Jakarta, 15 Mei 2024 — Penyuluh pertanian memiliki peranan penting dalam pembangunan sektor pertanian. Kinerja mereka bergantung pada pengetahuan yang luas, sikap yang kuat, dan keterampilan yang tinggi. Hal ini sesuai dengan tugas utama penyuluhan pertanian, yaitu memberikan pembelajaran kepada petani dan pelaku usaha pertanian. Tujuannya agar mereka dapat mengorganisir diri dalam mengakses pasar, teknologi, modal, dan sumber daya lainnya. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, pendapatan, dan kesejahteraan, serta kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.Hal tersebut terungkap dalam diskusi setiap hari Rabu yang diadakan di AOR Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Acara ini dihadiri oleh penyuluh pertanian pusat dan dibuka oleh Purnomojati Anggoroseto, Ketua Tim Kerja Ketenagaan Penyuluhan. Purnomojati menekankan bahwa kegiatan ini merupakan platform untuk pengembangan profesi penyuluh pertanian.Joko Samiyono, Ketua Kelompok Kelembagaan dan Ketenagakerjaan Penyuluhan, hadir sebagai pembicara. Joko memaparkan materi tentang Wilayah Pembinaan Penyuluh Pertanian, mencakup tugas penyuluh berdasarkan jenjang jabatan jabatan hingga indikator kinerja penyuluhan, seperti penerapan teknologi oleh petani dan peningkatan kapasitas kelembagaan petani.Joko juga menambahkan bahwa penyuluh pertanian berperan sebagai fasilitator, formulator, inovator, dan konsultan agribisnis. Mendasari hal tersebut penyuluh harus memahami kondisi pertanian di wilayah binaan agar memberikan rekomendasi yang tepat kepada petani. Adanya wilayah binaan membantu penyuluh pertanian agar lebih fokus dalam membantu pelaku pertanian melaksanakan kegiatan pertaniannya. Kunjungan lapangan menjadi kunci untuk memahami kondisi nyata dan membantu petani mengatasi masalah yang dihadapi. Acara ini ditutup dengan sesi diskusi yang konstruktif, membuka wawasan tentang berbagai tantangan yang dihadapi penyuluh pertanian dan bagaimana untuk mengatasinya, sebagai langkah progresif untuk memastikan bahwa penyuluh pertanian siap menghadapi tantangan lapangan serta memberikan kontribusi dan dampak positif bagi pertanian Indonesia.(Edp/Ndy)