Loading...

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN TANAMAN MELON

PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN TANAMAN  MELON
Ada berbagai macam tanaman buah-buahan yang tumbuh di Indonesia. Tanaman buah-buahan yang tumbuh tersebut, dari sekecil anggur sampai yang sebesar nangka, dari yang semerah manggis sampai yang sekuning belimbing. Tanaman buah-buahan ini ada yang diusahakan di pekarangan, tegalan, pematang sawah sampai diusahakan khusus pada lahan yang cukup luas/dikebunkan. Minat masyarakat terhadap buah-buahan beragam pula. Beberapa jenis buah hanya dipandang sebelah mata, sedangkan sebagian yang lain sangat digemari. Salah satu jenis buah yang digemari orang adalah buah melon karena antara lain rasanya yang khas, rasanya enak, manis, harum dan menyegarkan. Selain itu, buah melon mengandung gizi yang cukup banyak dan berguna bagi tubuh manusia. Dalam 200 gr melon mengandung karbohidrat 16 g, protein 1,6 g, lemak 0,6 g, kalium 600 mg, kalsium 16 mg d, fosfor 26 mg dan zat besi 0,6 mg. Selain itu mengandung vitamin C sebanyak 76 mg, vitamin A 5.706,5 IU dan vitamin B1 sejumlah 0,03 g yang kesemuanya berguna bagi kesehatan tubuh manusia. Untuk tumbuh dan menghasilkan buah melon yang optimal, tidak terlepas dari pengairan dan penyiraman yang sesuai kebutuhan hidupnya. Untuk mencukupi air yang dibutuhkannya, komoditas melin ini menghendaki air dari irigasi dan air yang disiramkan pada tanaman, bukan dari air hujan. Perlu diketahui, tanaman melon ini hidupnya membutuhkan udara yang kering, tetapi tanah harus tetap lembab sehingga tanaman memerlukan pengairan dan penyiraman, terutama jika tidak ada hujan. Pengairan adalah memberi air sesuai kebutuhan tanaman pada daerah perakaran tanaman dengan air yang memenuhi standar pada waktu, cara dan jumlah yang tepat. Tujuannya adalah untuk menjamin kebutuhan air bagi tanaman sehingga pertumbuhan dan proses produksinya berjalan optimal. Cara Pengairan dan Penyiraman Apabila tidak ada hujan, pengairan tanaman melon dapat dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara menggenangi lahan selama 15-30 menit. Selanjutnya, pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan pengairannya diintensifkan kembali pada masa pembungaan dn pembuahan. Cara mengairinya bisa dilakukan dengan mengairi petakan sebentar atau memasukkan air ke dalam saluran parit sampai tanah cukup lembab. Supaya air tidak menggenang dan merendam akar buat drainase berupa selokan di tepi bedengan untuk membuang air yang berlebihan, terutama pada saat hujan tiba. Jika pengairannya dilakukan dengan sistem irigasi, dapat dilakukan dengan mengalirkan air melalui saluran di antara bedengan. Pada musim kemarau, pengairannya dilakukan 2-3 hari sekali. Cara lain untuk pengairan melon dapat dilakukan dengan cara bedengan digenangi (dilep) sampai mencapai 2/3 tinggi bedengan sambil air disiramkan ke masing-masing tanaman. Jika air tidak mencukupi untuk menggenangi bedengan, lubang tanaman disiram menggunakan gayung. Pengairan ini dilakukan seminggu sekali (selang waktu 3-4 hari dengan pengocoran pupuk) yang dimulai pada awal tanam dan pengairannya dihentikan 7-10 hari sebelum panen. Sedang penyiraman dilakukan sejak benih/bibit ditanam yang dilakukan pagi dan sore hari, terutama jika tidak ada hujan. Pada benih/bibit yang baru ditanam, penyiraman dilakukan sampai tanaman tumbuh kuat. Penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kelembaban tanah dimana tanaman melon itu tumbuh. Jika tanah sudah