BPP Rumbia rutin melakukan kegiatan pengamatan hama dan penyakit tanaman pada areal persawahan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan hama yang berada pada pertanaman para petani dan untuk mengetahui jenis apa yang dapat menyebabkan serangan yang dapat menyebabkan kegagalan panen. Dan kegiatan ini rutin dilakukan per musim tanam dalam satu tahun. Pengamatan tersebut dilakukan dengan melakukan kegiatan untuk mendapatkan data tentang: - Adanya hama dan penyakit tanaman padi - Jenis hama dan penyakit yang bersangkutan - Tingkat kerusakan yang diakibatkannya, yang dinyatakan dalam intensitas serangan hama adan intensitas penyakit - Luas daerah serangan - Kepadatan populasi - Faktor lingkungan baik yang bersifat biotik maupun abiotik yang berpengaruh terhadap hama dan penyakit tanaman - Kerugian hasil yang disebabkan oleh timbulnya hama dan penyakit Pengamatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pengamat untuk, Mendapatkan data Mencocokkan data, Mendapatkan Informasi, Menyusun laporan, Pengaduan dengan fakta dan membahas serta pengamatan bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan atau kepadatan populasi OPT, luas serangan, daerah penyebaran, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan OPT. Nilai ambang pengendalian yang juga disebut ambang perlakuan biasanya lebih rendah daripada ambang ekonomi. Ambang pengendalian ini pada lahan yang luas menjadi lebih rendah daripada ambang ekonomi, sedangkan pada luas lahan yang sempit atau kecil, akan lebih baik memiliki ambang pengendalian yang lebih tinggi daripada ambang ekonomi. Cara untuk menentukan adalah: - Tentukan sepetak kecil lahan sayuran sebagai contoh atau sampel - Amati serangga pemakan daun tersebut dan hitung serapa jumlahnya dalam petak kecil tersebut - Hitung secara perkiraan jumlah hama serangga dalam seluruh lahan, sehingga dapat diketahui seberapa jumlah serangan hama dapat mempengaruhi proses asimilasi atau proses pemasakan makanan pada daun - Kemudian lakukan pengamatan musuh alami yang terdiri dari pemangsa, parasit, atau patogen terhadap serangga pemakan daun tersebut. Sudah mampukah musuh alami tersebut menekan perkembangan hama? Apabila dirasakan belum mampu menghambat serangan dari sejumlah serangga hama tersebut, maka dengan mempertimbangkan kelestarian musuh alami, usaha penyemprotan dapat dilakukan Macam-macam Pengamatan yang dilakukan Macam-macam pengamatan ada tiga, yaitu berdasarkan Sifatnya, Frekuensi dan Sampelnya, yang disajikan dalam tabel berikut ini: Berdasarkan Macamnya Deskripsi Sifatnya 1. Kualitatif Pengamatan tentang macam OPT, lokasi penyerangan dan keadaan secara umum 2. Kuantitatif Pengamatan untuk mendapatkan keterangan yang lebih rinci, misalkan tentang intensitas serangannya dan luas arela yang diserang Frekuensinya 1. Pengamatan tetap, kontinu atau regiuler Pengamatan yang dilakukan secara terus menerus dari waktu ke waktu sehingga akan dapat menunjukkan gambaran mengenai perkemabngan tingkat serangan. 2. Pengamatan keliling atau insidental Pengamatan untuk mengetahui tingkat serangan OPT pada waktu dan tempat tertentu saja jika suatu tanaman pada areal pertanaman menunjukkan gejala terjadinya serang OPT baru kita lakukan pengamatan. Berdasar Sampelnya 1. Pengamatan Global Pengamatn dilakukan secara garis besar, pada areal yang luas tetapi sampel yang digunakan relatif sedikit minimal 10% sample tanaman per luasan lahan 2. Pengamatan halus Pengamatan yang dilakukan dengan tngkat ketelitian yang lebih tinggi, jadi penggamatan lebih datail yang dilakukan setelah diketahui melalui pengamatan global bahwa suatu wilayah pertanaman terserang OPT. Pengamatan dan Penilaian Serangan Hama Langkah taktis dan sistematis yang harus ditempuh untuk mengimplementasikan PHT adalah : Mengidentifikasi dan menganalisis status hama yang akan dikelola. Hama-hama yang menyerang suatu agroekosistem harus dikategorikan sebagai hama uatam, hama kedua, hama potensial atau hama migran. Dengan mengetahui status hama dapat ditentukan jenjang toleransi ekonomi untuk mesing-masing hama. Mempelajari anasir dan saling tindak dalam ekosistem, terutama yang berpengaruh terhadap hama-hama utama. Kegiatan ini juga meliputi inventarisasi berbagai musuh alami dan peran mereka sebagai pengendali amani. Penetapan dan pengambangan ambang ekonomi. Amabng ekonomi atau ambang pengendalian atau ambang toleransi ekonomi merupakan ketetapan tentang pengendalian keputusan waktu pelaksanaan pengendalian pestisida. Jika populasi atau kerusakan hama belum mencapai aras tersebut, penggunaan pestisida belum diperlukan. Mengembangkan sistem pengamatan dan monitoring hama, untuk mengetahui letak dan keadaan suatu jenis hama oada waktu dan tempat tertentu terhadapa ambang ekonomi hama tersebut. Pengamatan dan monitoring hama dilakukan secara rutin dan terorganisir dengan baik. Metode pengambilan sampel perlu dikembangkan agar data lapangan yang diperoleh dapat dipercaya secara statistik dengan cara pengumpulan data yang mudah dikerjakan. Mengembangkan model deskriptif dan peramalan hama. Jika gejolak populasi hama dan hubungannya dengan komponen-komponen ekosistem lian telah diketahui, dapat dikembangkan model kuantitatif yang dinamis yang mampu meramalkan gejolak populasi dan kerusakan dengan tingkat probabilitas tertentu. Mengembangkan strategi pengelolaan hama. Strategi dasar PHT adalah menggunakan taktik ganda pengendalian dalam suatu kesatuan sistem yang terkoordinasi, yang mengusahakan agar populasi atau kerusakan karena hama. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan di persawahan pada beberapa desa di Kecamatan Rumbia ditemukan beberapa hama yang menyerang diantaranya Penggerak Batang, Keong Mas, Wereng, Walang Sangit. Namun serangan dari hama-hama tidak menimbulkan kerusakan yang berat atau tidak sampai amabang batas ekonomi sehingga tidak memerlukan perlakuan pemberatasan berat hanya perlu pengendalian riangan Penulis: Asrul Sani (Penyuluh Pertanian Muda – Kab. Bombana)