Untuk meningkatan pelayanan informasi publik, dalam lima tahun mendatang Kementan akan melakukan upaya-upaya, sebagai berikut:1. Pengelolaan sarana dalam pelayanan informasi publik;2. Melaksanakan standar pelayanan informasi publik dan pengaduan masyarakat;3. Melaksanakan pelayanan perpustakaan dan informasi pembangunan di sektor pembangunan;4. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dengan melakukan pengelolaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, pengelolaan dan pelayanan data dan informasi, pengelolaan aplikasi dalam mendukung manajemen serta pembangunan dan pengelolaan keamanan teknologi informasi dan komunikasi. Informasi pubik dapat disebarluaskan atau dipublikasikan melalui media elektronik, dalam hal ini televisi. Untuk menyamakan persepsi dan koordinasi pada unit kerja eselon I lingkup Kementerian Pertanian, maka dilaksanakan kegiatan Workshop Komunikasi Publik dengan tema "Penderasan Komunikasi Publik" di JICC Botani Square, Bogor pada tanggal 31 Januari 2017. Workshop Komunikasi Publik Ini dibuka dan diresmikan oleh Menteri Pertanian dan dihadiri oleh Kepala Biro Humas, Pejabat eselon II lingkup Kementan, Pejabat yang menangani bidang kehumasan, Fungsional Pranata Humas serta pelaksana dibidang kehumasan lingkup Kementan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam workshop tersebut menyampaikan bahwa Pemberitaan program strategis Kementerian Pertanian perlu dilakukan sebagai bahan publikasi kinerja Kementerian Pertanian. Program strategis yang dilakukan oleh Kementan antara lain adalah regulasi yang rumit menjadi mudah, adanya pengawasan pelaksanaan program, pembentukan Tim Sapu Bersih Pengutan Liar dan Satgas KPK, Kejagung, Polri dan BPKP yang berkantor di Kementan. Dikesempatan lain Menteri Pertanian menyampaikan bahwa, Indonesia sedang bersiap untuk menjadi lumbung pangan dunia, setelah swasembada pangan terwujud langkah selanjutnya Kementerian Pertanian akan membuka dan meningkatkan lahan pertanian di wilayah perbatasan. Sasaran utama dari pembukaan lahan pertanian di kawasan perbatasan adalah untuk meningkatkan ekspor komoditi pertanian Indonesia khususnya ke Malaysia, Singapura, Philipina, Papua Nugini dan Australia. Ditambahkan oleh Mentan, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas pemberitaan terkait pertanian. Publikasi perlu ditingkatkan untuk melakukan penderasaan informasi. Pelaksanaan penderasan informasi tidak semata-mata hanya dilakukan oleh Humas, namun dapat dilakukan oleh bagian/bidang/orang yang dalam kesehariannya berkaitan dengan informasi dan komunikasi. Publikasi perlu dilakukan untuk menunjukkan kinerja Kementan serta untuk menciptakan iklim positif di masyarakat. Pada kegiatan Workshop Komunikasi Publik hadir pula memberikan materi Strategi Penderasan Komunikasi Publik Pemerintah oleh Ketua Perhumas, Agung Laksamana dan Strategi Media Sosial untuk Lembaga Pemerintah oleh Nukman Lutfi. (Nurlaily)