Alam Bukit Barisan membentang luas, tegak menghiasi kota Padang. Sang kala memasuki hari kedua Pekan nasional Pertanian. Tim BPP Bukit Batu menuju ke lokasi Penas XVI. Perjalanan dari Perumahan Universitas Andalas menuju ke Kecamatan Tabing. Mobil melaju pelan, lalu lintas padat merayap ke Lanud Sutan Syahrir. Informasi awal diterima bahwa sebagian Peserta Penas sedang mengikuti seminar nasional pertanian. Tiba di area landasan pacu pesawat, suasana pameran pertanian tampak meriah. Berbekal ID card Kepala BPP Bukit Batu, Ibu Zuldayanti, S.Pt, kami masuk ke area expo. Mata langsung tertuju ke berbagai macam produk dan teknologi pertanian. Buah dan sayuran segar, produk olahan dalam kemasan, hingga drone pertanian menarik perhatian pengunjung. Pengelola stand sesekali melayani pertanyaan antusias dari tamu pameran. Bila kurang jelas, mereka mempraktekkan dengan peralatan yang sudah tersedia. Bahkan ada beberapa stand yang menyediakan tester berupa kripik, buah, bahkan masakan mie sagu dan sempolet. Sebagian penjaga stand dengan sabar mempraktekkan cara kerja teknologi baru mesin pertanian. Pameran ini mempromosikan produk unggulan petani. Terlihat dari beraneka sayur dan buah yang dipajang, Penas pertanian sepertinya mengutamakan produksi petani lokal masing-masing daerah. Kegiatan ini juga bisa memberikan ruang tukar informasi spesifik lokalita. Pengunjung pameran terlihat senang. Ada yang mendapat suvenir, brosur dan majalah. Sebagian lainnya membeli aneka kerajinan tangan, olahan hasil pertanian, seperti jamu, kripik, kopi. Ada pula yang membeli bibit buah-buahan, pupuk organik, tanaman hias. Tampak juga jual beli aksesoris bertuliskan Penas Padang 2023. Baik itu baju, topi, tas, hingga tali pinggang. Tak terasa beberapa jam berlalu, stand expo masih ramai pengunjung. Kondisi udara di dalam lokasi pameran sejuk, itu berkat pendingin ruangan yang disediakan panitia. Acara ini sangat bagus dalam menyatukan perjuangan pertanian Indonesia. Ada ruang saling membantu dalam menyelesaikan beragam persoalan yang dialami. Penas memberi harapan dalam kebersamaan. Petani, nelayan, penyuluh, Instansi Daerah dan Pemerintah pusat tidak sendirian dalam mewujudkan swasembada pangan.