Loading...

Penataan Lokasi Usaha Babi yang Ramah Lingkungan

Penataan Lokasi Usaha Babi yang Ramah Lingkungan
Pengelolaan terrnak babi yang selama ini dikeluhkan penduduk yang bermukim di dekat peternakan babi, sebetulnya tidak perlu terjadi apabila sistem pemeliharannya memperhatikan lingkungan, Dalam pengelolaannya yang harus diperhatikan adalah limbahnya, baik yang berasal dari kotoran maupun dari produk yang dihasilkan. Oleh karena itu penentuan lokasi usaha peternakan babi harus memenuhi ketentuan -ketentuan sebagai berikut : 1) ketinggian lokasi terhadap wilayah sekitarnya disesuaikan dengan lingkungan, sehingga kotoran dan limbah tidak mencemari lingkungan 2) Lokasi usaha di daerah yang tidak padat penduduk dan diperuntukkan khusus sebagai kawasan peternakan babi sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang ( RUTR) dan Rencana Detaail Tata Ruang (RDTR) daerah yang bersangkutan. Selain itu usaha peternakan babi harus menangani dan mengelola dengan baik semua limbah dan sisa-sisa kotoran sehingga tidak mengganggu kelestarian lingkungan. Babi harus dikandangkan, dimana kandang harus terpisah dari rumah , jarak kandang dari rumah 25 m , dari jalan umum 100 m Penataan komplek usaha peternakan babi Lokasi usaha peternakan babi yang baik hendaknya memenuhi syarat : 1) mempunyai jalan yang baik untuk pengangkutan pengadaan sarana dan bahan keperluan usaha maupun penjualan babi dan limbah ternak, 2) memiliki sumber air yang cukup, 3) topografi dan drainase cukup baik, 4) tidak terganggu atau menganggu pemukiman. Konstruksi kandang Cukup sirkulasi udara dan mendapat sinar matahari, suhu optimal 26,5 derajat celsius dengan kelembaban maksimal 90 %, dinding setengah terbuka dan kuat untuk menahan angin kencang karena babi sangat sensitif terhadap udara panas dan lembab.Lantai mudah dibersihkan, dibuat agak miring agar kotoran dan air kencing bisa mengalir ke saluran pembuangan kotoran dan tidak mengganggu kebersihan kandang dan kekeringan lantai terjamin. Memiliki saluran pembuangan limbah dan bak penampungan kotoran dan kencing babi serta persediaan air cukup. Bentuk dan Jenis kandang Dalam peternakan babi , kandang dibedakan menurut kegunaannya yaitu : 1) kandang pejantan, khusus dirancang berdekatan dengan ruang perkawinan dan dekat dengan kandang betina, ukuran kandang 3,5 x 3,5 m per ekor, 2) kandang beranak, terutama untuk induk yang bunting tua, menyusui sampai menyapih , dilengkapi dengan alat pengaman pada tiap petak untuk menghindari anak babi yang baru lahir terinjak atau terjepit induk, ukuran 2,5 x 2,5 m per ekor, bersuhu 18 - 24 C dengan ventilasi baik. Selain itu sebaiknya diberi alas dari bahan empuk, bersih dan kering.3) kandang induk adalah kandang untuk induk-induk yang kering maupun yang bunting, dapat berupa kandang-kandang kelompok/ koloni ataupun kandang individual. luas 1,4 m2 per ekor 4) kandang penggemukan atau kandang babi muda, merupakan ruangan yang luas dengan sistem pemeliharaan kelompok/koloni. Luas 1 ekor babi 1 m2 5) kandang isolasi, kandang yang diperuntukkan bagi babi-babi yang sakit atau sedang dalam perawatan khusus. Kandang ini .harus individual dengan luas minimal 1,5 x 2 meter.6) kandang karantina adalah kandang yang khusus untuk penampungan sementara babi-babi yang baru datang dari luar kelompok untuk dilakukan pengamatan. Semua kandang tersebut diatas hendaknya dilengkapi pintu, sarana tempat makan dan minum dengan ukuran dan besarnya babi serta kepadatannya. Jenis kandang, ada 2 jenis kandang yaitu kandang tunggal, yaitu kandang yang terdiri dari satu baris dan kandang ganda yaitu kandang yang terdiri dari dua baris yang letaknya bisa saling berhadapan atau saling bertolak belakang Perlengkapan kandang, yang umum adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam menciptakan kenyamanan ternak, seperti bak tempat makan dan minum, perlengkapan untuk pembersih kandang.dan desinfeksi, peralatan kesehatan hewan, dan alat angkut makanan dan limbah padat, peralatan- peralatan untuk identifikasi, recording, seleksi, timbangan dan alat kastrasi. Pencegahan pencemaran dan pelestarian lingkungan . Dalam mengusahakan ternak babi perlu memiliki sarana penanganan limbah kotoran, tempat pembakaran atau lubang pembuangan/ penguburan bangkai sisa bekas melahirkan atau ternak yang mati terinfeksi penyakit. Selain itu mencegah timbulnya erosi serta memperhatikan dan mengamankan kelestarian lingkungan dengan membuat unit pengolahan limbahj yaitu dengan menampung hasil limbah kotoran padat (faeses) atau cair (urine) dalam bak penampungan yang diproses menjadi pupuk organik padat dan cair serta biogas. menghindari timbulnya polusi dan gangguan lain seperti bau, suara yang dapat mengganggu lingkungan.dan membantu penghijauan dengan penanaman pohon-pohon penyerap bau seperti kamboja dan kenanga di sekitar lingkungan kandang, Penulis : Asia ( Penyuluh BPSDMP) Sumber informasi : - Teknik Beternak Babi di Indonesia. Dr.Ngepkep Ginting dan Dr.Djamuara Aritonang MS - Beternak Babi.1974.Penerbitan Yayasan Kanisius.