Kementerian Pertanian telah menetapkan 4 (empat) target sukses Pembangunan Pertanian yang ingin dicapai hingga akhir tahun 2014, yaitu: (1) Swasembada dan swasembada berkelanjutan; (2) peningkatan diversifikasi pangan; (3) peningkatan nilai tambah, daya saing, dan ekspor; dan (4) peningkatan pendapatan kesejahteraan petani. Tahun 2013 merupakan tahun ke-empat dari pelaksanaan Rencana Strategis (Renstra) Pembangunan Pertanian 2010-2014, yang berarti waktu untuk mewujudkan ke-empat target sukses tersebut kurang dari dua tahun lagi. Kinerja di tahun 2013 ini merupakan tahun penentu, tercapainya target swasembada dan swasembada berkelanjutan tahun 2013 akan berdampak pada kinerja tahun 2014. Pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada pencapaian peningkatan produksi, tetapi harus seiring dengan upaya-upaya untuk mengurangi konsumsi beras dengan mengembangkan pola pangan yang beragam, bergizi dan berimbang. Hal inilah yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Ir. H. Suswono, MMA tentang target Sukses Pembangunan Pertanian. Hal tersebut disampaikan dalam acara Pemberian Penghargaan Tingkat Nasional Tahun 2013 di Auditorium Gedung F, Kementerian Pertanian, Sabtu ( 17/8/2013). Selanjutnya dalam acara pemberian Penghargaan Tingkat Nasional Tahun 2013 di Kantor Pusat kementerian Pertanian, Menteri Pertanian menyampaikan tentang peningkatan kesejahteraan petani yang dilakukan melalui pelaksanaan program-program terobosan, antara lain: Pengembangan Usaha Agribisnis di Perdesaan (PUAP), dan Pengembangan Agribisnis melalui Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3). Kemudian tentang pemberdayaan petani yang dilakukan melalui program-program pengembangan pola agribisnis dengan penerapan paket teknologi, seperti: Sekolah Lapangan-Pengelolaan Sumberdaya dan Tanaman secara Terpadu (SL-PTT) Padi, Jagung dan Kedelai; Penerapan SRI (System of Rice Intensification); Gerakan Peningkatan Produksi Pangan berbasis Korporasi (GP3K); Demfarm Padi, Jagung dan Kedelai; serta pemberdayaan kelompok wanita melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan dan Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari. Selain hal di atas, Menteri Pertanian juga memaparkan Dengan telah disahkannya Rancangan Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani oleh DPR pada Tanggal 9 Juli 2013, diharapkan para petani dapat meningkatkan kemandirian dan kedaulatannya dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan, kualitas, dan kelangsungan hidup yang lebih baik karena perlindungan petani adalah segala upaya untuk membantu petani dalam menghadapi permasalahan kesulitan memperoleh prasarana dan sarana produksi, kepastian usaha, resiko harga, kegagalan panen, praktik ekonomi biaya tinggi, dan perubahan iklim. Pemberian penghargaan tingkat nasional ini bertujuan agar para Petani Berprestasi, Gapoktan Berprestasi, Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi, Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan dan Penyuluh Pertanian PNS Teladan dapat menularkan prestasi dan kinerja yang telah dicapainya kepada para petani, kelompoktani, gabungan kelompoktani, Kelembagaan Ekonomi Petani dan penyuluh lainnya. Disamping itu, Menteri Pertanian mengajak para petani, gapoktan, Kelembagaan Ekonomi Petani, dan penyuluh untuk tidak segan-segan memberikan saran dan masukan yang konstruktif, baik dalam perumusan kebijakan maupun dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan, sehingga program pembangunan pertanian benar-benar dapat mencapai sasaran yang ditargetkan, utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Kemudian untuk menjamin keberlanjutannya, Menteri Pertanian juga meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama dengan Pemerintah Pusat agar terus memberi dukungan dan mengembangkan pola pemberian penghargaan tersebut secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota sampai dengan provinsi karena tanggung jawab pembangunan pertanian bukan hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua elemen bangsa. Pada tahun 2013 ini pemberian penghargaan diberikan kepada 237 orang yang terdiri dari: 1) Penyuluh Pertanian PNS Teladan; 2) Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan; 3) THL-TB Penyuluh Pertanian Teladan; 4) Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK) Berprestasi; 5) Petani Berprestasi; 6) Gapoktan Berprestasi; 7) Kelembagaan Ekonomi Petani Berprestasi. Kegiatan pemberian penghargaan tahun 2013 dimulai dengan sambutan selamat datang oleh Kepala Pusat Peyuluhan Pertanian dan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, kementerian Pertanian. Pada tanggal 15 Agustus 2013 di Hotel Kaisar, Jakarta Selatan. Selanjutnya peserta menghadiri Pidato kenegaraan Presiden RI pada sidang Paripurna DPR-RI serta mengikuti renungan suci bersama Presiden RI dan seluruh jajaran Menteri Kabinet Bersama di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Pada tanggal 17 Agustus 2013, penerima penghargaan mengikuti upacara detik-detik proklamasi di Istana Negara, Jakarta, yang dilanjutkan dengan pemberian Penghargaan Tingkat Nasional oleh Menteri Pertanian di Auditorium Kementerian Pertanian Jakarta.Rangkaian kegiatan pemberian penghargaan di akhiri dengan Silaturahmi bersama para teladan dan berprestasi nasional dengan Presiden RI di JI Expo Kemayoran, jakarta. Pada acara Silaturahmi tersebut Presiden RI mengungkapkan rasa bangganya kepada para teladan nasional yang berprestasi saat menyampaikan sambutannya dalam acara silahturahmi dengan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Pasukan Kehormatan Taruna Akademi TNI dan Akpol, dan para Teladan Nasional, Minggu (18/8). Pada acara tersebut Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono hadir bersama Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono dan wakil presiden Boediono dan Ibu Herawati, serta beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, diantaranya Menteri Pertanian Suswono. Presiden juga mengucapkan terimakasih kepada para teladan yang hadir di acara tersebut. "Saudara yang hadir di ruangan ini membuktikan bisa berhasil, sukses, dan maju. Oleh karena itu kami bangga dan terimakasih kepada Saudara-saudara", ucap Presiden SBY. "Indonesia merupakan negara yang luas, memiliki penduduk yang banyak, kekayaan melimpah, dan sejarah yang bernilai, serta telah melalui banyak cobaan tapi tetap berdiri", ujar Presiden SBY yang yakin jika seluruh bangsa Indonesia memiliki semangat seperti para teladan nasional, maka bangsa kita akan cepat maju. "Negara yang besar dan luas, berpenduduk banyak kalau bersama-sama kita bangun, Insya Allah akan jaya pada saatnya nanti", Ujar Presiden SBY. Dalam akhir sambutan, Presiden SBY meminta kepada para teladan untuk terus menjadi teladan dan terus berprestasi. "Dan jayalah Indonesia, Tuhan beserta kita."