Sistem tanam jajar legowo 4:1 adalah metode penanaman padi dengan pola empat baris tanaman padi diselingi satu baris kosong, yang berfungsi meningkatkan jumlah cahaya matahari dan sirkulasi udara, mempermudah pemupukan, pengendalian hama dan gulma, serta meningkatkan populasi dan produktivitas tanaman padi hingga 10-15%. Sistem ini juga membuka peluang untuk sistem padi-ikan (mina padi) dan dapat diimplementasikan dalam dua tipe, yaitu tipe 1 dengan seluruh baris disisipi tanaman dan tipe 2 dengan hanya baris pinggir yang disisipi.
Mekanisme dan Manfaat Sistem Tanam Jajar Legowo 4:1
-
Peningkatan Cahaya dan Sirkulasi Udara:
Barisan kosong yang lebar memungkinkan lebih banyak sinar matahari masuk ke setiap rumpun tanaman, mendorong aktivitas fotosintesis dan meningkatkan hasil panen.
Kemudahan Pengelolaan:
Barisan kosong menyediakan ruang yang lebih luas, sehingga memudahkan petani untuk melakukan pemupukan susulan, penyiangan, penyemprotan pengendalian hama dan penyakit, serta pengendalian tikus.
Peningkatan Populasi Tanaman:
Dengan penambahan tanaman sisipan, terutama pada tipe 1, populasi tanaman per hektar meningkat sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas.
Peningkatan Produktivitas:
Hasil kajian menunjukkan sistem jajar legowo dapat meningkatkan hasil gabah hingga 10-15%.
Potensi Integrasi Padi-Ikan (Mina Padi):
Barisan kosong memberikan ruang untuk pengembangan sistem produksi padi-ikan atau parlebek (kombinasi padi, ikan, dan bebek).
Tipe Sistem Tanam Jajar Legowo 4:1
1. Tipe 1:
Seluruh baris keempat disisipi dengan tanaman dari barisan yang dihilangkan, menghasilkan jarak tanam yang lebih rapat dan populasi tanaman yang lebih tinggi.
2. Tipe 2:
Hanya barisan pinggir yang disisipi tanaman. Pola ini memberikan peningkatan populasi yang lebih kecil dibandingkan tipe 1.
Pertimbangan dalam Penerapan
Kondisi Lahan:
Penerapan sistem jajar legowo 4:1 perlu disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanah dan ketinggian tempat lahan pertanian.
Pengendalian Gulma:
Barisan kosong berpotensi ditumbuhi gulma, namun ini dapat diatasi dengan penyiangan atau penggunaan herbisida selektif.