Padi gogo adalah jenis padi yang dibudidayakan di lahan kering atau tegalan, bukan di sawah yang tergenang air, dan dikenal karena toleransinya terhadap kekeringan. Padi ini menjadi solusi penting untuk ketahanan pangan di daerah dengan curah hujan rendah atau lahan marginal karena tidak memerlukan irigasi permanen dan dapat ditanam di lahan yang kurang air.
Karakteristik dan Keunggulan Padi Gogo
-
Lahan Tanam:
Ditanam di lahan kering, tegalan, atau lahan bekas perkebunan, bukan di sawah basah.
-
Kebutuhan Air:
Membutuhkan sedikit air dan sangat toleran terhadap kekeringan.
Solusi Pangan:
Menjadi harapan baru untuk menjaga stabilitas pangan di tengah perubahan iklim dan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Varietas Unggul:
Terdapat beberapa varietas padi gogo unggul seperti Inpago 12 Agritan, Inpago 8, dan Situbagendit yang memiliki daya tahan terhadap kekeringan.
Pemanfaatan Lahan:
Memanfaatkan lahan marginal atau lahan yang tidak dapat digarap untuk padi sawah.
Metode Tanam: Ditanam dengan sistem tabela (tanam benih langsung) atau tugal (penanaman dengan tugal), dengan jarak tanam yang bervariasi.
Penyiangan: Pengendalian gulma penting dilakukan sejak dini (sekitar 10-15 hari setelah tanam) untuk merangsang pertumbuhan akar.
Penanaman Sela: Dapat ditanam di sela-sela tanaman lain seperti pisang atau kakao.
Ketahanan Pangan: Memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memperluas area tanam padi di lahan kering.
Optimalisasi Lahan: Mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan yang sebelumnya kurang produktif.