Ubikayu termasuk tanaman toleran terhadap kekeringan, namun pertumbuhannya akan menurun secara signifikan bila selama 60 hari pertama mengalami cekaman air. Kebutuhan air pada bulan ke 1,2, 3 dan 4 sampai dengan panen masing-masing 25, 35, 40 dan sekitar 50 mm/10 hari. Untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil optimal diperlukan pengairan tiap 10 hari sesuai dengan kebutuhan tiap fase pertumbuhan sampai panen. Untuk pesemaian memproduksi stek pucuk diperlukan kondisi tanah dalam keadaan basah (80-90 kapasitas lapang) dan kelembaban sekitar 80. Pengendalian Gulma Laju pertumbuhan ubikayu pada fase awal relatif lambat, sehingga tidak mampu berkompetisi dengan gulma yang laju pertumbuhannya lebih cepat. Periode kritis ubikayu terhadap gulma antara 4-12 minggu setelah tanam. Oleh karena itu, pengendalian gulma harus dilakukan baik secara manual maupun kimia. Pengendalian gulma pertama dilakukan 3 minggu setelah tanam (MST). Apabila pengendalian gulma secara kimia dengan herbisida pra-tumbuh maka pengendalian gulma cukup dilakukan satu kali pada umur 3-4 bulan. Pengendalian gulma kedua secara manual dilakukan 8-10 MST. Sumber : - Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Teknologi Produksi Benih Ubikayu dan Ubijalar, Tahun 2000, Bogor