pemanenan dilaksanakan pada waktu musim hujan. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut; ? Para-para dibuat bertingkat dan luasnya disesuaikan dengan banyaknya brangkasan kacang kedelai yang akan dijemur. Usahakan para-para terbuat dari kayu yang ada disekitar pekarangan kita, tidak usah membeli sehingga dapat menghemat biaya yang dikeluarkan. ? Brangkasan kacang kedelai ditebar merata di atas para-para tersebut dan diusahakan jangan terlalu tebal, supaya proses penjemuran cepat kering. ? Dari bawah dialirkan panas dari sekam, untuk menurunkan kadar air, besarnya panas yang bersumber dari sekam atau sejenisnya disesuaikan dengan banyaknya brangkasan kacang kedelai yang dijemur ? Brangkasan kacang kedelai dianggap cukup kering bila kadar airnya telah mencapai berkisar 11 - 18 %. 2. Pembijian Pelaksanaan pembijian dapat dilakukan dengan pemukul (digebug) atau dengan mesin (Threster) a. Digebug/Dipukul ? Brangkasan kacang kedelai yang cukup kering di gebug/di pukul di atas lantai jemur/alas lain ? Brangkasan kacang kedelai digebug/dipukul dengan karet ban dalam sepeda atau kain untuk menghindarkan terjadinya biji kacang kedelai pecah ? Biji kacang kedelai yang terlepas dari polong selanjutnya ditampi ? Biji kacang kedelai dijemur sampai kadar air mencapai berkisar 11-18 % ? Selanjutnya biji kacang kedelai disimpan dalam wadah/karung yang bebas hama/penyakit b. Menggunakan alat mekanis (power thresher) ? Power thresther yang biasa digunakan untuk padi dapat dimanfaatkan untuk kacang kedelai. Pada waktu perontokan dikurangi hingga mencapai kurang lebih 400 rpm. ? Brangkasan kacang kedelai yang dirontokkan dengan alat ini hendaknya tidak terlalu basah, karena jika terlalu basah dapat membuat biji kacang kedelai pecah. ? Kadar air yang tinggi dapat mengakibatkan biji kacang kedelai rusak dan peralatan tidak dapat bekerja dengan baik 3. Pembersihan Untuk membersihkan biji kacang kedelai yang telah dirontokkan dapat menggunakan alat sebagai berikut a. Ditampi, Tampi/tampah terbuat dari anyaman bambu, berbentuk bulat dan diberi bingkai penguat. b. Menggunakan mesin pembersih (Winower) Mesin ini merupakan kombinasi antara ayakan dengan blowe 4. Pengemasan dan pengangkutan a. Biji kacang kedelai yang telah bersih disimpan dalam wadah yang bebas hama dan penyakit seperti karung goni/plastik atau bakul b. Bila diangkut pada jarak yang jauh, hendaknya dipilih jenis wadah/kemasan yang kuat sehingga biji kacang kedelai tidak rusak. 5. Penyimpanan a. Pempat penyimpanan harus teduh, kering dan bebas hama/penyakit b Usahakan wadah/karung yang berisi kacang kedelai tidak langsung diletakkan di lantai/tanah, sebaiknya dibuat kayu/broti atau sejenisnya sebagai alas tumpukan dari wadah atau karung goni yang berisi biji kacang kedelai tersebut. c. Biji kacang kedelai yang akan disimpan sebaiknya mempunyai kadar air 9-14 % d. Khusus untuk biji yang akan dijadikan benih, kadar airnya harus berkisar 11% e. f. Oleh: Dr.H.Ibrahim Saragih/Penyuluh Peprtanian Sumber: Ditjentan Deptan, 1998, Peningkatan Produksi Kedelai Melalui IP.300, Jakarta. Direktorat Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian Ditjentan, 2005 Bangkit Kedelai, Jakarta http//www.deptan.litbang