Loading...

PENGAIRAN BERSELANG

PENGAIRAN BERSELANG
PENGAIRAN BERSELANGAir dalam budidaya padi merupakan syarat mutlak bagi pertumbuhan tanaman padi sawah. Masalah pengairan bagi tanaman padi sawah merupakan salah satu faktor penting yang harus mendapat perhatian penuh demi mendapat hasil panen yang melimpah diwaktu yang akan datang. Umumnya pemberian air yang dipraktekkan petani pada padi sawah irigasi adalah dengan digenangi terus menerus sehingga sangat boros. Selain tidak efisien, cara ini juga berpotensi mengurangi (1) efisiensi serapan hara nitrogen, (2) meningkatkan emisi gas metan ke atmosfer, (3) dan menaikkan rembesan yang menyebabkan makin banyak air irigasi yang dibutuhkan. Teknik hemat air pada padi sawah merupakan upaya untuk menekan kehilangan air dipetakan sawah untuk mempertahankan atau meningkatkan hasil gabah per satuan luas dan volume air. Umur varietas padi sawah berpengaruh terhadap tingkat konsumsi air. Makin pendek atau genjah (90-100 hari) umur tanaman padi, makin sedikit total konsumsi air bila dibanding dengan varietas padi sawah berumur lebih panjang (>125 hari). Pengairan berselang (intermittent irrigation) adalah pengaturan kondisi lahan dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian. Kondisi seperti itu ditujukan antara lain untuk: 1. menghemat air irigasi sehingga areal yang dapat diairi menjadi lebih luas;2. memberi kesempatan pada akar tanaman untuk mendapatkan udara sehingga dapat berkembang lebih dalam;3. mengurangi timbulnya keracunan besi;4. mengurangi penimbunan asam organik dan hidrogen sulfida (H2S) yang menghambat perkembangan akar;5. mengaktifkan jasad renik mikroba yang menghambat; 6. mengurangi kerebahan; 7. mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah); 8. menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen; 9. memudahkan pembenaman pupuk ke dalam tanah (lapisan olah);10. memudahkan pengendalian hama keong mas; 11. mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang; 12. mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus; Cara pengelolaan air dengan pengairan berselang adalah sebagai berikut:1. Lakukan teknik pergiliran pengairan dalam satu musim tanam. Bibit ditanam pada kondisi tanah jenuh air dan petakan sawah dialiri lagi setelah 3-4 hari. Pengelolaan air selanjutnya diatur sebagai berikut: Lakukan pergiliran air selang 3 hari. Tinggi genangan pada hari pertama lahan diairi sekitar 3 cm dan selama 2 hari berikutnya tidak ada penambahan air. Lahan sawah diairi lagi pada hari ke 4. Cara pengairan ini berlangsung sampai fase anakan maksimal. Mulai dari fase pembentukan malai sampai pengisian biji, petakan sawah digenangi terus. Sekitar 10-15 hari sebelum tanaman dipanen, petakan sawah dikeringkan. Lakukan pengairan berdasar ketersediaan air. Perhatikan ketersediaan air selama musim tanam. Apabila sumber air tidak cukup menjamin selama satu musim, maka lakukan pengairan bergilir dengan periode lebih lama sampai selang 5 hari.2. Lakukan pengairan dengan mempertimbangkan sifat fisik tanah. Pada tanah berpasir dan cepat menyerap air, waktu pergiliran pengairan harus diperpendek.Sistem irigasi berselang merupakan sistem yang dapat diandalkan. Irigasi berselang dapat meningkat hasil padi sebesar 7%, dibanding hasil pada lahan yang digenangi terus menerus. Penulis : Karyadi (BPP Kecamatan Gatak)Sumber :https://kabartani.com/tehnik-irigasi-dan-pengaturan-pengairan-pada-lahan-persawahan.htmlhttp://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita/info-teknologi/content/234-teknik-irigasi-hemat-airhttp://www.mangyono.com/2016/09/cara-dan-aturan-pengairan-sesuai-umur-tanaman-padi-sawah.html