Loading...

Pengamatan Hama Penggerek Batang Padi Kuning Di Kelompok Tani Sida Mukti Desa Karangjambu Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga

Pengamatan Hama Penggerek Batang Padi Kuning Di Kelompok Tani Sida Mukti Desa Karangjambu Kecamatan Karangjambu Kabupaten Purbalingga
Penggerek batang padi merupakan hama utama tanaman padi di Kelompok tani Sido Mukti Desa Karangambu . Hama ini menyerang tanaman padi pada semua fase pertumbuhan tanaman mulai dari pesemaian hingga menjelang panen Pada tanaman fase vegetatif larva memotong bagian tengah anakan menyebabkan pucuk layu, kering mati, dan gejalanya vegetatif disebut sundep. Gejala serangan pada fase generatif menyebabkan malai muncul putih dan hampa yang disebut beluk. Kerugian hasil yang disebabkan setiap persen gejala beluk berkisar 1-3% atau rata-rata 1,2%. Kerugian yang besar terjadi bila penerbangan ngengat bersamaan dengan fase tanaman bunting. Ciri-ciri dan Siklus Hidup Penggerek Batang Padi Kuning, Scirpophaga incertulas Telur, yaitu Jumlah telur 50-150 butir per kelompok. Ditutupi rambut halus berwarna coklat kekuninganDiletakkan malam hari (pukul 19.00-22.00) selama 3-5 malam sejak malam pertama.Keperidian 100-600 butir tiap betina. Stadium telur 6-7 hari. Larva, yaitu Putih kekuningan sampai kehijauan. Panjang maksimum 25 mm. Stadium larva 28-35 hari. Terdiri atas 5-7 instar. Pupa yaitu Kekuning-kuningan atau agak putih. Kokon berupa selaput benang berwarna putih. Panjang 12-15 mm. Stadium pupa 6-23 hari Imago/Ngengat yaitu Ngengat jantan mempunyai bintik-bintik gelap pada sayap depan. Ngengat betina berwarna kuning dengan bintik hitam di bagian tengah sayap depan. Panjang ngengat jantan 14 mm dan betina 17 mm. Ngengat aktif pada malam hari dan tertarik cahaya. Jangkauan terbang dapat mencapai 6-10 km.Lama hidup ngengat 5-10 hari dengan siklus hidup 39-58 hari Larva keluar melalui 2-3 lubang yang dibuat pada bagian bawah telur menembus permukaan daun. Larva yang baru muncul (instar 1) biasanya menuju bagian ujung daun dan menggantung dengan benang halus atau membuat tabung kecil, terayun oleh angin dan jatuh kebagian tanaman lain atau permukaan air. Larva kemudian bergerak ke tanaman melalui celah antara pelepah dan batang. Selama hidupnya larva dapat berpindah dari satu tunas ke tunas lainnya dengan cara membuat gulungan ujung daun, menjatuhkan diri ke permukaan air dan memencar ke rumpun yang lain. Larva instar akhir tinggal di dalam batang sampai stadium pupa. Sebelum menjadi pupa, larva membuat lubang keluar pada pangkal batang dekat permukaan air atau tanah, yang ditutupi membran tipis untuk jalan keluar setelah menjadi imago. Disebut penggerek batang padi kuning karena imago atau kupunya berwarna kuning. Karakteristik penggerek batang padi kuning yaitu kelompok telur diletakkan pada daun bagian ujung. Hanya seekor larva dalam satu tunas. Pupa berada di dalam pangkal tunas di bawah permukaan tanah. Tanaman inang utama adalah padi dan tanaman padi liar Perubahan kepadatan populasi penggerek batang padi kuning di lapangan sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim (curah hujan, suhu, kelembaban), varietas padi yang ditanam, dan musuh alami yaitu parasitoid, predator, dan patogen. Cara Pengendalian Hama Penggerek Batang Padi Pengaturan Pola Tanam yaitu Dilakukan penanaman serentak, sehingga tersedianya sumber makanan bagi penggerek batang padi dapat dibatasi. Pergiliran tanaman dengan tanaman bukan padi sehingga dapat memutus siklus hidup hama. Pengelompokan persemaian dimaksudkan untuk memudahkan upaya pengumpulan telur penggerek secara masal. Pengaturan waktu tanam yaitu berdasarkan penerbangan ngengat atau populasi larva di tunggul padi 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi pertama dan atau 15 hari sesudah puncak penerbangan ngengat generasi berikutnya Pengendalian Secara Fisik dan Mekanik yaitu Cara fisik yaitu dengan penyabitan tanaman serendah mungkin sampai permukaan tanah pada saat panen, dan disingkal . Usaha itu dapat pula diikuti penggenangan air setinggi 10 cm agar jerami atau pangkal jerami cepat membusuk sehingga larva atau pupa mati. Cara mekanik dapat dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur penggerek batang padi di persemaian dan di pertanaman, serta penangkapan ngengat dengan menggunakan lampu perangkap (Light trap). Hayati yaitu Pemanfaatan musuh alami baik parasitoid, predator, maupun patogen.Konservasi musuh alami dengan cara menghindari aplikasi insektisida secara semprotan. Pengendalian Secara Kimiawi yaitu Penggunaan insektisida butiran di persemaian dengan dosis 6 kg/500 m2 bila dijumpai kelompok telur. Apabila diperlukan sebagai alternatif pada fase vegetatif penggunaan insektisida dapat dilakukan pada saat ditemukan kelompok telur rata-rata 1 kelompok telur/ m2 atau intensitas serangan rata-rata 5%. Bila tingkat parasitisasi kelompok telur pada fase awal vegetatif >50% tidak perlu aplikasi insektisida.Berdasarkan populasi ngengat. Ambang kendali 1 ekor ngengat yang terpantau pada light trap. Semprot pada saat 4 hari setelah ada penerbangan ngengat.1 ekor ngengat hidup 5 hari = 5 kel telur x 150 ulat = 750 ulat. 1 ulat makan 6 tanaman : 750 x 6 = 4500 tanaman rusak. Jadi dari 1 ekor ngengat bisa merusak 4500 tanaman padi. Penulis : Aryanto Tunggul Prasetya, A.Md NIP. 19850902 201706 1 001