cukup lembab, penyiraman dihentikan untuk sementara waktu, kemudian dilanjutnkan penyiraman lagi. Saat menyiram air, usahakan air siraman tidak membasahi daun dan air dari tanah tidak boleh mengenai daun dan buahnya. Sebab, jika daun sampai basah kuyup, tanaman mudah diserang jamur, sedang jika ada air dari tanah mengenai daun dan buah, maka daun dan buah tersebut mudah diserng penyakit yang berasal dari percikan air tanah tersebut. Penyiraman hanya mengenai batang dan akarnya saja. Penyiraman dapat juga dilakukan dengan mengalirkan air ke dalam selokan antar bedengan dan dibiarkan sampai selokan penuh dan air meresap ke petakan tanaman, Pengeluaran air dari petak penanaman harus dilakukan dengan pelan-pelan agar tidak terjadi pencucian pupuk dari dengan pertanaman, Apabila keadaan cuaca sangat panas, penyiraman mutlak diperlukan. Sebab, dengan adanya cuaca panas mengakibatkan tanah menjadi kering yang tentunya dengan keadan tanah yang kering ini maka tanaman melon tidak cukup mendapat air tanah yang akhirnya pertumbuhan tanaman tidak optimal. Pada musim hujan, buat saluran dranase supaya air hujan dapat segera mengalir keluar kebun karena komoditas hortikultura tersebut tidak tahan terhadap genangan air. Penyiraman tanaman melon yang dibudidayakan dalam bedengan, setelah benih/bibit ditanam sampai umur 2 minggu, penyiraman dilakukan setiap hari atau 2 hari sekali pada waktu pagi dan sore hari. Caranya, parit antar bedengan digenangi sampai mencpai 2/3 tinggi bedengan sambil air disiramkan ke masing-masing tanaman. Jika air tidak cukup menggenangi bedengan, air disiramkan ke lubang tanaman. Pada awal pembentukan bunga, pengairan dilakukan seminggu 2 kali dengan cara parit antar bedengan digenangi sampai mencapai 2/3 tinggi bedengan. Jika airnya tidak cukup mengegenangi bedengan, air disiramkan ke masing-masing lubang tanaman. Pengairan dilakukan lagi pada saat pembentukan dan mulai pembesaran buah yang dilakukan 3 hari sekali dengan cara parit antar bedengan digenangi sampai mencapai 2/3 tinggi bedengan. Jika airnya tidak cukuo menggenangi bedengan, setiap lubang tanaman disiram air. Pada awal pembentukan net/jaring pada kulit buah, penyiraman dilakukan 4 hari sekali dengan menyiram setiap tanaman menggunakan gembor. Setelah jaring pada kulit buah terbentuk, pengairan dilakukan 3 hari sekali dengan cara mengairi parit antar bedengan sampai mencapai 2/3 tinggi bedengan. Jika airnya tidak cukup untuk menggenangi bedengan, siram lubang tanaman dengan air. Pengairan berlebihan pada fase pembentukan jaringdan pembesaran buah , akan mengakibatkan tidak sempurnanya bentuk jaring dan terbelahnya buah. Pengairan baru dihentikan pada saat proses pematangan buah, yaitu pada saat tanaman berumur ± 55 hari sampai saat panen. Perlu diingat, pada daerah yang telah terkontaminasi/terinfeksi penyakit layu Fusarium, jangan melakukan penyiraman tanaman melon yang menggunakan air irigasi yang sudah terkontaminasi penyakit layu Fusarium tersebut Disarikan oleh : Lasarus , Pusluhtan Sumber : 1. Ir.Winny Dian Wibawa,M.Sc. Standard Operating Procedure (SOP) Melon Screen House Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Direktorat Budidaya Tanaman Buah, Direktorat Jenderal Hortikultura, Departemen Pertanian, Jakarta, 2008. 2. Drs.Arief Prahasta,MP. Budidaya-Usaha-Pengolahan Agribisnis Melon.C.V.Pustaka Grafika, Bandung, 2009. 3. Kemal Prihatman. (Cucumis melo L). Kantor Deputi Menegristek. Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, jakarta, 2000.