Desa Karangjatianyar merupakan desa terbesar di Kecamatan Wonorejo dengan sawah seluas 485 ha, hortikultura walaupun bukan komoditi utama tetapi ada beberapai petani yang terbiasa menanam tanaman bawang merah, di Kelompoktani Sumber Rejeki misalnya. Kelompoktani Sumber Rejeki terletak di Dusun Wonoanyar Tengah memiliki ketinggian tanah ± 150 m dpl, pengairan yang tidak terlalu sulit dengan lama penyinaran matahari saat siang hari lebih dari 10 jam, dan suhu antara 27 “ 350 C merupakan ekosistem yang pas untuk hidup tanaman bawang merah. Sebagai petugas saya merasa bertanggung jawab atas keberhasilan petani dalam menanam bawang merah. Dalam penyuluhan yang saya lakukan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam keberhasilan budidaya bawang merah yaitu :1. Olah tanahOlah tanah mutlak dilaksanakan untuk mendapatkan kegemburan karena bawang merah yang akan kita panen tumbuh di dalam tanah. Saat olah tanah, perlu dibuat bedengan dan saluran air, karena bawang merah tidak boleh digenangi air, maka saluran air dibuat dengan tujuan agar air di dalam pertanaman mudah mengalir keluar. Kegemburan dapat dicapai apabila bahan organik banyak terdapat di dalam tanah, yaitu bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak. Kotoran ternak sangat mudah didapat di Desa Karangjatianyar. Kotoran ternak yang dipakai harus benar-benar matang, dengan ciri-ciri : bau kotoran sudah hilang dan berubah bentuk seperti tanah. Apabila kotoran ternak yang masih mentah digunakan maka bukan kesuburan dan kegemburan yang didapat tetapi justru akan mematikan tanaman. Tanaman menjadi mati karena kotoran ternak tersebut masih mengandung bakteri patogen (bibit penyakit) dan kandungan ammonianya masih tinggi, sehingga kotoran tersebut menjadi panas. Proses fermentasi/pelapukan bisa mempercepat proses pematangan daripada menunggu proses alami, dengan proses fermentasi pupuk organik yang dihasilkan sudah terbebas dari bibit penyakit dan benih gulma (rumput liar). Dosis pupuk organik yang diberikan adalah 2 ton untuk 1 hektar, pada prinsipnya semakin banyak pupuk organik yang digunakan maka semakin baik untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman.2. Pemilihan bibitApabila menggunakan umbi maka pilih umbi bibit yang bagus dan sehat dengan ciri-ciri : umbinya besar-besar, sudah disimpan 2 bulan (terikat dengan daunnya), tidak keropos, dan dipanen tua. Bibit yang sudah tua terdapat ciri-ciri : berwarna gelap dan mengkilap (merah tua sampai kecoklatan), kalau diiris tampak lapisan bawang yang tebal, berwarna agak hijau dan seperti tunas yang tumbuh. Kebutuhan bibit bawang merah adalah 1,4 ton per hektar dengan jarak tanam 20 x 20 cmPerlakuan Benih Setelah mendapat benih bagus maka perlu dilakukan perlakuan benih dengan tujuan agar nantinya tanaman bawang merah tumbuh sehat. Perlakuan benih ini sama dengan imunisasi. Perlakuan benih dilakukan dengan cara menambahkan fungisida, insektisida sistemik, dan ZPT (Zat Perangsang Tumbuh) dengan dosis : fungisida, insektisida sistemik, dan ZPT (Zat Perangsang Tumbuh) masing-masing 30 ml (berbentuk cair) atau 100 gr (berbentuk bubuk) dicampurkan dengan 1 kw bibit bawang merah.3. PenanamanAgar benih bawang merah tumbuhnya cepat dan seragam maka ujung benih perlu diiris 1/3 bagian (0.5 cm). Bersihkan umbi dari kulit yang kering dan sisa-sisa akar. Jarak tanam yang ideal adalah 20x20 cm, karena supaya ada ruang dalam tanah sehingga bawang merah bisa tumbuh besar. Benamkan seluruh umbi, tidak terlalu dalam kemudian tutup dengan tanah, tipis-tipis saja.4. PengairanTanaman bawang merah tidak boleh mendapat air yang berlebihan, umbi akan busuk dan mati. Pengairan yang cukup apabila tanah tidak sampai kering, penyiraman dilakukan 2 kali sehari pada pagi dan sore. Kalau tanah masih basah tidak perlu disiram lagi. 3 hari menjelang panen penyiramam dihentikan.5. Pemupukan1. Menggunakan pupuk organik saat olah tanah2. Menggunakan pupuk kimia, yaitu diberikan dua kali. Pemupukan I : diberikan umur 7 HST dengan ukuran per hektar Urea 100 kg, ZA 300 kg, KCl 100 kg. Pemupukan II : diberikan umur 40 HST dengan ukuran per hektar Urea 50 kg, ZA 100 kg, KCl 100 kg. Pemupukan dilakukan dengan membuat kerukan disekitar tanaman.6. Pengendalian hama, penyakit dan gulmaBudidaya bawang merah sangat beresiko karena serangan hamanya luar biasa, sehingga untuk meminimalkan serangan hama harus dibuat tindakan pencegahan yaitu dengan membuat alat perangkap hama dengan memanfaatkan sumber cahaya (lampu listrik dan nyala api). Karena alat perangkap hama ini sangat efektif, dinyalakan mulai jam 17.00 “ 22.00.Hama dan penyakit yang sering menyerang adalah hama ulat dan penyakit layu, tindakan pengendalian yaitu dengan cara :1. Cara konvensionala. Pengendalian hama bisa dilakukan dengan mengambil ulat dan telur secara langsungb. Pengedalian penyakit layu, yaitu dengan cara mencabut dan membakar tanaman yang terserang 2. Cara Teknisa. Pengendalian hama menggunakan insektisida, untuk hama ulat menggunakan insektisida berbahan aktif klorfirifos.b. Pengendalian penyakit layu menggunakan fungisidaAgar budidaya bawang merah hasil panennya tidak gagal maka perlu diambil tindakan preventif yaitu dengan melakukan penyemprotan 1 minggu sekali dengan mencampur 3 bahan sekaligus yaitu : insektisida, fungisida, dan pupuk daun. Dosis disesuaikan dengan anjuran dari produk yang dipakai.(Cak Mojo)