Fungsi PUTS sebagai alat melakukan analisis tanah dengan cepat dilapang sebagai dasar penentuan rekomendasi pemupukan N,P dan K dalam rangka percepatan implememtasi program pemupukan berimbangPrinsip kerja PUTS : Pengukuran kadar hara dalam tanah ditetapkan dengan metode kolorimetri dan hasilnya bersifat kualitatif yang dapat digolongkan kedalam kelas rendah (R), sedang (S), dan tinggi (T). Bahan pereaksi didalam PUTS adalah :a. Penetapan NitrogenPereaksi N1 = 100 ml, Pereaksi N2 = 100 ml, Pereaksi N3 = 60 mldan Pereaksi N4 = 2,5 gb. Penetapan PosporPereaksi P1 = 250 ml, Pereaksi P2 = 2,5 gc. Penetapan KaliumPereaksi K1 = 100 ml, Pereaksi K2 = 30 ml, Pereaksi K3 = 30 mld. Penetapan pHPereaksi pH 1 = 250 ml. Pereaksi pH 2 = 60 ml, Air murni (Aquadest) = 250 mlPengambilan sampel tanah adalah sebagai berikut :a. Pengambilan contoh tanah dilakukan pada kondisi lahan yang sama (homogen)b. Dilakukan pada kondisi kelembaban tanah sedangc. Menentukan tempat pengambilan contoh tanah yaitu dengan system diagonal atau zigzag dan cara acakd. Permukaan tanah dibersihkan dari rumput, batu-batuan dan kerikil, sisa tanaman atau bahan organice. Pengambilan contoh tanah dengan menggunakan bor tanah atau cangkul dan sekopPenentuan N tanah dengan PUTSa. ¼ sendok kecil contoh tanah dimasukkan kedalam tabung reaksib. Tambahkan 2 ml pereaksi N1 diaduk sampai meratac. Tambahkan 2 ml pereaksi N2 dikocok ratad. Tanbahkan 3 tetes pereaksi N3 dikocok ratae. Tambahakan 5 “ 10 butir pereaksi N4 dikocok sampai rataf. Diamkan 10 menit, warna yang timbul dalam larutan jernih dibandingkan dengan bagan warna N tanah dan baca status hara N tanah Penentuan P tanah dengan PUTSa. ¼ sendok kecil contoh tanah dimasukkan kedalam tabung reaksib. Tambahkan 3 ml pereaksi P1 diaduk sampai meratac. Tambahakan 5 “ 10 butir pereaksi P2 dikocok sampai ratad. Diamkan 10 menit, warna yang timbul dalam larutan jernih dibandingkan dengan bagan warna P tanah dan baca status hara P tanah Penentuan K tanah dengan PUTSa. ¼ sendok kecil contoh tanah dimasukkan kedalam tabung reaksib. Tambahkan 2 ml pereaksi K1 dikocok sampai meratac. Tambahkan 1 tetes pereaksi K2 dikocok selama 1 menitd. Tanbahkan 1 tetes pereaksi K3 dikocok ratae. Diamkan 10 menit, warna yang timbul dalam larutan jernih dibandingkan dengan bagan warna K tanah dan baca status hara K tanah Penentuan pH tanah dengan PUTSa. ¼ sendok kecil contoh tanah dimasukkan kedalam tabung reaksib. Tambahkan 2 ml pereaksi pH1 diaduk merata sampai jadi pastac. Tambahkan lagi 2 ml pereaksi pH1 sambil membilas dinding tabung reaksid. Kocok campuran sampai merata dan biarkan sampai terbentuk cairan jernih diatas permukaan (+ 3menit)e. Tambahakan indicator warna pereaksi pH2 sebanyak 1 “ 2 tetes f. Diamkan 10 menit, hingga suspense mengendap dan terbentuk warna pada cairan jernih dibagian atasg. Bandingkan warna yang timbul dengan bagan warna pH tanahh. Jika warna yang timbul meragukan, tanah dikocok ulang secara perlahan sampai cairan jernih teraduk merata dan diamkan sampai mengendap kembali PENULIS (ABD.SALAM, SP, PPL KEC. LAPPARIAJA KAB. BONE)