Loading...

PENGAIRAN BERSELANG PADI SAWAH "INTERMITTE"

PENGAIRAN BERSELANG PADI SAWAH "INTERMITTE"

PENGAIRAN BERSELANG PADI SAWAH

‘IntermitteN’

PENDAHULUAN

Sistem irigasi berselang atau intermittent irrigation adalah sistim pengairan adalah suatu konsep penghematan penggunaan air melalui pengaturan kondisi air di lahan. Pada irigasi berselang, lahan diatur pada kondisi tergenang dan kering secara bergantian sesuai dengan kondisi lahan dan fase pertumbuhan. Kondisi lahan harus diperhatikan berkaitan dengan sumber air yang digunakan. Air diberikan 1 hari basah dan 5 hari dikeringkan kecuali pada saat pembungaan dan pemasakan biji.

KEUNGGULAN INTERMITTEN

  • Penghematan konsumsi air
  • Tanaman lebih tahan rebah
  • Memberi kesempatan akar untuk mendapatkan udara sehingga lebih berkembang
  • Mengakibatkan jasad renik mikroba karena temperatur meningkat Menghambat perkembangan hama (penggerek batang, wereng coklat, keong mas), dan penyakit (busuk batang dan busuk pelepah daun,
  • Dapat menekan keracunan tanaman akibat akumulasi besi (Fe) dalam tanah.

CARA PENERAPAN

  • Tanam bibit air macak-macak
  • Secara berangsur tanah diairi 2 - 5 cm s.d 10 hari
  • Biarkan sawah mengering 5 - 6 hari
  • Setelah terlihat permukaan tanah retak, airi kembali 5 cm
  • Keringkan tanpa di airi 5 - 6 hari, lalu airi kembali 5 cm
  • Ulangi hal diatas hingga fase stadia pembungaan
  • Fase keluar bunga sampai dengan 10 hari sebelum panen diairi setinggi 5 cm, kemudian keringkan.

PENUTUP

Salah satu metode pengairan berselang yang dapat diukur secara praktis adalah pengairan basah kering / Alternate Wetting and Drying (AWD), pengaturan air dilahan pada kondisi tergenang dan kering secara bergantian). AWD dipraktekkan mulai tanam sampai satu minggu sebelum tanaman berbunga, Sawah baru diairi apabila kedalaman muka air tanah mencapai + 5 cm diukur dari permukaan tanah. Hal ini dapat diketahui dengan bantuan alat sederhana dari paralon, bamboo atau botol bekas minuman yang dilubangi dibenamkan ke dalam tanah.