Lada Putih dalam bahasa Bangka disebut Sahang merupakan Komoditi hasil perkebunan yang memiliki nilai ekspor tinggi dan telah diakui di Negara-negara berkembang saat ini kembali dikembangkan untuk bercocok tanam oleh para petani lada di seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Setelah beberapa tahun terakhir penanaman pohon Lada sempat ditinggalkan para petani yang diakibatkan merosotnya harga nilai jual dan petani sempat beralih ke pertambangantimah dan perkebunan kelapa sawit maka muncul semangat baru para petani untuk bercocok tanaman Lada Putih dan selain itu dikembangkan pula penanaman pohon Karet seperti yang dikembangkan wilayah Kabupaten Bangka Tengah saat ini. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan oleh Tim Sekretariat Bakorluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hari Rabu tanggal 1 November 2012 secara langsung meninjau ke lapangan tempat Penangkaran Bibit Lada kelompok tani Suka Makmur yang ada di Desa Bedengung, Kecamatan Payung Kabupaten Bangka Selatan. Dalam kegiatan tersebut Tim dari Sekretariat Bakorluh berdialog langsung dengan para Petani yang terdiri dari Penyuluh Pertanian Lapangan, Ketua dan Anggota pengurus Penangkaran Bibit Lada Suka Makmur sebanyak 25 orang. Diawal pembicaraan tersebut,Amiludin Azis selaku Penyuluh Pertanian Lapangan menyampaikan pembukaan lahan Penangkaran Bibit Lada Suka Makmur berdiri tahun 2010 dengan luas lahan 1 hektar. Pelaksanaan kegiatan itu sendiri dibagi 2 tahap yakni tahap I yang dilaksanakan pada bulan Maret 2011 dengan penanaman bibit lada sebanyak 50000 batang dalam polybag dan dilanjutkan pada tahap II yang dilaksanakan pada bulan Maret 2012 dengan penanaman bibit lada sebanyak 204000 batang dalam polybag. Pada kesempatan tersebut, Busta'in selaku Ketua kelompok tani menyampaikan bahwa Dana untuk awal pengadaan bibit lada ini yang dilakukan secara swadaya anggota yang kemudian dilakukan kerjasama ( MoU ) berupa pinjaman dana dengan pihak ke 3 yakni Bank Mu'amalat Cabang Bangka Selatan dengan tempo waktu pembayaran yang telah disepakati yakni dibayar dan hasil penjualan bibit lada kepada kelompok tani yakni kelompok tani Pangkal Buluh dan kelompok tani Jelutung II maupun perorangan dengan harga Rp. 7000 per polybag yang sudah siap tanam. Namun saat ini kelompok tani yang ditunjuk masih terkendala lahan yang belum siap"kata Busta'in, dengan alasan kelompok tani tersebut lahan yang telah disiapkan sebelumnya dialihkan untuk menanaman tanaman lain seperti ubi jalar maupun tanaman lain sehingga Kelompok tani ini kebingungan kemana akan disalurkan bibit lada yang siap diedarkan karena terbentur dengan tempo waktu pembayaran angsuran ke pihak Bank Mu'amalat. Kendala ini sudah disampaikan ke Pihak Terkait yakni Dinas Pertanian dan Perkebunan Bangka Selatan namun sampai saat ini belum ada jawaban dari Instansi tersebut, kata Busta'in dan di-iakan oleh anggota lain. Harapan mereka pihak Provinsi selaku induk pemerintahan dapat memberi solusi/pemecahan yang terbaik agar semangat para anggota-anggotanya tetap terlaksana di tahun-tahun yang akan datang. Dalam dialog tersebut, Tim Sekretariat Bakorluh melihat aset sarana dan prasarana yang dimiliki kelompok tani Penangkaran Bibit Lada Suka Makmur antaralain : Mesin Robin 2 Buah, Harco 5 buah, Laptop , Printer dan alat-alat perkebunan lainnya. Selain itu pula Kelompok tani ini telah mendapat Pembinaan dari Dinas Perkebunan Kabupaten Bangka Selatan yang berupa pelatihan SKE . Diakhir pembicaraan Tim Sekretariat Bakorluh bersama seluruh pengurus Kelompok tani Penangkaran bibit lada Suka Makmur melihat penangkaran pembibitan lada, penanaman Terong dan tanaman Kacang panjang selain itu sebagian lahan juga digunakan pula untuk beternak ayam.(rd/11) Semoga Sukses.