Loading...

PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2:1

PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2:1
PENERAPAN TEKNOLOGI SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO 2:1Oleh : Ni Ketut Poliadi, SP Jajar legowo adalah penataan tanaman padi dengan mengatur jarak tanam sedemikian rupa sehingga populasi meningkat dan jumlah tanaman yang mendapatkan efek pinggir lebih banyak dibandingkan dengan cara tanam biasa. Pada jajar legowo, jarak tanam antara barisan sama dengan jarak tanam biasa, tetapi jarak tanam dalam barisan diperpendek hingga setengahnya dan pada setiap satu set legowo diselingi dengan jarak dua kali lebih panjang dari jarak tanam antar baris.Dengan menerapkan komponen teknologi jajar legowo produktifitas padi dapat ditingkatkan 80-100 %/hektar (rata-rata produktivitas padi nasional 5,3 t/ha melalui jajar legowo menjadi 9-10,6 t/ha) Cara tanam jajar legowo untuk padi sawah secara umum bisa dilakukan dengan berbagai tipe yaitu: legowo (2:1), (3:1), (4:1), (5:1), (6:1) atau tipe lainnya. Namun dari hasil penelitian, tipe terbaik untuk mendapatkan produksi gabah tertinggi dicapai oleh legowo 4:1, dan untuk mendapat bulir gabah berkualitas benih dicapai oleh legowo 2:1. Pengertian jajar legowo 2 : 1 adalah cara tanam yang memiliki 2 barisan kemudian diselingi oleh 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam 1/2 kali jarak tanam antar barisan. Dengan demikian, jarak tanam pada tipe legowo 2 : 1 adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (barisan pinggir) x 40 cm (barisan kosong). 20 cm 40 cm 20 cmV v v v v v10 cm v v v v v v v v v vv v v vv v v vv v v v Diagram legowo 2:1- jarak tanam antar baris =20 cm- jarak tanam dalam baris =10 cm- jarak antar set =40 cmModifikasi jarak tanam pada cara tanam legowo bisa dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Secara umum, jarak tanam yang dipakai adalah 20 cm dan bisa dimodifikasi menjadi 22,5 cm atau 25 cm sesuai pertimbangan varietas padi yang akan ditanam atau tingkat kesuburan tanahnya.Tujuan implementasi cara tanam legowo 2:1 adalah :1. Memanfaatkan sinar matahari bagi tanaman yang berada pada bagian pinggir barisan. 2. Mengurangi kemungkinan serangan hama, terutama tikus. 3. Menekan serangan penyakit. 4. Mempermudah pelaksanaan pemupukan dan pengendalian hama / penyakit. 5. Menambah populasi tanaman. 6. Hasil lebih tinggi dibanding jajar tegel karena tanaman berposisi sebagai tanaman pinggir sehingga memperoleh sinar matahari dan oksigen sesuai kebutuhan7. Kelembaban lingkungan tumbuh lebih rendah sehingga perkembangan penyakit khususnya yang disebabkan oleh jamur dan bakteri berkurang8. Walaupun ada lorong kosong diantara set legowo, populasi tanaman tidak berkurang karena dilakukan pemadatan pada setiap baris pinggir.