Loading...

Pengalaman Kelompok Tani dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) dengan Perangkap KOPTAN

Pengalaman Kelompok Tani dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) dengan Perangkap KOPTAN
Pengalaman Kelompok Tani dalam Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) dengan Perangkap KOPTAN Menggunakan perangkap serangga (hama penggerek buah kopi) yang lebih dikenal dengan nama Brocap Trap. Alat ini digunakan dan dilengkapi dengan senyawa atraktan, hasil aplikasi di lapangan menunjukkan keragaan yang sangat baik, efektif, efisien dan ramah lingkungan. Atraktan merupakan zat kimia yang memiliki daya pikat seks secara spesifik pada hewan jantan atau betina, salah satunya dalam bentuk feromon. Sebagai alat perangkap massal, pemakaian perangkap atraktan akan menurunkan tingkat populasi serangga yang secara tidak langsung akan menekan jumlah perkawinan serangga, sehingga akan menurunkan tingkat populasi hama generasi berikutnya. Penggunaan atraktan bersifat ramah lingkungan, bersifat spesifik sehingga tidak mengurangi populasi serangga menguntungkan, dan tidak menimbulan resistensi. Menurut Friska et al. (2022) Penggunaan pestisida nabati sangat baik digunakan karena memiliki fungsi dalam menekan populasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) sampai pada level yang tidak merugikan secara ekonomis, dengan demikian produksi tetap berada pada level tinggi. Jenis perangkap yang digunakan adalah perangkap koptan dan feromon berbentuk cairan yang dikemas dalam sachet. Daya tahan feromon 1,5 bulan sementara daya tahan perangkap ±1 tahun. Perangkap dipasang pada lahan kopi anggota kelompok tani sejahtera seluas 5 ha dengan kebutuhan perangkap sebanyak 100 unit. Berikut cara pemakaian perangkap koptan: Perangkat koptan terdiri dari perangkap + sachet koptan Kemasan plastic dibuka untuk diambil sachet koptan Sachet koptan ditusuk menggunakan jarum pentul Sachet koptan digantung di perangkap Perangkap bagian bawah ditutup/dimasukkan diisi air + sedikit deterjen sekitar 2 cm dari dasar perangkap Perangkap yang sudah terpasang sachet koptan digantungkan pada bamboo perangkap untuk diaplikasikan di lahan kopi dengan ketinggian 1,6 m di atas permukaan tanah Sisa sachet koptan disimpan untuk diganti setiap 4-6 minggu sekali Antusias petani pada kegiatan ini sangat baik mengingat pengendalian hama PBKo menggunakan perangkap ini menjadi solusi bagi mereka untuk meningkatkan produksi kopi di musim yang akan datang. Perangkap diikatkan pada tiang bambu dengan ketinggian 1,6 meter diatas permukaan tanah. Petani terlibat secara langsung dari berbagai tahapan persiapan hingga pemasangan alat perangkap hama. Kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan hasilnya tidak secara otomatis dapat diukur. Sebagaimana kegiatan penyuluhan yang dilakukan tidak secara berkala, hasil yang diperoleh tidak serta merta diketahui. Berbeda halnya, jika penyuluhan dilakukan secara berkala dan berkesinambungan akan mudah mengetahui perubahan perilaku dan perubahan sikap akibat adanya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut. Namun demikian, kegiatan penyuluhan dan pelatihan pemasangan perangkap hama PBKo atraktan bagi petani untuk mengendalikan hama penggerek buah kopi yang telah dilaksanakan memperlihatkan manfaat keberhasilan yang cukup positif. Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada petani mengenai pentingnya penggunaan perangkap hama PBKo untuk mengurangi serangan hama penggerek buah. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan keterampilan kepada petani agar dapat membuat dan menggunakan perangkap penggerek buah sehingga lahan pertanian dapat lebih terjaga. Kegiatan pengendalian hama PBKo merupakan kegiatan yang melibatkan petani kopi pada kelompok tani sejahtera Desa Kayumas dalam pemantauan hama secara seksama berbasis pengetahuan. Kegiatan ini memberikan kontribusi bagi pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat petani dalam penanggulangan hama PBKo. Pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan perangkap hama PBKo meningkat pasca kegiatan dilaksanakan. Sumber Ditulis kembali: Puryantoro, Sasmita S, Firman J, 2022. Pengendalian Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo) bagi Kelompok Tani Sejahtera Desa Kayumas Kecamatan Arjasa Kabupaten Situbondo. Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Volume 7, Issue 5, Pages 739–745 September 2022 e-ISSN: 2654-4385 p-ISSN: 2502-6828. http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/pengabdianmu/article/view/3877 DOI: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v7i5.3877 Penyusun: Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh Pertanian BSIP Lampung)