Loading...

Penas Padang Promosi Sukses Sektor Pertanian

Penas Padang Promosi Sukses Sektor Pertanian
Air terjun di Lembah Anai terus bergemuruh saat jatuh ke Bumi. Pemandangan langit biru dengan awan putih bergelayut di Atas Kota Padang. Tim BPP Bukit Batu hadir pada Pagelaran Penas XVI, Padang-Sumatera Barat. Kepala UPT BPP Zuldayanti, S.Pt memimpin Tim memasuki Area Pekan Nasional di Landasan Udara Sutan Syahrir. Divisi Siber BPP Bukit Batu lalu mengunjungi Gelar Percontohan Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (PPHTP). Tampak berbagai mesin yang mendukung hilirisasi tanaman pangan, meliputi mesin pengolah, mesin pasca panen, serta mesin teknologi terkini lainnya. Dijelaskan pengelola pameran bahwa hilirisasi produk tanaman pangan diharapkan mampu meningkatkan daya saing, nilai tambah, serta memastikan keamanan produk. Mesin berteknologi tinggi yang ditampilkan salah satunya pada komoditi padi. Terlihat baru dan mengkilap mesin perontok padi, rice milling plant, pengering tenaga surya serta vertical dryer. Pada komoditi jagung meliputi perontok jagung, mesin penepung hammer mill dan disk mill. Bagi komoditi sorgum tersedia mesin penyosoh dan perontok sorgum. Tak lupa komoditi kedelai terdapat perontok kedelai dan pengupas kulit ari kedelai. Penuh kesabaran dan ilmu yang mumpuni, Pihak PPHTP menjelaskan satu persatu fungsi aneka mesin tersebut. Disebutnya bahwa sektor pertanian perlu memanfaatkan teknologi canggih, memudahkan kerja serta mendorong peningkatan produksi. Petani sebaiknya tidak lagi menjual bahan mentah, tapi produk olahan yang lebih beragam, awet dan punya nilai jual tinggi. Kami tertarik pada teknologi pengolahan singkong, sesuai tanaman yang dihasilkan di wilayah kerja Bukit Batu. Ada mesin yang memproses singkong menjadi keripik, juga pengolahan menjadi tepung tapioka. Di sampingnya ada teknologi pengolahan sari kedelai hingga menjadi tahu. Beralih pada meja bertaplak merah, produk siap saji dihidangkan secara gratis. Ada tahu goreng, keripik singkong, tempe goreng, sari kedelai, dan sebagainya. Para pengunjung tampak antusias mencicipi berbagai olahan makanan dari tanaman pangan tersebut. Tim berjalan ke area pameran, di bawah tenda berwarna putih. Stand Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (DJHKP), memanfaatkan gelaran akbar ini untuk mempromosikan produk buah dan sayuran berkualitas ekspor. Berbagai jenis buah dan sayuran tersebut merupakan keluaran budidaya petani lokal, hasil unggulan berskala internasional. Produk hortikultura tersebut diolah oleh UMKM binaan DJHKP. Hortikultura segar berkualitas ekspor yang ditampilkan antara lain adalah manggis, salak, paprika, durian asal Parigi Moutong, hingga tomat ceri organik. Tidak hanya itu, produk hasil olahan hortikultura berkualitas ekspor juga turut dipamerkan, seperti bawang goreng, durian beku, bubuk abon cabai dan minuman serbuk herbal. Guna menjaga kualitas, pemasaran memakai kemasan dengan logo khusus UMKM Hortikultura. Aneka buah jumbo dan buah tropis juga terlihat berjejer manis di depan stand. Warna-warni buahan khas Indonesia tersebut begitu menggiurkan. Ada buah merah asal Papua, Nanas Nawu seberat empat kilogram dari Sulawesi Tenggara, serta yang sudah terkenal, durian asal Parigi Moutong. Ada yang menarik penglihatan kami yaitu Jeruk Pamelo asal Pesisir Selatan, tampak sangat besar dengan berat lebih dari tiga Kilogram. Pengaruh pelaksanaan Pekan Nasional Pertanian atau biasa disingkat Penas begitu terasa. Ribuan orang berkunjung ke stand pameran, gelaran percontohan pengembangan agribisnis, berbagai temu wicara guna tingkatkan ilmu dan skill bertani, hingga pengembangan kemitraan dan jejaring kerja sama. Promosi pertanian ke kaum milenial pun bisa terwujud melalui internet, upload foto dan video serta postingan di media sosial oleh Tamu Penas XVI Padang. Lokasi foto yang unik dan penuh warna disenangi pengunjung, sukses promosi pertanian menjadi sangat cepat dan mudah. Dari Sabang sampai Merauke, Penas Padang Memang Oke!