Loading...

Pendampingan Petani Adalah Kewajiban Bagi Penyuluh Pertanian

Pendampingan Petani Adalah Kewajiban Bagi Penyuluh Pertanian
Pendampingan terhadap petani adalah kewajiban bagi penyuluh pertanian, hal itu yang dikatakan oleh Dr. Achmad Suryana selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian saat membuka Temu Teknis Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan Tingkat Kecamatan angkatan I pada Selasa, 5 Maret 2013 di Ciawi, Bogor Jawa Barat. Penyuluh lanjutnya, merupakan ujung tombak dalam penyampaian informasi agar petani dapat menerapkan teknologi, meningkatkan produktivitasnya dan bagaimana meningkatkan luas tanamnya. "Adanya penyuluh dalam mendampingi kegiatan petani menjadi salah satu poin menuju keberhasilan", tambahnya. Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K), memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan pertanian, yang berperan mengkoordinasikan, mensinergikan dan menyelaraskan kegiatan-kegiatan pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan di wilayah kerja balai penyuluhan. Pada akhir sambutannya beliau menegaskan perlunya peningkatan kapasitas BP3K sebagai Pos Simpul Koordinasi (POSKO) P2BN tingkat Kecamatan Guna mendukung pengawalan dan pendampingan pelaksanaan Program P2BN guna menuju Surplus Beras 10 Juta ton di Tahun 2014, seperti yang telah dicanangkan oleh Bapak Menteri Pertanian saat Jambore Penyuluh Pertanian di Lampung. Kegiatan Temu Teknis Pimpinan Kelembagaan Penyuluhan Tingkat Kecamatan yang rencananya dilakukan sebanyak 5 angkatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian di BP3K dan mewujudkan penyelenggaraan penyuluhan pertanian yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian. Hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian DR. Ir. Momon Rusmono, MS, Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), Ir. Kemal Machfud, MM serta 200 orang Peserta Temu Teknis yang berasal dari wilayah Pulau Sumatera. Temu Teknis angkatan pertama ini diikuti peserta dari Provinsi NAD, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Bengkulu yang merupakan perwakilan dari Kepala Bakorluh, Kepala BP4K, dan Kepala Balai Penyuluhan Kecamatan. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan sosialisasi pelaporan P2BN melalui SMS Center yang disampaikan oleh TIM SMS Center P2BN BPPSDMP.